Menkes Budi Gunadi: Hantavirus di Jakarta Terkendali dan Tidak Mudah Menular

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan kasus Hantavirus yang terdeteksi di Jakarta saat ini masih dalam kondisi terkendali. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan ketat terhadap warga negara asing (WNA) yang diketahui memiliki riwayat kontak erat dengan kasus tersebut.

Meski hasil pemeriksaan sementara menunjukkan hasil negatif, WNA tersebut tetap menjalani isolasi dan pengawasan kesehatan selama 14 hari sesuai masa inkubasi yang ditetapkan otoritas kesehatan Indonesia.

“Kami akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Menurut Menkes, WNA tersebut sebelumnya berada di kapal luar negeri sebelum masuk ke Indonesia. Informasi mengenai riwayat kontak erat dengan kasus Hantavirus diterima pemerintah Indonesia dari otoritas kesehatan Inggris pada 7 Mei 2026.

Baca Juga :  Penyebaran Super Flu Terkendali, Indonesia Catat 74 Kasus di 13 Provinsi

Setelah identitas pasien diketahui, pemerintah bergerak cepat dengan melakukan evakuasi ke RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso pada 8 Mei 2026 untuk menjalani isolasi dan pemantauan medis lebih lanjut.

Menkes menegaskan bahwa Hantavirus berbeda dengan Covid-19 karena tidak mudah menular dari manusia ke manusia. Ia menyebut sistem surveilans kesehatan Indonesia kini jauh lebih siap dibandingkan saat awal pandemi Covid-19.

“Indonesia sejak pandemi Covid-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasional,” katanya.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh Orthohantavirus dan umumnya menular melalui hewan pengerat seperti tikus dan curut. Penularan dapat terjadi akibat kontak dengan urine, air liur, feses, atau gigitan hewan yang terinfeksi.

Baca Juga :  Kenali Gejala Virus Nipah Sejak Dini, Awalnya Flu Biasa Bisa Fatal

Secara medis, terdapat dua manifestasi klinis utama dari infeksi Hantavirus. Pertama adalah Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang menyerang ginjal dengan masa inkubasi sekitar satu hingga dua minggu. Kedua adalah Hanta Pulmonary Syndrome (HPS), yang menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius.

Gejala awal Hantavirus umumnya meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, lemas, hingga gangguan pernapasan pada kondisi berat. Karena belum tersedia obat khusus untuk Hantavirus, penanganan pasien dilakukan secara suportif sesuai gejala yang dialami.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan hewan pengerat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala mencurigakan setelah kontak dengan area berisiko.

Berita Terkait

Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Resmi Kemendikdasmen dan Kemenag
Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi
Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu
Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter, Pemerintah Bergerak
Dana Transfer Daerah 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Dampaknya ke APBD dan Gaji ASN
4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang
Kemenag Usul Rp9,6 Triliun untuk Guru Agama pada 2027, Ini Rinciannya
Kode Redeem Free Fire 16 Agustus 2026, Klaim Sekarang Sebelum Kedaluwarsa
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:33 WIB

Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Resmi Kemendikdasmen dan Kemenag

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter, Pemerintah Bergerak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Dana Transfer Daerah 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Dampaknya ke APBD dan Gaji ASN

Berita Terbaru

Otomotif

Polytron Fox 500 Turun Jadi Rp38 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Senin, 17 Agu 2026 - 14:06 WIB