5.000 PNS Terancam Dipecat Akibat Dugaan Suap Seleksi CPNS

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAYONEWS.CO.ID – Otoritas Thailand mengungkap dugaan praktik suap dan manipulasi nilai dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang disebut sebagai salah satu skandal rekrutmen terbesar di negara tersebut.

Kasus ini berpotensi menyebabkan sekitar 5.000 pegawai pemerintah daerah kehilangan status kepegawaiannya apabila terbukti memperoleh kelulusan melalui praktik kecurangan.

Penyelidikan masih berlangsung dan aparat berwenang menyatakan akan menindak seluruh pihak yang terbukti terlibat tanpa pengecualian.

Tiga Tersangka Ditangkap

Berdasarkan keterangan pemerintah Thailand yang dikutip sejumlah media setempat, aparat telah menangkap tiga tersangka utama yang diduga menjadi bagian dari jaringan manipulasi hasil ujian.

Mereka berasal dari kalangan penyelenggara pelatihan dan mantan pejabat pemerintah daerah yang diduga berperan dalam mengatur perubahan nilai ujian peserta.

Polisi masih mengembangkan penyelidikan guna mengungkap pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam praktik tersebut.

Diduga Ubah Nilai Ribuan Peserta

Penyidik menyebut jaringan tersebut diduga melibatkan sejumlah aparatur sipil yang bertugas mengubah hasil ujian ribuan peserta.

Sebelas pegawai negeri dijadwalkan menghadapi proses hukum atas dugaan pelanggaran, mulai dari pemalsuan dokumen, persekongkolan ilegal hingga manipulasi data dalam sistem komputer.

Baca Juga :  Orang Terkaya Dunia Desember 2025: Elon Musk Masih Teratas, Jeff Bezos di Posisi 4, Mark Zuckerberg Nomor 6

Selain itu, penyidik juga masih memburu pihak yang diduga membocorkan data hasil ujian kepada para pelaku.

Dugaan Suap Capai Rp400 Juta

Dalam penyelidikan sementara, peserta diduga diminta membayar uang antara 350.000 hingga 800.000 baht untuk memperoleh kelulusan.

Jika dikonversikan secara kasar, nilainya berkisar sekitar Rp175 juta hingga Rp400 juta, tergantung jabatan yang dilamar.

Besaran tersebut masih merupakan dugaan yang menjadi bagian dari proses penyidikan aparat Thailand.

Sekitar 5.000 PNS Terancam Diberhentikan

Kementerian Dalam Negeri Thailand mengungkapkan terdapat kejanggalan terhadap sekitar 5.000 orang dari total sekitar 15.000 pegawai pemerintah daerah yang direkrut melalui seleksi tahun ini.

Apabila terbukti memperoleh jabatan melalui manipulasi atau suap, mereka akan diberhentikan serta diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pemerintah Thailand menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun yang terlibat dalam kasus tersebut.

Seleksi Diikuti 400.000 Pelamar

Kasus ini bermula dari pelaksanaan seleksi pegawai pemerintah daerah yang berlangsung pada akhir tahun lalu.

Seleksi tersebut diikuti sekitar 400.000 pelamar yang memperebutkan sekitar 6.700 formasi di berbagai pemerintah daerah.

Baca Juga :  Kepulangan 58 Ribu Jamaah Umrah RI Berpotensi Molor

Besarnya jumlah peserta membuat kasus ini menjadi perhatian publik karena dinilai dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap sistem rekrutmen aparatur negara.

Pemerintah Janji Usut Tuntas

Perdana Menteri Thailand menegaskan pemerintah akan mengusut tuntas seluruh jaringan yang terlibat dalam dugaan manipulasi seleksi CPNS tersebut.

Pemerintah juga memastikan proses hukum akan diterapkan kepada siapa pun yang terbukti bersalah, tanpa memandang jabatan maupun afiliasi politik.

Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga menikmati keuntungan dari praktik tersebut.


FAQ

Apakah 5.000 PNS sudah resmi dipecat?
Belum. Mereka masih dalam proses penyelidikan. Pemberhentian akan dilakukan apabila terbukti terlibat dalam praktik kecurangan.

Berapa nilai dugaan suap?
Penyidik menduga uang yang dibayarkan berkisar 350.000–800.000 baht atau sekitar Rp175 juta hingga Rp400 juta.

Berapa jumlah peserta seleksi?
Sekitar 400.000 pelamar mengikuti seleksi untuk memperebutkan sekitar 6.700 formasi pegawai pemerintah daerah.

Apakah penyelidikan masih berlangsung?
Ya. Aparat Thailand masih mengembangkan kasus dan memburu pihak lain yang diduga terlibat.

Berita Terkait

Raja Salman Terbitkan 3 Dekrit, Arab Saudi Rombak Sejumlah Posisi Strategis
PM Anwar Ibrahim Dirawat, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan
Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX
Man City Comeback, Kalahkan Atletico Madrid 3-1 di Laga Pramusim Asia Tour 2026
Meta Didenda Rp10,12 Triliun, Instagram dan Facebook Wajib Batasi Remaja
Siang Berubah Gelap! Gerhana Matahari Total 2027 Jadi Fenomena Astronomi Terlangka
Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya
Pecahkan Rekor Dunia! Nathan Thomas Resmi Jadi Profesor di Usia 18 Tahun
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Raja Salman Terbitkan 3 Dekrit, Arab Saudi Rombak Sejumlah Posisi Strategis

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:03 WIB

PM Anwar Ibrahim Dirawat, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Man City Comeback, Kalahkan Atletico Madrid 3-1 di Laga Pramusim Asia Tour 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Meta Didenda Rp10,12 Triliun, Instagram dan Facebook Wajib Batasi Remaja

Berita Terbaru

Otomotif

Polytron Fox 500 Turun Jadi Rp38 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Senin, 17 Agu 2026 - 14:06 WIB