4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Empat anak mendiang pengusaha Michael Bambang Hartono dikabarkan menerima pengalihan saham senilai sedikitnya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,3 triliun untuk masing-masing ahli waris. Nilai tersebut berasal dari kepemilikan saham keluarga Hartono melalui perusahaan holding PT Dwimuria Investama Andalan (DIA).

Informasi mengenai pengalihan aset tersebut diberitakan media asing The Star dan kemudian menjadi sorotan karena nilainya termasuk sangat besar dalam konteks transfer kekayaan keluarga di Asia. Perhitungan rupiah menggunakan asumsi kurs sekitar Rp17.870 per dolar AS.

Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura pada Maret 2026 dalam usia 86 tahun. Semasa hidup, ia dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di Indonesia dan bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, mengendalikan berbagai aset bisnis keluarga.

49 Persen Saham Michael di Dwimuria Dibagi kepada Empat Anak

Berdasarkan dokumen pemerintah yang dikutip dalam pemberitaan tersebut, 49 persen kepemilikan Michael Hartono di PT Dwimuria Investama Andalan telah dialihkan kepada empat ahli warisnya.

Jika dibagi rata, masing-masing anak memperoleh porsi sekitar seperempat dari kepemilikan yang dialihkan tersebut.

Dwimuria merupakan perusahaan holding penting dalam struktur kepemilikan keluarga Hartono, termasuk terkait saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Nilai kepemilikan Michael di perusahaan holding tersebut, jika dihitung berdasarkan nilai saham BCA yang berada di bawah struktur kepemilikan Dwimuria, mencapai sekitar US$11,7 miliar atau Rp209,1 triliun pada 11 Agustus 2026.

Namun, angka tersebut merupakan nilai kepemilikan saham, bukan berarti seluruh nilai tersebut diterima dalam bentuk uang tunai oleh ahli waris.

BCA Jadi Salah Satu Aset Utama Keluarga Hartono

Michael dan Robert Budi Hartono selama bertahun-tahun dikenal sebagai pemegang kendali utama BCA melalui struktur perusahaan holding keluarga.

Setelah Michael meninggal, struktur pengendalian perusahaan mengalami perubahan. Dalam keterbukaan informasi BCA, perusahaan menyampaikan bahwa Robert Budi Hartono menjadi Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA setelah perubahan struktur kepemilikan PT Dwimuria.

BCA menyebut perubahan tersebut telah dicatat dalam administrasi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga :  Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Cair Kena Pajak? Simak Aturan Terbaru dan Cara Hitungnya

Dengan demikian, pengalihan sebagian kepemilikan Michael kepada ahli warisnya tidak serta-merta berarti terjadi perubahan langsung terhadap pengendalian operasional BCA.

Kekayaan Keluarga Hartono Berasal dari Berbagai Sektor

Kekayaan keluarga Hartono tidak hanya berasal dari sektor perbankan.

Keluarga tersebut dikenal sebagai pemilik Grup Djarum, yang memiliki bisnis di berbagai sektor. Selain industri rokok, kelompok usaha keluarga Hartono juga memiliki kepentingan di bidang properti, elektronik, perdagangan digital, perkebunan, hingga investasi.

Forbes mencatat Michael Hartono sebagai salah satu orang terkaya Indonesia dengan sumber kekayaan antara lain berasal dari perbankan dan bisnis tembakau. Ia juga memiliki empat anak.

Keluarga Hartono juga memiliki kepentingan pada bisnis digital melalui Global Digital Niaga, perusahaan yang menaungi platform e-commerce Blibli, serta bisnis elektronik Polytron yang kemudian masuk ke sektor kendaraan listrik.

Salah Satu Transfer Kekayaan Terbesar di Asia

Besarnya nilai pengalihan saham kepada empat ahli waris membuat proses tersebut disebut sebagai salah satu transfer kekayaan keluarga terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai gambaran, nilai sekitar US$2,93 miliar per ahli waris berarti jika empat bagian tersebut dijumlahkan, nilai saham yang dialihkan mencapai sekitar US$11,72 miliar.

Meski demikian, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai estimasi nilai aset atau saham berdasarkan nilai pasar, bukan jumlah uang tunai yang masuk ke rekening masing-masing ahli waris.

Transfer kekayaan tersebut juga menjadi bagian dari proses pergantian generasi dalam pengelolaan bisnis keluarga Hartono setelah meninggalnya Michael Bambang Hartono.

Siapa Michael Bambang Hartono?

