KESEHATAN-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai daerah pernah dikenakan sanksi suspend sejak program berjalan.
Data BGN menunjukkan bahwa hingga 29 Mei 2026, sebanyak 8.182 SPPG pernah mengalami suspend dari total 27.208 dapur MBG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.659 SPPG telah kembali beroperasi setelah memenuhi ketentuan yang berlaku, sementara 2.213 SPPG masih berstatus suspend.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengatakan langkah suspend dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap kualitas layanan, keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap petunjuk teknis pelaksanaan program MBG.
Lebih dari 2.000 Dapur Masih Disuspend
Berdasarkan data BGN, wilayah Pulau Jawa menjadi daerah dengan jumlah suspend tertinggi.
Dari 16.594 SPPG yang beroperasi di Pulau Jawa, sebanyak 1.666 dapur masih dalam status suspend hingga akhir Mei 2026.
Sementara di wilayah Sumatera terdapat 148 SPPG yang masih disuspend dari total 5.968 dapur yang beroperasi.
Adapun wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua mencatat 399 SPPG yang masih menjalani masa suspend dari total 4.646 dapur aktif.
Penyebab Dapur MBG Kena Suspend
BGN mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan dapur MBG dikenai sanksi suspend.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Terjadinya gangguan kesehatan pada penerima manfaat seperti diare, muntah, atau gangguan pencernaan.
- Menu yang disajikan tidak sesuai standar anggaran bahan baku.
- Dugaan praktik mark up harga bahan baku makanan.
- Bangunan dapur tidak memenuhi standar teknis yang ditetapkan.
- Belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
- Tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
- Tidak menyediakan fasilitas mess bagi petugas yang diwajibkan.
- Peralatan dapur tidak sesuai standar operasional.
- Tata kelola organisasi yang buruk.
- Konflik antara yayasan dan mitra pelaksana.
- Jumlah pemasok bahan baku tidak memenuhi ketentuan minimal.
Menurut BGN, suspend dilakukan untuk memastikan kualitas layanan gizi tetap terjaga serta menghindari potensi risiko kesehatan bagi penerima manfaat.
Fokus pada Kelompok Rentan
Selain masalah teknis dan manajemen, BGN juga menyoroti kewajiban setiap SPPG untuk mendistribusikan makanan bergizi kepada kelompok prioritas yang dikenal sebagai kelompok 3B.
Kelompok tersebut terdiri dari:
- Ibu hamil (Bumil)
- Ibu menyusui (Busui)
- Balita
BGN menegaskan bahwa kelompok rentan tersebut menjadi sasaran utama program MBG sebelum peserta didik di sekolah.
Batas Waktu hingga 2 Juni 2026
BGN memberikan tenggat waktu hingga 2 Juni 2026 bagi seluruh SPPG untuk menunjukkan bukti distribusi makanan kepada kelompok 3B.
Apabila tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut, SPPG berpotensi dikenakan suspend mayor yang berakibat penghentian insentif serta peringatan keras kepada Kepala SPPG.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan program prioritas nasional berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran.
Pengawasan Program MBG Diperketat
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya generasi Indonesia Emas 2045.
Karena itu, BGN menegaskan pengawasan terhadap dapur MBG akan terus diperketat, baik dari sisi kualitas makanan, sanitasi, tata kelola organisasi, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.
BGN juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait pelaksanaan program guna meningkatkan kualitas layanan di seluruh Indonesia.
FAQ
Apa itu SPPG dalam program MBG?
SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi adalah dapur atau unit pelaksana yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat program MBG.
Berapa jumlah SPPG yang pernah disuspend?
Hingga 29 Mei 2026, sebanyak 8.182 SPPG pernah dikenakan sanksi suspend oleh BGN.
Berapa jumlah SPPG yang masih disuspend?
Sebanyak 2.213 SPPG masih dalam status suspend karena belum memenuhi ketentuan yang berlaku.
Apa penyebab utama SPPG disuspend?
Penyebabnya antara lain masalah sanitasi, mutu gizi, manajemen organisasi, infrastruktur, hingga kejadian gangguan kesehatan pada penerima manfaat.
Siapa kelompok prioritas program MBG?
Kelompok prioritas MBG adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau yang dikenal sebagai kelompok 3B.









