Laba Manulife Indonesia Melonjak 161,5% Jadi Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatat kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang tahun 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,28 triliun, melonjak 161,5 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pencapaian ini menunjukkan kuatnya fundamental bisnis perusahaan di tengah dinamika industri jasa keuangan nasional.

Lonjakan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp3,97 triliun. Selain itu, pertumbuhan pendapatan investasi, termasuk dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI), turut memberikan kontribusi signifikan dengan nilai mencapai Rp5,09 triliun.

Sepanjang 2025, Manulife Indonesia juga mencatat total aset sebesar Rp66,17 triliun. Sementara itu, hasil jasa asuransi bersih tercatat Rp299,77 miliar. Kombinasi kinerja bisnis asuransi dan investasi menghasilkan total laba dari aktivitas tersebut sebesar Rp1,28 triliun.

Dari sisi kesehatan keuangan, perusahaan menunjukkan posisi yang sangat kuat. Rasio Risk Based Capital (RBC) atau tingkat solvabilitas Manulife Indonesia mencapai 650 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Angka ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban kepada nasabah.

Baca Juga :  Daftar Uang Rupiah yang Tidak Berlaku Lagi, BI Minta Segera Ditukar

Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti keberhasilan strategi pertumbuhan bisnis yang dijalankan perusahaan. Menurutnya, disiplin dalam pengelolaan investasi serta penguatan layanan menjadi faktor utama yang mendukung kinerja positif sepanjang tahun lalu.

Di sisi lain, beban jasa asuransi yang meliputi klaim asuransi jiwa, kesehatan, dan biaya layanan terkait tercatat sebesar Rp3,68 triliun. Meski demikian, perusahaan tetap mampu menjaga profitabilitas dan mencatat pertumbuhan laba yang signifikan.

Tahun 2025 juga menjadi momen penting karena menandai 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia. Selama empat dekade, perusahaan terus memperluas layanan perlindungan dan investasi bagi nasabah individu maupun korporasi di berbagai wilayah Indonesia.

Saat ini Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah melalui jaringan lebih dari 18.000 tenaga pemasar profesional dan karyawan yang tersebar di lebih dari 70 kantor pemasaran. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, perusahaan optimistis dapat mempertahankan momentum positif pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga :  Aturan Baru Asuransi Kesehatan 2026, Siap-siap Biaya Ditanggung Bersama

FAQ

Q: Berapa laba Manulife Indonesia pada 2025? A: Manulife Indonesia mencatat laba setelah pajak sebesar Rp1,28 triliun sepanjang 2025.

Q: Berapa pertumbuhan laba Manulife Indonesia? A: Laba perusahaan tumbuh 161,5 persen secara tahunan (YoY).

Q: Berapa total aset Manulife Indonesia? A: Total aset perusahaan mencapai Rp66,17 triliun pada akhir 2025.

Q: Berapa rasio RBC Manulife Indonesia? A: Rasio solvabilitas atau RBC tercatat sebesar 650 persen.

Q: Apa faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba? A: Pertumbuhan didukung oleh kenaikan pendapatan jasa asuransi dan pendapatan investasi, termasuk produk PAYDI. (Tim)

Berita Terkait

BCA Resmi Membagikan Dividen Interim Rp2,46 Triliun, Pemegang Saham BBCA Cairkan Dana Mulai 26 Juni 2026
Industri Kayu Bangkit! BRI Siapkan Kredit Bunga 6% dan Solusi Digital QLola, Peluang Bisnis Miliaran Terbuka di 2026
Health Insurance Premiums Keep Climbing, Forcing Americans to Review Their Coverage
Prudential Indonesia Raup Premi Rp21,1 Triliun, Bayar Klaim Rp16 Triliun dan Cetak Laba Rp2,4 Triliun
Suku Bunga Deposito BRI, BNI, Mandiri dan BCA Hari Ini 5 Juni 2026, Bank Mana Paling Untung?
Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Skema Baru Tarif Tiket Pesawat, Apa Dampaknya bagi Penumpang?
Tax Planning Moves That Could Save Thousands of Dollars This Year
Aturan Baru Marketplace Segera Terbit, Toko Online Tak Bisa Lagi Naikkan Biaya Admin Sembarangan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:30 WIB

Laba Manulife Indonesia Melonjak 161,5% Jadi Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:17 WIB

BCA Resmi Membagikan Dividen Interim Rp2,46 Triliun, Pemegang Saham BBCA Cairkan Dana Mulai 26 Juni 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:00 WIB

Industri Kayu Bangkit! BRI Siapkan Kredit Bunga 6% dan Solusi Digital QLola, Peluang Bisnis Miliaran Terbuka di 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:00 WIB

Health Insurance Premiums Keep Climbing, Forcing Americans to Review Their Coverage

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:00 WIB

Prudential Indonesia Raup Premi Rp21,1 Triliun, Bayar Klaim Rp16 Triliun dan Cetak Laba Rp2,4 Triliun

Berita Terbaru