Michael Bambang Hartono merupakan salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia. Ia bersama Robert Budi Hartono mengembangkan bisnis keluarga yang bermula dari industri rokok menjadi kelompok usaha dengan portofolio yang jauh lebih luas.

Michael meninggal pada 19 Maret 2026 di Singapura pada usia 86 tahun. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh pihak Grup Djarum.

Selain dunia bisnis, Michael juga dikenal sebagai atlet bridge. Ia pernah meraih medali perunggu pada Asian Games 2018.

Baca Juga :  Cara Transfer DANA ke BCA Tanpa Ribet, Simak Langkah, Syarat, dan Biayanya

Apa Dampaknya bagi Bisnis Keluarga Hartono?

Pengalihan saham kepada generasi berikutnya menunjukkan bahwa proses suksesi bisnis keluarga Hartono mulai memasuki tahap penting.

Namun, kepemilikan saham dan pengendalian perusahaan merupakan dua hal yang berbeda. Ahli waris dapat menerima kepemilikan ekonomi atas saham, sementara struktur pengendalian perusahaan tetap berada pada pihak yang ditentukan dalam struktur korporasi.

Karena itu, perkembangan berikutnya akan menarik untuk diperhatikan, terutama terkait perubahan kepemilikan saham, struktur holding keluarga, serta keterlibatan generasi penerus dalam perusahaan-perusahaan yang berada di bawah Grup Djarum.

Catatan: Nilai Rp52,3 triliun per orang merupakan estimasi berdasarkan nilai saham dan kurs yang digunakan dalam pemberitaan. Nilainya dapat berubah mengikuti harga saham dan nilai tukar rupiah.

FAQ

1. Berapa warisan yang diterima masing-masing anak Michael Hartono?
Masing-masing anak dikabarkan menerima pengalihan saham senilai sekitar US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,3 triliun berdasarkan kurs yang digunakan dalam pemberitaan.

2. Apakah warisan tersebut berupa uang tunai?
Tidak. Nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan nilai kepemilikan saham, sehingga tidak sama dengan uang tunai yang diterima ahli waris.

3. Apa itu PT Dwimuria Investama Andalan?
PT Dwimuria Investama Andalan merupakan perusahaan holding keluarga Hartono yang memiliki peran penting dalam struktur kepemilikan saham BCA.

4. Siapa yang menjadi pengendali terakhir BCA setelah Michael Hartono meninggal?
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip CNN Indonesia, Robert Budi Hartono menjadi Pemegang Saham Pengendali Terakhir BCA setelah perubahan struktur kepemilikan.

5. Kapan Michael Bambang Hartono meninggal?
Michael Bambang Hartono meninggal pada 19 Maret 2026 di Singapura pada usia 86 tahun.

6. Apakah empat anak Michael Hartono otomatis mengendalikan BCA?
Tidak. Kepemilikan saham yang diwariskan tidak otomatis berarti setiap ahli waris menjadi pengendali BCA. Struktur pengendalian perusahaan mengikuti struktur korporasi dan ketentuan yang berlaku.

Berita Terkait

Kemenag Usul Rp9,6 Triliun untuk Guru Agama pada 2027, Ini Rinciannya
Kode Redeem Free Fire 16 Agustus 2026, Klaim Sekarang Sebelum Kedaluwarsa
Anggaran Pendidikan 2027 Tembus Rp820,9 Triliun, Ini Rincian PIP, KIP Kuliah dan Tunjangan Guru
Gaji Guru 2027 Berpeluang Naik, Ini Sinyal Terbaru dari Banggar DPR
APBN 2027 Prabowo: Anggaran Rp4.097,2 Triliun, Ini Prioritas dan Dampaknya
Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Usut Tambang Ilegal, Keduanya Berdiri Siap
Membanggakan! Putra Sungai Penuh Riza Kesra Permata Jabat Dandenpom Lanal Banten
Kabar Baik UMKM! Biaya Layanan E-Commerce Dipotong 50%
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:00 WIB

4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:01 WIB

Kemenag Usul Rp9,6 Triliun untuk Guru Agama pada 2027, Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 00:25 WIB

Kode Redeem Free Fire 16 Agustus 2026, Klaim Sekarang Sebelum Kedaluwarsa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Anggaran Pendidikan 2027 Tembus Rp820,9 Triliun, Ini Rincian PIP, KIP Kuliah dan Tunjangan Guru

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Gaji Guru 2027 Berpeluang Naik, Ini Sinyal Terbaru dari Banggar DPR

Berita Terbaru