KAYONEWS.CO.ID – Nama Datuk Singarapi Putih Dasira bukanlah nama asing dalam sejarah adat Kerinci. Dalam berbagai tambo dan naskah adat, Datuk Singarapi Putih disebut sebagai salah satu pewaris utama garis keturunan Siyak Langih, tokoh yang diyakini datang dari Padang Genting, Minangkabau, dan menjadi penyebar agama Islam sekaligus peletak dasar tatanan adat di wilayah Sungai Penuh. Dari garis keturunan inilah lahir sejumlah pemimpin adat yang kemudian membentuk persekutuan masyarakat di Dusun Baru, Dusun Empih hingga Hamparan Rawang.
Dalam Tambo Mendapo Limo Dusun disebutkan bahwa Siyak Langih memiliki tiga orang putra yang kemudian menjadi leluhur penting di Sungai Penuh. Ketiganya adalah Jaaras yang bergelar Depati Satido Pamuncak Alam, Jaaris yang bergelar Datuk Cayo Depati, dan Jaarinsi yang bergelar Datuk Singarapi. Dari keturunan Datuk Singarapi inilah berkembang rumpun Singarapi yang kemudian tersebar ke berbagai wilayah adat Kerinci. Tambo juga menjelaskan bahwa garis keturunan tersebut menetap di Dusun Ampeh atau Dusun Empih yang kemudian menjadi salah satu pusat pemerintahan adat tua di Sungai Penuh.
Hubungan Datuk Singarapi Putih dengan Dusun Empih memiliki akar yang sangat kuat. Dusun Empih merupakan bagian dari persekutuan adat Mendapo Limo Dusun yang terdiri dari Dusun Sungai Penuh, Dusun Baru, Dusun Empih, Pondok Tinggi dan Bernik. Dalam struktur adat tersebut, keturunan Datuk Singarapi menjadi salah satu unsur penting yang menopang keberlangsungan pemerintahan adat. Hingga kini, berbagai kegiatan adat seperti Kenduri Sko masih menempatkan garis keturunan Singarapi sebagai bagian dari pemangku adat yang dihormati.
Sementara itu, hubungan dengan Dusun Baru tercermin melalui keberadaan pusaka adat yang diwariskan turun-temurun sejak masa Siyak Langih. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa tanduk kerbau bertuliskan aksara Incung yang menceritakan perjalanan Siyak Langih dibagi menjadi dua bagian. Bagian kanan disimpan oleh Datuk Singarapi Putih, sedangkan bagian kiri disimpan oleh Singarapi Gagap di Dusun Baru. Pembagian pusaka ini menunjukkan bahwa kedua pihak berasal dari satu rumpun keturunan yang sama dan memiliki tanggung jawab menjaga warisan leluhur.
Tidak hanya tanduk pusaka, berbagai benda bersejarah lainnya juga dikaitkan dengan Datuk Singarapi Putih. Di antaranya peti bergiwang Pandan Emas Lubuk Lembago, naskah Al-Qur’an tulisan tangan Siyak Langih yang dikenal dengan nama Merdu Bulan, keris pusaka, serta sejumlah naskah hukum adat beraksara Incung. Sebagian besar peninggalan tersebut masih disimpan dan dirawat di Rumah Gedang Luhah Datuk Singarapi Putih di Sungai Penuh sebagai bukti kesinambungan sejarah adat Kerinci.
Keterkaitan Datuk Singarapi Putih dengan Hamparan Rawang muncul melalui sistem pemerintahan adat yang lebih luas. Dalam struktur adat Depati Duo Nenek dan Depati IV Delapan Helai Kain di Hamparan Rawang, Datuk Singarapi merupakan salah satu jabatan adat yang memiliki tugas mengatur batas wilayah adat, menjaga keseimbangan hubungan antarkampung, serta menjadi bagian dari proses penyelesaian sengketa adat. Posisi tersebut menunjukkan bahwa pengaruh rumpun Singarapi tidak hanya berada di Sungai Penuh, tetapi juga menjangkau kawasan Rawang.
Buku Tambo Sakti Alam Kerinci bahkan mencatat nama Datuk Singarapi Putih sebagai salah satu unsur penting dalam rapat adat besar yang berlangsung di Hamparan Besar Tanah Rawang. Kawasan ini sejak lama dikenal sebagai tempat musyawarah para depati, ninik mamak dan pemangku adat dari berbagai wilayah di Kerinci. Keberadaan nama Datuk Singarapi Putih dalam struktur tersebut memperkuat posisinya sebagai tokoh adat yang memiliki pengaruh lintas wilayah.
Sejarawan dan budayawan Kerinci juga menilai bahwa hubungan antara Dasira, Dusun Baru, Dusun Empih dan Hamparan Rawang bukanlah hubungan antarwilayah yang berdiri sendiri. Keempatnya merupakan bagian dari jaringan genealogis yang berasal dari keturunan Siyak Langih. Perbedaan wilayah hanya mencerminkan perkembangan pemukiman dan pembagian tugas adat, sedangkan akar sejarah dan silsilahnya tetap saling terhubung.
Hingga saat ini, nama Datuk Singarapi Putih Dasira masih dihormati sebagai simbol persatuan adat. Melalui pusaka, tambo, rumah gedang dan tradisi Kenduri Sko, masyarakat Kerinci terus menjaga warisan leluhur yang telah bertahan selama berabad-abad. Jejak sejarah tersebut menunjukkan bahwa Dusun Baru, Dusun Empih dan Hamparan Rawang sesungguhnya terhubung dalam satu mata rantai adat besar yang berpusat pada keturunan Siyak Langih dan rumpun Datuk Singarapi.
FAQ
Siapa Datuk Singarapi Putih Dasira?
Datuk Singarapi Putih Dasira merupakan salah satu pemangku adat dan pewaris garis keturunan Datuk Singarapi yang berasal dari keturunan Siyak Langih.
Apa hubungan Datuk Singarapi Putih dengan Dusun Baru?
Keduanya terhubung melalui pusaka adat berupa tanduk tambo yang dibagi antara Datuk Singarapi Putih dan Singarapi Gagap Dusun Baru.
Apa hubungan dengan Dusun Empih?
Dusun Empih merupakan bagian dari Mendapo Limo Dusun yang menjadi wilayah utama keturunan Datuk Singarapi sejak masa awal Sungai Penuh.
Mengapa Hamparan Rawang penting dalam sejarah ini?
Hamparan Rawang merupakan pusat musyawarah adat Kerinci dan tempat berlangsungnya rapat para depati serta pemangku adat, termasuk Datuk Singarapi. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









