SUNGAI PENUH – Kekompakan tiga tokoh utama Pemerintah Kota Sungai Penuh semakin mencuri perhatian. Wali Kota Alfin, S.H., Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, dan Sekretaris Daerah Alfian terlihat semakin solid dalam menjalankan roda pemerintahan.
Hubungan ketiganya dinilai saling mengisi dalam memajukan Kota Sungai Penuh. Alfin memegang kendali kepemimpinan, Azhar mendampingi jalannya pemerintahan, sedangkan Alfian menjadi penggerak penting dalam koordinasi birokrasi. Kekompakan ini mulai memunculkan pertanyaan politik: apakah duet Alfin-Azhar akan berlanjut hingga dua periode?
Kedekatan pemerintah dengan masyarakat kembali terlihat saat kegiatan nonton bareng Piala Dunia di Taman Tugu 17 Kota Sungai Penuh. Alfin dan Azhar membaur bersama ratusan warga yang menyaksikan pertandingan Spanyol melawan Prancis.
Kegiatan tersebut digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sungai Penuh. Suasana berlangsung meriah ketika Spanyol mengalahkan Prancis dengan skor 2-0. Sorak-sorai warga pun menghidupkan suasana malam di pusat Kota Sungai Penuh.
Namun, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada pertandingan. Kehadiran Alfin dan Azhar secara bersama-sama di tengah warga kembali memperlihatkan kekompakan pasangan kepala daerah tersebut. Keduanya tampak santai, membaur, dan menikmati pertandingan bersama masyarakat.
Di sisi pemerintahan, peran Sekda Alfian juga menjadi bagian penting dalam menjaga ritme birokrasi. Hubungan yang solid antara kepala daerah, wakil kepala daerah, dan pimpinan tertinggi ASN dinilai menjadi modal penting untuk menjalankan program pembangunan secara efektif.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh untuk bersama-sama hadir dan meramaikan nonton bareng yang diselenggarakan Pemerintah Kota Sungai Penuh di Taman Tugu 17. Mari kita jaga ketertiban, kebersamaan, dan semangat sportivitas agar kegiatan ini menjadi hiburan yang menyenangkan bagi semua,” ujar Alfin.
Meski pembicaraan mengenai dua periode masih terlalu dini, kekompakan Alfin-Azhar tentu akan terus menjadi perhatian publik. Pada akhirnya, keberlanjutan duet tersebut akan ditentukan oleh kinerja, realisasi janji pembangunan, dan kepercayaan masyarakat. Jika hubungan politik tetap solid dan program pemerintahan mampu dirasakan warga, bukan tidak mungkin pertanyaan tentang dua periode akan semakin sering terdengar. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









