Rupiah Kian Tertekan! Dolar AS Tembus Rp18.126, Ekonomi Indonesia Dibayangi PHK dan Gejolak Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (8/6/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp18.126 per dolar AS, memperpanjang tekanan yang telah berlangsung sepanjang tahun ini.

Data perdagangan menunjukkan rupiah terdepresiasi sekitar 0,39 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik yang memengaruhi pasar energi dunia, serta tekanan domestik dari sektor industri dan ketenagakerjaan.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup menguat ke posisi Rp18.012 per dolar AS pada akhir pekan lalu. Namun penguatan tersebut belum mampu mengubah tren pelemahan tahunan yang telah mencapai sekitar 8 persen sejak awal 2026.

Pengamat pasar uang menilai sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang menekan pergerakan rupiah. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian investor setelah muncul laporan mengenai aksi militer terbaru yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Konflik tersebut turut memengaruhi harga minyak dunia yang selama beberapa pekan terakhir bergerak sangat fluktuatif. Ketidakpastian pasokan energi global membuat pelaku pasar memilih aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang seperti Indonesia.

Baca Juga :  Danantara Sederhanakan 15 Asuransi BUMN Jadi 3, Fokus Perkuat Modal dan Daya Saing Industri

Di dalam negeri, pelemahan rupiah juga dibayangi meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional. Sejumlah sektor industri mulai menghadapi tantangan berat akibat kenaikan biaya produksi, melemahnya daya beli, hingga meningkatnya tekanan dari pasar global.

Sektor tekstil, alas kaki, elektronik, dan otomotif menjadi industri yang paling terdampak. Gelombang efisiensi perusahaan bahkan mulai berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai daerah. Data pemerintah menunjukkan ribuan pekerja telah terdampak PHK sepanjang Januari hingga April 2026.

Selain tekanan terhadap industri, pelemahan rupiah juga berpotensi memengaruhi harga barang impor, biaya produksi perusahaan, hingga inflasi domestik. Jika kondisi ini berlanjut dalam jangka panjang, masyarakat dapat merasakan dampaknya melalui kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan barang konsumsi.

Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga kepercayaan pasar. Intervensi di pasar valuta asing, penguatan cadangan devisa, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi strategi utama guna menahan gejolak rupiah agar tidak semakin dalam.

Baca Juga :  D’Academy 7 Indosiar Tuntas, Para Pemenang Bawa Pulang Hadiah Fantastis

Analis memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih berada di rentang Rp17.950 hingga Rp18.250 per dolar AS. Investor pun akan mencermati perkembangan konflik global, data ekonomi Amerika Serikat, serta langkah lanjutan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

FAQ

Mengapa rupiah melemah terhadap dolar AS?

Pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor global seperti konflik geopolitik, penguatan dolar AS, serta tekanan ekonomi domestik.

Berapa kurs rupiah hari ini?

Pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026, rupiah dibuka di level sekitar Rp18.126 per dolar AS.

Apa dampak rupiah melemah bagi masyarakat?

Harga barang impor dapat meningkat, biaya produksi naik, dan berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah produk di dalam negeri.

Apakah pelemahan rupiah memengaruhi harga BBM?

Secara tidak langsung dapat memengaruhi biaya impor energi dan harga bahan bakar apabila tren pelemahan berlangsung lama.

Apa yang dilakukan Bank Indonesia?

Bank Indonesia melakukan stabilisasi nilai tukar melalui intervensi pasar, penguatan likuiditas, dan koordinasi kebijakan ekonomi nasional. (Tim)

Berita Terkait

Pemerintah Gratiskan Sertifikat Hak Milik 2026, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya
PKH hingga BPNT Masih Cair Agustus 2026, Simak Cara Cek Status Penerima
8 Motor Listrik TKDN 40 Persen Terbaik 2026, Siap Bersaing dan Berpotensi Dapat Subsidi
MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG
Superbank Raup Laba Rp182,6 Miliar pada Semester I 2026
BLT Kesra Rp900.000 Agustus 2026 Cair atau Tidak? Simak Informasi Terbarunya
DJP Kirim 317.923 Email ke Wajib Pajak, Pelapor SPT Nihil Jadi Sorotan
Rupiah Ditutup Melemah 28 Juli 2026 ke Rp17.962 per Dolar AS Jelang FOMC The Fed, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga AS
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Pemerintah Gratiskan Sertifikat Hak Milik 2026, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:05 WIB

PKH hingga BPNT Masih Cair Agustus 2026, Simak Cara Cek Status Penerima

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:00 WIB

8 Motor Listrik TKDN 40 Persen Terbaik 2026, Siap Bersaing dan Berpotensi Dapat Subsidi

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:00 WIB

MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:06 WIB

Superbank Raup Laba Rp182,6 Miliar pada Semester I 2026

Berita Terbaru