Trump Resmi Ganti Istilah AI Jadi Super Intelligence, Ini Alasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengubah istilah Artificial Intelligence (AI) menjadi Super Intelligence (SI) dalam lingkungan pemerintahan federal Amerika Serikat.

Perubahan tersebut diumumkan Trump setelah pertemuan dengan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi raksasa di Gedung Putih. Trump mengatakan istilah “artificial” atau buatan tidak lagi mencerminkan perkembangan teknologi yang menurutnya telah melampaui konsep kecerdasan buatan konvensional.

Dalam pernyataannya pada 29 September 2026, Trump menyebut perubahan nama tersebut sebagai langkah resmi pemerintah AS. Ia mengatakan istilah yang digunakan kini adalah Super Intelligence atau disingkat SI.

Perintah eksekutif yang diterbitkan Gedung Putih mengarahkan departemen dan lembaga pemerintah menggunakan istilah “Super Intelligence” dan “SI” dalam korespondensi resmi, komunikasi publik, dokumen kebijakan, serta dokumen nonstatutori di lingkungan eksekutif.

Trump sebelumnya mengatakan teknologi tersebut memiliki potensi lebih besar dibandingkan revolusi industri dan perkembangan internet. Ia juga menegaskan Amerika Serikat harus mempertahankan posisi terdepan dalam perlombaan teknologi, terutama dalam persaingan dengan China.

Baca Juga :  Google Bayar Rp16 Triliun per Bulan ke SpaceX, Industri AI Masuk Babak Baru

Pertemuan di Gedung Putih turut mempertemukan sejumlah tokoh teknologi dunia. Mereka antara lain Elon Musk, CEO Nvidia Jensen Huang, CEO Meta Mark Zuckerberg, CEO Alphabet Google Sundar Pichai, CEO Microsoft Satya Nadella, pendiri Amazon Jeff Bezos, CEO Anthropic Dario Amodei, serta Presiden OpenAI Greg Brockman.

Selain perubahan nomenklatur, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan sukarela mengenai keamanan teknologi. Perusahaan peserta menyatakan komitmen membangun pengendalian internal dan melibatkan auditor independen untuk mengevaluasi sistem keamanan mereka.

Perubahan istilah ini tidak berarti seluruh dunia secara otomatis mengganti istilah AI menjadi SI. Kebijakan tersebut terutama berkaitan dengan penggunaan terminologi dalam lingkungan pemerintahan eksekutif Amerika Serikat. Karena itu, istilah Artificial Intelligence masih tetap digunakan secara luas oleh perusahaan, akademisi, media, dan lembaga internasional.

FAQ

Apa itu Super Intelligence atau SI?
SI merupakan istilah yang kini digunakan pemerintah AS untuk merujuk pada teknologi yang sebelumnya disebut Artificial Intelligence.

Baca Juga :  Investor Panik! Apple Kehilangan Rp4.482 Triliun Setelah Umumkan Kenaikan Harga

Mengapa Trump mengganti istilah AI menjadi SI?
Trump mengatakan istilah “artificial” tidak lagi menggambarkan kemampuan teknologi modern dan memilih istilah “Super Intelligence”.

Apakah istilah AI sudah dilarang di seluruh dunia?
Tidak. Perubahan tersebut berkaitan dengan terminologi resmi pemerintah AS dan tidak otomatis berlaku bagi negara atau organisasi lain.

Siapa saja tokoh teknologi yang hadir dalam pertemuan Trump?
Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi, termasuk Elon Musk, Jensen Huang, Mark Zuckerberg, Sundar Pichai, Satya Nadella, Dario Amodei, dan Greg Brockman.

Apakah perubahan nama ini mengubah teknologi AI?
Perubahan nomenklatur tidak dengan sendirinya mengubah teknologi. Kebijakan tersebut terutama mengubah istilah yang digunakan pemerintah AS dalam komunikasi dan dokumen resmi. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla Indonesia, Wakil PM Sebut Belum Ada Respons
Trump Anugerahkan Penghargaan Sains dan Teknologi kepada 6 Bos Teknologi
Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Menang, Martin Posisi 4
MotoGP 2027 Punya Dua Grid, Ini Perubahan Format Balap yang Wajib Diketahui
China Perketat Perjalanan Talenta AI, Keluarga Eksekutif Disebut Wajib Izin
Noah Shinn, Drop Out 23 Tahun yang Bikin Startup AI Bernilai Rp179 Triliun
Elon Musk Makin Kaya, Hartanya Naik Rp1.092 Triliun Hanya dalam Sehari
Biaya Tinggal Permanen di Jepang Tembus Rp22,7 Juta, Syarat Juga Diperketat
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla Indonesia, Wakil PM Sebut Belum Ada Respons

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Trump Anugerahkan Penghargaan Sains dan Teknologi kepada 6 Bos Teknologi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Menang, Martin Posisi 4

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:00 WIB

MotoGP 2027 Punya Dua Grid, Ini Perubahan Format Balap yang Wajib Diketahui

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06 WIB

China Perketat Perjalanan Talenta AI, Keluarga Eksekutif Disebut Wajib Izin

Berita Terbaru