Jakarta-Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dengan total 5.476 formasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menjadi peluang emas bagi masyarakat, khususnya lulusan perguruan tinggi, untuk berkarier di sektor strategis kelautan sekaligus mendapatkan pengalaman kerja di lingkungan BUMN.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan gratis tanpa pungutan biaya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu karena seluruh proses hanya melalui jalur resmi.
Adapun syarat utama yang harus dipenuhi pelamar meliputi pendidikan minimal D3 hingga S1 semua jurusan, usia maksimal 35 tahun, serta IPK minimal 2,75. Persyaratan ini dinilai cukup terbuka sehingga peluang lolos semakin besar bagi banyak calon pelamar di seluruh Indonesia.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi pemerintah. Pelamar disarankan untuk segera mendaftar karena kuota terbatas dan potensi persaingan cukup tinggi mengingat posisi ini menawarkan prospek kerja yang stabil dan menjanjikan.
Terdapat empat posisi utama yang dibuka dalam rekrutmen ini, yaitu manajer, kepala produksi, penjamin mutu, dan administrasi keuangan. Posisi manajer mensyaratkan minimal pendidikan D4, sementara posisi lainnya dapat diisi oleh lulusan D3.
Menariknya, pemerintah akan memprioritaskan pelamar dari wilayah sekitar Kampung Nelayan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal sekaligus memperkuat ekonomi berbasis desa pesisir.
Peserta yang lolos seleksi nantinya akan bekerja di bawah naungan PT Agrinas Jaladri Nusantara dengan sistem kontrak selama dua tahun. Status ini memberikan peluang besar untuk mendapatkan pengalaman kerja profesional serta potensi pengembangan karier ke depan.
Program pembangunan 1.300 Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Dengan adanya rekrutmen ini, pemerintah berharap mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir Indonesia. (Tim)









