BGN Tegaskan Sasaran Utama MBG adalah Balita dan Ibu Hamil, Bukan Siswa Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NASIONAL-Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan pemahaman publik mengenai sasaran utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut disebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa sekolah, tetapi lebih dahulu menyasar kelompok rentan.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa prioritas utama penerima manfaat MBG adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan.

Menurut Sony, pemahaman tersebut terus disampaikan dalam berbagai kegiatan konsolidasi program MBG di sejumlah daerah yang melibatkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan mitra, serta satuan tugas MBG tingkat kabupaten dan kota.

“Tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu barulah peserta didik,” ujar Sony.

Masih Ada Mitra yang Keliru Memahami MBG

Sony mengungkapkan masih terdapat sejumlah mitra pelaksana yang memahami MBG hanya sebagai program makan gratis untuk siswa sekolah.

Menurutnya, kesalahpahaman tersebut diduga muncul karena istilah school meal yang selama ini sering digunakan sehingga dianggap hanya menyasar peserta didik.

Baca Juga :  Kontroversi Nobar Film Pesta Babi, Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Pelarangan

Akibatnya, sebagian mitra lebih fokus membangun kerja sama dengan sekolah dibanding memahami sasaran prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.

Padahal, pemerintah menempatkan kelompok rentan sebagai target utama karena memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

BGN menilai pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan investasi strategis jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi mendatang.

Periode 1.000 hari pertama kehidupan dikenal sebagai fase krusial dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Karena itu, seluruh pelaksana program MBG diminta memahami dan menjalankan kebijakan sesuai tujuan awal yang telah ditetapkan pemerintah.

Sony mengingatkan seluruh unsur pelaksana, mulai dari SPPG, yayasan, mitra pelaksana hingga satgas MBG daerah agar tidak menyimpang dari tujuan utama program.

Ia juga meminta seluruh pihak saling mengawasi dan memastikan implementasi program tetap berjalan sesuai arah kebijakan nasional.

Menurutnya, keberhasilan MBG akan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Program MBG Terus Diperluas

Program Makan Bergizi Gratis saat ini terus diperluas ke berbagai daerah melalui pembangunan dapur SPPG dan kerja sama dengan berbagai mitra pelaksana.

Baca Juga :  Pertamina Temukan Cadangan Migas Baru 724 Juta BOE di Blok Rokan, RDMP Balikpapan Siap Beroperasi November 2025

Pemerintah berharap program tersebut mampu membantu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal.

FAQ Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Siapa sasaran utama Program Makan Bergizi Gratis?

Sasaran utama Program MBG adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan.

Apakah siswa sekolah tetap mendapatkan MBG?

Ya. Siswa sekolah tetap menjadi penerima manfaat Program MBG, namun berada setelah kelompok prioritas utama yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Mengapa balita dan ibu hamil menjadi prioritas?

Karena kelompok tersebut berada dalam fase penting pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Apa tujuan utama Program MBG?

Program MBG bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas 2045.

Apa itu periode 1.000 hari pertama kehidupan?

Periode 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa sejak kehamilan hingga anak berusia sekitar dua tahun yang menjadi fase penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.

Berita Terkait

PT PP Urban Menangi Tender Rp138,9 Miliar, Renovasi RSUD Kerinci Segera Dimulai
Tim Film Pesta Babi Respons Sikap Mama Yasinta
Anak Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah? Ini Aturan Terbaru Komdigi untuk Usia di Bawah 17 Tahun
Jadwal Libur Nasional Juni 2026 Resmi, Ini Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend yang Wajib Dicatat
Kabar Baik untuk Pemda! Dana DBH dan DAU Mulai Cair Sejak Januari 2026
Kontroversi Film Pesta Babi Berlanjut, Tokoh Adat Papua Tempuh Jalur Hukum
Kabar Baik PPPK 2026: Kemendagri Bahas Pengangkatan Full Time dan Gaji APBN
CFD Rasuna Said Resmi Digelar Setiap Minggu Mulai 7 Juni 2026, Simak Jadwal dan Aturannya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 02:00 WIB

BGN Tegaskan Sasaran Utama MBG adalah Balita dan Ibu Hamil, Bukan Siswa Sekolah

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

PT PP Urban Menangi Tender Rp138,9 Miliar, Renovasi RSUD Kerinci Segera Dimulai

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:03 WIB

Tim Film Pesta Babi Respons Sikap Mama Yasinta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:46 WIB

Anak Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah? Ini Aturan Terbaru Komdigi untuk Usia di Bawah 17 Tahun

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:00 WIB

Jadwal Libur Nasional Juni 2026 Resmi, Ini Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend yang Wajib Dicatat

Berita Terbaru