EKONOMI – Daftar Forbes 400 tahun 2026 mencatat perubahan menarik di kalangan miliarder muda Amerika Serikat. Sebanyak 10 orang berusia di bawah 40 tahun masuk dalam daftar tersebut, meningkat dibandingkan empat orang pada tahun sebelumnya.
Menurut data Forbes yang dikutip pada Kamis (17/9/2026), tujuh nama di antaranya merupakan pendatang baru. Sebagian besar membangun kekayaan melalui perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Perhitungan kekayaan dalam daftar ini menggunakan nilai per 4 September 2026.
10. Lukas Walton – 39 Tahun
Lukas Walton tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar US$44,4 miliar, atau sekitar Rp787,9 triliun dengan asumsi kurs Rp17.750 per dolar AS.
Kekayaan Walton berasal dari warisan keluarga Walmart. Ia merupakan cucu pendiri Walmart, Sam Walton, dan anak tunggal John Walton.
Saat ini, Walton menjalankan Builders Vision, perusahaan investasi dan filantropi yang mengelola lebih dari US$15 miliar pada sektor energi bersih, pangan berkelanjutan, serta konservasi laut.
9. Vlad Tenev – 39 Tahun
Vlad Tenev memiliki kekayaan bersih sekitar US$7,1 miliar, setara Rp126 triliun.
Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Robinhood bersama Baiju Bhatt. Keduanya mendirikan perusahaan tersebut pada 2013.
Tenev juga memimpin Harmonic, perusahaan rintisan berbasis AI yang didirikannya pada 2023.
8. Tom Brown – 39 Tahun
Tom Brown memiliki kekayaan sekitar US$15,5 miliar atau Rp275 triliun.
Brown merupakan salah satu karyawan awal OpenAI dan menjadi penulis utama makalah yang memperkenalkan GPT-3 pada 2020.
Pada 2021, ia meninggalkan OpenAI bersama sejumlah koleganya untuk mendirikan Anthropic. Di perusahaan tersebut, Brown menangani infrastruktur komputasi yang digunakan untuk melatih model AI.
7. Daniela Amodei – 39 Tahun
Daniela Amodei juga tercatat memiliki kekayaan sekitar US$15,5 miliar.
Ia pernah bekerja di Stripe sebelum bergabung dengan OpenAI. Pada 2021, Amodei meninggalkan OpenAI bersama saudaranya, Dario Amodei, dan beberapa kolega untuk mendirikan Anthropic.
Di Anthropic, Daniela Amodei menjabat sebagai presiden sekaligus ketua dewan direksi dengan tanggung jawab terhadap penelitian, teknik, produk, dan operasional komersial.
6. Edwin Chen – 38 Tahun
Edwin Chen memiliki kekayaan bersih sekitar US$18 miliar, atau Rp319,4 triliun.
Chen mempelajari matematika, linguistik, dan ilmu komputer di MIT. Sebelum mendirikan Surge AI pada 2020, ia pernah bekerja di Google, Facebook, dan Twitter.
Surge AI menyediakan layanan pelabelan data serta evaluasi dan koreksi keluaran AI yang digunakan dalam proses pengembangan model kecerdasan buatan.
5. Greg Brockman – 37 Tahun
Greg Brockman tercatat memiliki kekayaan sekitar US$25,5 miliar, atau Rp452,5 triliun.
Brockman merupakan salah satu pendiri dan presiden OpenAI. Sebelumnya, ia pernah menjadi CTO Stripe sebelum ikut mendirikan OpenAI pada 2015.
Kepemilikan saham di OpenAI menjadi sumber utama kekayaannya. Ia juga memiliki saham di Stripe serta investasi pada sejumlah perusahaan teknologi.
4. Jack Clark – 37 Tahun
Jack Clark memiliki kekayaan sekitar US$15,5 miliar.
Sebelum masuk ke industri AI, Clark bekerja sebagai reporter Bloomberg yang meliput perkembangan kecerdasan buatan. Ia kemudian bergabung dengan OpenAI sebagai direktur kebijakan.
Clark ikut mendirikan Anthropic pada 2021. Di perusahaan tersebut, ia menjalankan lembaga pemikir internal yang mempelajari dampak sosial AI.
3. Sam McCandlish – 36 Tahun
Sam McCandlish juga tercatat memiliki kekayaan sekitar US$15,5 miliar.
Ia meraih gelar Ph.D. fisika teoretis dari Stanford sebelum bergabung dengan OpenAI. Salah satu bidang pekerjaannya berkaitan dengan scaling laws, yakni penelitian mengenai hubungan antara kemampuan sistem AI, data, dan daya komputasi.
Setelah ikut mendirikan Anthropic, McCandlish pernah menjabat sebagai CTO sebelum beralih menjadi chief architect.
2. Palmer Luckey – 33 Tahun
Palmer Luckey memiliki kekayaan sekitar US$5,9 miliar, setara Rp104,7 triliun.
Namanya dikenal sebagai pendiri Oculus, perusahaan teknologi virtual reality yang kemudian diakuisisi Facebook.
Pada 2017, Luckey mendirikan Anduril, perusahaan yang mengembangkan drone, sensor otonom, serta perangkat lunak berbasis AI.
1. Steven Hao – 30 Tahun
Steven Hao tercatat sebagai miliarder termuda dalam daftar Forbes 400 2026 dengan kekayaan sekitar US$5,8 miliar.
Hao merupakan salah satu pendiri Cognition, perusahaan yang mengembangkan agen AI bernama Devin. Sebelum mendirikan Cognition pada 2023, ia pernah bekerja sebagai engineer di Scale AI.
Cognition kemudian memperoleh pendanaan US$2 miliar dengan valuasi perusahaan mencapai US$48 miliar. Kepemilikan saham Hao sebagai salah satu pendiri membuatnya masuk dalam daftar Forbes 400.
AI Jadi Sumber Kekayaan Baru
Data Forbes 400 2026 menunjukkan semakin banyak pengusaha muda yang membangun kekayaan melalui perusahaan teknologi AI. Selain pendiri perusahaan AI, sejumlah nama dalam daftar tersebut memiliki latar belakang dari perusahaan teknologi besar seperti OpenAI dan Google.
Namun, nilai kekayaan miliarder merupakan estimasi yang dapat berubah mengikuti valuasi perusahaan, kepemilikan saham, serta kondisi pasar. Karena itu, angka dalam daftar Forbes tersebut merupakan gambaran berdasarkan tanggal penghitungan yang ditetapkan Forbes, bukan nilai kekayaan yang bersifat tetap.









