Ikut Latsarmil 45 Hari, ASN Dapat Uang Saku dan Tunjangan Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendaftar sebagai Komponen Cadangan (Komcad) tidak perlu khawatir kehilangan hak kepegawaiannya. Kementerian PANRB memastikan peserta tetap menerima gaji dan tunjangan penuh selama menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat Menteri PANRB Rini Widyantini yang dikirimkan kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih pada 20 Februari 2026. Surat itu mendorong partisipasi ASN dalam program Komcad sebagai bagian dari penguatan pertahanan negara.

Fasilitas Lengkap Selama Pelatihan

Selain gaji dan tunjangan rutin, ASN yang mengikuti pelatihan selama 45 hari juga memperoleh:

  • Uang saku
  • Perlengkapan lapangan
  • Layanan kesehatan
  • Jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian
Baca Juga :  Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026

Setelah masa pelatihan selesai, peserta kembali aktif menjalankan tugas di instansi masing-masing tanpa perubahan status.

Diakui sebagai Pengembangan Profesional

Keikutsertaan dalam Komcad tidak hanya berdimensi pertahanan, tetapi juga dinilai sebagai bagian dari peningkatan kapasitas aparatur. Program ini diakui setara 300 jam pelajaran (JP) pengembangan kompetensi, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS.

Pengalaman tersebut juga dapat menjadi pertimbangan dalam pemetaan talenta dan pengembangan karier ASN, terutama dalam proses klasifikasi kompetensi oleh pejabat pembina kepegawaian.

Baca Juga :  Gugatan Aturan Mutasi PNS Minimal 10 Tahun Ditolak MK, Begini Pertimbangannya

Selektif dan Sukarela

Kementerian PANRB menegaskan bahwa tidak semua ASN otomatis menjadi Komcad. Program ini bersifat sukarela dan harus melalui tahapan seleksi. Persyaratan umum meliputi:

  • Usia 18–35 tahun
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Tidak memiliki catatan kriminal
  • Lulus seleksi administrasi dan kompetensi

Untuk tahun 2026, kuota ditetapkan sebanyak 4.400 ASN dari 49 kementerian/lembaga, yang akan dibagi dalam dua gelombang pelatihan mulai April mendatang.

Program ini disebut sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan nasional, sekaligus menjaga profesionalitas ASN tanpa mengabaikan hak dan kesejahteraan mereka.

Berita Terkait

Kabar Baik PPPK, Pemerintah Amankan Anggaran Rp31 Triliun untuk Pengalihan Status
Cara Buat Akun SSCASN BKN 2026 untuk CPNS: Syarat, Dokumen, dan Langkah Pendaftaran
Gaji PNS 2026 Semua Golongan: Tabel Lengkap, Gaji Tertinggi, Tunjangan dan Estimasi Penghasilan
Orang Tua Penerima MBG Bisa Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi, Ini Syaratnya
Status PPPK Difinalisasi, Pemerintah Larang Kepala Daerah Rekrut Staf Baru
DPR Setujui Putra Terbaik Jambi Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman 2026-2031, Gantikan Hery Susanto
ASN 18 Agustus 2026 Tetap Masuk Kerja, Pemerintah Beri Fleksibilitas Rayakan HUT RI
Gaji PNS 2027 Naik atau Tidak? RAPBN 2027 Naikkan Belanja Pegawai Jadi Rp378,9 Triliun
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kabar Baik PPPK, Pemerintah Amankan Anggaran Rp31 Triliun untuk Pengalihan Status

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Cara Buat Akun SSCASN BKN 2026 untuk CPNS: Syarat, Dokumen, dan Langkah Pendaftaran

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Gaji PNS 2026 Semua Golongan: Tabel Lengkap, Gaji Tertinggi, Tunjangan dan Estimasi Penghasilan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Orang Tua Penerima MBG Bisa Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 04:06 WIB

Status PPPK Difinalisasi, Pemerintah Larang Kepala Daerah Rekrut Staf Baru

Berita Terbaru

Teknologi

Huawei FreeClip 2 S Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp3,49 Juta

Sabtu, 29 Agu 2026 - 16:00 WIB

Teknologi

5 Laptop Ringan untuk Kuliah 2026, Harga Mulai Rp5 Jutaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:07 WIB