EKONOMI – Riwayat penggunaan nomor telepon seluler kini dapat menjadi salah satu data alternatif yang dipertimbangkan dalam proses penilaian calon penerima pembiayaan melalui perusahaan fintech pendanaan.
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah, menjelaskan bahwa perusahaan pendanaan daring atau pindar dapat memanfaatkan berbagai sumber data alternatif untuk menilai kelayakan calon peminjam.
Hal tersebut berbeda dengan lembaga pembiayaan konvensional yang umumnya menggunakan informasi skor kredit sebagai salah satu pertimbangan dalam mengevaluasi calon nasabah.
Nomor HP Lama Bisa Menjadi Indikator Riwayat Pengguna
Menurut Kuseryansyah, salah satu data alternatif yang dapat digunakan berasal dari sektor telekomunikasi. Lama penggunaan sebuah nomor HP dapat memberikan gambaran tertentu mengenai keberlangsungan penggunaan nomor tersebut.
Ia mencontohkan nomor yang telah digunakan selama sekitar 10 tahun. Lamanya penggunaan tersebut dapat menjadi salah satu indikator dalam sistem penilaian minimum.
“Data telko, kami lihat satu nomor saja, nomor HP sudah 10 tahun. Dari sana sudah punya scoring minimum.”
Sebaliknya, nomor yang baru aktif dalam waktu sangat singkat dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan lebih lanjut dalam proses penilaian.
Dengan pendekatan tersebut, penilaian calon peminjam tidak semata-mata bergantung pada informasi seperti tabungan atau besaran gaji.
Data Alternatif Memperluas Akses Pembiayaan
Pemanfaatan data alternatif berkaitan dengan upaya memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal.
Kuseryansyah menyebut Indonesia memiliki pasar yang besar bagi industri pindar karena jumlah penduduknya sangat banyak. Menurutnya, akses terhadap pembiayaan seharusnya tidak hanya tersedia bagi kelompok masyarakat menengah dan atas.
Masyarakat dengan tingkat pendapatan lebih rendah juga memiliki kebutuhan pembiayaan dan berhak mendapatkan akses terhadap layanan tersebut, selama memenuhi ketentuan serta penilaian penyedia pembiayaan.
Kebutuhan Pembiayaan Nasional Masih Besar
Besarnya peluang industri pindar juga terlihat dari kebutuhan pembiayaan nasional yang masih jauh lebih besar dibandingkan kapasitas pembiayaan yang tersedia.
Per November 2025, outstanding pembiayaan pindar tercatat mencapai Rp94,85 triliun, tumbuh 25,45% secara tahunan.
Meski angka tersebut menunjukkan perkembangan industri yang cukup signifikan, nilai tersebut masih relatif kecil dibandingkan kebutuhan pembiayaan nasional.
Sejumlah kajian memperkirakan kebutuhan pembiayaan nasional mencapai sekitar Rp2.650 triliun. Sementara itu, lembaga jasa keuangan konvensional diperkirakan baru mampu menyediakan sekitar Rp1.000 triliun.
Artinya, terdapat kesenjangan pembiayaan atau credit gap sekitar Rp1.650 triliun hingga akhir 2025.
Credit Gap UMKM Diproyeksikan Makin Besar
Kebutuhan pendanaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga diperkirakan terus meningkat.
Riset EY MSME Market Study and Policy Advocacy memperkirakan kebutuhan pembiayaan UMKM pada 2026 dapat mencapai Rp4.300 triliun.
Dari kebutuhan tersebut, kesenjangan pembiayaan diperkirakan mencapai sekitar Rp2.400 triliun.
Kondisi ini menunjukkan masih terdapat ruang besar bagi lembaga keuangan dan perusahaan fintech untuk menyediakan akses pembiayaan bagi masyarakat serta pelaku UMKM yang membutuhkan modal.
Namun, penggunaan data alternatif dalam penilaian pembiayaan tetap perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku, transparansi, perlindungan data pribadi, serta kemampuan calon peminjam dalam memenuhi kewajibannya.
FAQ: Nomor HP sebagai Data Alternatif Pembiayaan
1. Apakah nomor HP aktif 10 tahun otomatis membuat seseorang mendapatkan pinjaman?
Tidak. Lama penggunaan nomor HP hanya disebut sebagai salah satu contoh data alternatif dalam proses penilaian. Persetujuan pembiayaan tetap bergantung pada penilaian dan ketentuan penyedia pembiayaan.
2. Mengapa nomor HP bisa digunakan sebagai data alternatif?
Lama penggunaan nomor dapat memberikan informasi tambahan mengenai keberlangsungan penggunaan nomor tersebut dan menjadi salah satu indikator dalam sistem penilaian tertentu.
3. Apakah skor kredit tidak lagi diperlukan?
Tidak berarti skor kredit sepenuhnya digantikan. Data telekomunikasi merupakan salah satu contoh data alternatif yang dapat digunakan dalam penilaian calon peminjam.
4. Apakah orang yang tidak memiliki gaji tetap bisa mengajukan pembiayaan?
Bisa saja tergantung produk, penyedia pembiayaan, dan hasil penilaian kelayakan. Tidak adanya gaji tetap bukan berarti otomatis disetujui.
5. Berapa outstanding pembiayaan pindar per November 2025?
Outstanding pembiayaan pindar tercatat sebesar Rp94,85 triliun, dengan pertumbuhan tahunan 25,45%.
6. Berapa kebutuhan pembiayaan UMKM pada 2026?
Menurut riset EY MSME Market Study and Policy Advocacy yang dikutip dalam sumber, kebutuhan pembiayaan UMKM diperkirakan mencapai Rp4.300 triliun, dengan credit gap sekitar Rp2.400 triliun.
Editor : Dedi Dora









