BCA Salurkan KPR Rp144,3 Triliun hingga Juni 2026, Apa yang Terjadi dengan Pasar Rumah?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pasar kredit pemilikan rumah (KPR) Indonesia memasuki fase yang menarik pada 2026. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat outstanding KPR mencapai Rp144,3 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 4,8% secara tahunan (YoY).

Angka tersebut menunjukkan pembiayaan rumah masih tumbuh, tetapi lajunya belum terlalu tinggi. Kondisi ini terjadi ketika daya beli masyarakat, tingkat suku bunga, harga rumah, dan kemampuan membayar cicilan menjadi pertimbangan utama calon pembeli.

KPR BCA Tumbuh 4,8%

Berdasarkan laporan kinerja semester I 2026, portofolio KPR BCA mencapai Rp144,3 triliun atau meningkat 4,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kuartalan, KPR BCA tumbuh sekitar 1,3%, sedangkan secara year-to-date meningkat sekitar 1,8%.

BCA menilai perlambatan pada semester pertama merupakan pola yang cukup lazim. Menurut manajemen, pertumbuhan KPR biasanya kembali meningkat setelah pelaksanaan BCA Expoversary atau Expo KPR pada kuartal II.

Pasar KPR Indonesia Juga Melambat

Perlambatan tidak hanya terjadi pada BCA.

Data Bank Indonesia menunjukkan outstanding KPR perbankan pada Juni 2026 mencapai sekitar Rp852 triliun, tumbuh 4,4% YoY. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Mei 2026 sebesar 4,7%.

Artinya, masyarakat masih membutuhkan pembiayaan rumah, tetapi pertumbuhannya belum secepat yang diharapkan.

Salah satu faktor yang memengaruhi adalah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Selain itu, suku bunga dan kenaikan harga rumah juga dapat membuat calon pembeli lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Kenapa Banyak Orang Masih Menunda Beli Rumah?

Rumah merupakan aset dengan nilai transaksi besar sehingga keputusan pembelian sangat sensitif terhadap kemampuan mencicil.

Baca Juga :  Dolar AS Makin Perkasa, Ini Strategi Aman Menjaga Nilai Kekayaan

Ketika bunga kredit tinggi, cicilan bulanan dapat menjadi lebih berat. Di sisi lain, kenaikan harga rumah yang lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan membuat sebagian masyarakat memilih menunda pembelian.

Kondisi tersebut juga membuat bank harus menjaga kualitas kredit sekaligus mencari segmen pertumbuhan baru.

BCA Masih Optimistis di Semester II 2026

Meski pertumbuhan KPR melambat, BCA masih melihat peluang untuk meningkatkan penyaluran kredit perumahan pada semester II.

BCA secara keseluruhan mencatat total kredit mencapai Rp1.036 triliun pada semester I 2026, tumbuh 8% YoY. Bank tersebut juga mempertahankan target pertumbuhan kredit sekitar 8%-10% sampai akhir 2026.

Ini menunjukkan bisnis kredit BCA secara keseluruhan masih ekspansif meskipun segmen konsumer menghadapi tekanan.

Apa Artinya bagi Calon Pembeli Rumah?

Bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan KPR, perlambatan pertumbuhan bukan berarti kesempatan membeli rumah sudah tertutup.

Justru calon debitur perlu lebih cermat membandingkan:

  • suku bunga fixed dan floating;
  • besarnya uang muka;
  • tenor KPR;
  • biaya administrasi dan provisi;
  • kemampuan membayar cicilan;
  • potensi kenaikan cicilan setelah masa fixed berakhir;
  • serta harga rumah dibandingkan kemampuan finansial.

BCA sendiri menyediakan informasi KPR seperti suku bunga, tanggal perubahan suku bunga, saldo pokok, sisa tenor, serta tabel angsuran melalui sejumlah kanal layanan nasabah.

Apakah Harga Rumah Akan Turun?

Data KPR yang melambat belum cukup untuk menyimpulkan bahwa harga rumah akan turun.

Permintaan pembiayaan yang lebih lambat bisa menunjukkan calon pembeli semakin berhati-hati, tetapi harga properti juga dipengaruhi oleh lokasi, biaya pembangunan, harga tanah, pasokan rumah, dan kebijakan pemerintah.

Baca Juga :  RUPST 2026 BCA Tetapkan Susunan Komisaris dan Direksi Baru, Jabatan Hingga 2029

Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya menunggu harga turun, tetapi menghitung apakah cicilan rumah tersebut memang sesuai kemampuan keuangan.

Kesimpulan

KPR BCA sebesar Rp144,3 triliun hingga Juni 2026 memperlihatkan bahwa pembiayaan rumah masih memiliki permintaan yang kuat. Namun, pertumbuhan 4,8% YoY menunjukkan pasar tidak sedang mengalami ekspansi yang sangat cepat.

Semester II 2026 menjadi periode penting untuk melihat apakah permintaan KPR kembali menguat setelah aktivitas promosi dan pameran properti meningkat.

Bagi calon pembeli, faktor terpenting bukan hanya “kapan harga rumah turun?”, tetapi juga berapa cicilan yang aman, berapa bunga KPR, dan apakah penghasilan mampu menanggung cicilan dalam jangka panjang.

FAQ

Berapa KPR BCA hingga Juni 2026?
Outstanding KPR BCA mencapai Rp144,3 triliun.

Berapa pertumbuhan KPR BCA?
KPR BCA tumbuh 4,8% secara tahunan hingga Juni 2026.

Apakah pasar KPR Indonesia sedang melambat?
Ya. Outstanding KPR perbankan pada Juni 2026 tumbuh 4,4% YoY, lebih rendah dibandingkan 4,7% pada Mei.

Apakah sekarang waktu yang tepat membeli rumah?
Tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang. Calon pembeli perlu menghitung uang muka, cicilan, bunga, tenor, dan kestabilan pendapatan.

Apakah KPR BCA akan kembali tumbuh?
BCA optimistis pertumbuhan KPR dapat menguat pada semester II 2026, antara lain setelah aktivitas Expo KPR pada kuartal II. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 01:02 WIB

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Selasa, 3 November 2026 - 06:05 WIB

Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 01:04 WIB

Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?

Berita Terbaru