TEKNOLOGI – Kebutuhan editing video semakin berkembang, baik untuk membuat konten media sosial maupun mengerjakan proyek dengan resolusi tinggi. Karena itu, laptop untuk editing tidak cukup hanya mengandalkan desain yang tipis dan ringan.
Kemampuan prosesor, GPU, RAM, penyimpanan, serta kualitas layar menjadi sejumlah komponen penting yang perlu diperhatikan. Khusus untuk pekerjaan kreatif, akurasi warna layar juga dapat memengaruhi hasil akhir video.
Berikut lima laptop dari berbagai merek yang memiliki spesifikasi untuk mendukung aktivitas penyuntingan video pada 2026.
1. MSI Summit E16 AI Studio
MSI Summit E16 AI Studio menggunakan prosesor Intel Core Ultra yang dilengkapi NPU untuk menjalankan berbagai fitur berbasis AI.
Untuk pengolahan grafis, laptop ini mengandalkan NVIDIA GeForce RTX 4050 dengan dukungan NVIDIA Studio. Penyimpanannya menggunakan SSD NVMe PCIe Gen4x4 berkapasitas 1 TB.
Layar IPS berukuran 16 inci memiliki resolusi QHD+ 2560 x 1600 piksel, refresh rate 165Hz, serta cakupan warna 100 persen DCI-P3.
Konsep 2-in-1 dan dukungan layar sentuh juga membuat perangkat ini dapat digunakan dalam beberapa mode.
2. Asus ProArt P16 H7606WM
Asus ProArt P16 H7606WM memang dirancang untuk kebutuhan kreator.
Laptop ini menggunakan AMD Ryzen AI 9 HX 370 dengan 12 core dan 24 thread. Pengolahan grafis dipercayakan kepada NVIDIA GeForce RTX 5060, sementara RAM berkapasitas 32 GB tersedia untuk menangani pekerjaan berat.
Panel OLED 16 inci menawarkan resolusi 3K 2880 x 1800 piksel dengan refresh rate 120Hz.
Layar tersebut mencakup 100 persen DCI-P3 dan memiliki Delta E di bawah 1. Dukungan touchscreen dan stylus juga tersedia untuk pekerjaan yang membutuhkan presisi visual.
3. MacBook Air 15 M4
Bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas, MacBook Air 15 dengan chip M4 menawarkan layar berukuran besar dalam desain yang relatif ringkas.
Laptop ini menggunakan layar Liquid Retina 15,3 inci dengan resolusi 2880 x 1864 piksel, dukungan warna P3, hingga 1 miliar warna, serta tingkat kecerahan 500 nit.
Chip M4 memiliki Media Engine yang membantu pemrosesan dan ekspor sejumlah format video.
Apple mengklaim daya tahan baterainya mencapai 18 jam. Namun, desain MacBook Air yang tidak menggunakan kipas membuat kemampuan mempertahankan performa tinggi dalam beban berat berkepanjangan berbeda dibandingkan laptop dengan sistem pendinginan aktif.
4. HP Omen 16
HP Omen 16 menyasar pengguna yang membutuhkan performa tinggi untuk pekerjaan kreatif sekaligus aktivitas gaming.
Laptop ini tersedia dengan pilihan AMD Ryzen AI 9 365 atau Ryzen AI 7 350, dipadukan dengan GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5070.
Kapasitas RAM mencapai 32 GB, sementara penyimpanannya tersedia dalam pilihan SSD NVMe PCIe Gen4 1 TB atau 2 TB.
Layarnya berukuran 16 inci dengan resolusi WQXGA 2560 x 1600 piksel dan refresh rate hingga 240Hz. Panelnya juga memiliki cakupan warna hingga 100 persen sRGB dan 100 persen DCI-P3.
5. Acer Swift X 14 AI SFX14 72G
Acer Swift X 14 AI menawarkan perpaduan performa dan bodi yang relatif ringkas.
Laptop ini menggunakan Intel Core Ultra 7 155H bersama GPU NVIDIA GeForce RTX 4060 dengan VRAM 8 GB.
RAM 32 GB tersedia untuk mendukung multitasking, encoding, rendering, hingga pengolahan efek dalam proyek video.
Pada bagian layar, Acer membekalinya dengan panel OLED 14,5 inci beresolusi 2880 x 1800 piksel dan refresh rate 120Hz.
Layar tersebut memiliki cakupan warna 100 persen DCI-P3 serta sertifikasi CalMAN yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan akurasi warna.
Perbandingan Spesifikasi
| Laptop | Prosesor | GPU | RAM | Layar |
|---|---|---|---|---|
| MSI Summit E16 AI Studio | Intel Core Ultra | RTX 4050 | – | 16” QHD+ 165Hz |
| Asus ProArt P16 | Ryzen AI 9 HX 370 | RTX 5060 | 32 GB | 16” OLED 3K 120Hz |
| MacBook Air 15 M4 | Apple M4 | GPU terintegrasi | – | 15,3” Liquid Retina |
| HP Omen 16 | Ryzen AI 9 365/Ryzen AI 7 350 | Hingga RTX 5070 | 32 GB | 16” WQXGA hingga 240Hz |
| Acer Swift X 14 AI | Core Ultra 7 155H | RTX 4060 8 GB | 32 GB | 14,5” OLED 120Hz |
Cara Memilih Laptop untuk Editing Video
Pemilihan laptop editing sebaiknya disesuaikan dengan jenis pekerjaan. Editor yang sering mengerjakan proyek berat seperti video resolusi tinggi dan efek visual dapat mempertimbangkan perangkat dengan GPU diskret serta RAM besar.
Sementara itu, pengguna yang lebih mengutamakan mobilitas dapat mempertimbangkan laptop dengan desain lebih ringkas dan efisiensi daya yang baik.
Selain performa, akurasi warna layar, kapasitas SSD, sistem pendinginan, dan daya tahan baterai juga penting diperhatikan. Spesifikasi tinggi tidak selalu berarti paling sesuai untuk semua jenis pekerjaan karena kebutuhan setiap pengguna berbeda.









