Jakarta-Presiden Prabowo Subianto memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arahan tersebut menekankan agar program prioritas nasional itu kembali dijalankan sesuai konsep awal yang telah dirancang. Pemerintah kini mempercepat pembenahan tata kelola demi meningkatkan kualitas layanan dan manfaat bagi masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden terus memantau pelaksanaan MBG. Hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang harus diperbaiki, mulai dari penerapan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan mutu makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Menurut Prasetyo, pembenahan tersebut bertujuan memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai standar. Pemerintah ingin setiap dapur MBG mampu menghasilkan makanan bergizi dengan kualitas yang terjaga serta distribusi yang lebih efektif.
Selain itu, audit internal terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) masih berlangsung. Pemerintah menilai pergantian pimpinan di BGN merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan disiplin organisasi, dan mempercepat penyelesaian berbagai catatan evaluasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan proses pembenahan masih membutuhkan waktu tambahan. Awalnya pemerintah menargetkan penyelesaian dalam satu bulan. Namun, evaluasi menyeluruh terhadap ribuan dapur MBG membuat proses tersebut diperpanjang agar hasilnya lebih optimal.
Pemerintah juga memprioritaskan wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Selain itu, layanan MBG akan lebih difokuskan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang membutuhkan asupan gizi berkualitas untuk mendukung pertumbuhan dan menekan angka stunting.
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyebut sekitar 13.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sedang dibenahi secara bertahap. Dari hasil pemetaan bersama Kementerian Kesehatan, sekitar 1.700 dapur telah siap beroperasi dan akan diprioritaskan di daerah dengan tingkat stunting tinggi maupun sangat tinggi.
Melalui evaluasi ini, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas makanan, serta penguatan pengawasan menjadi langkah penting agar program unggulan Presiden Prabowo benar-benar memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
FAQ
1. Mengapa Program MBG dievaluasi?
Karena pemerintah menemukan sejumlah catatan terkait tata kelola, penerapan SOP, kualitas makanan, dan pengawasan selama pelaksanaan program.
2. Apa arahan Presiden Prabowo?
Presiden meminta Program Makan Bergizi Gratis dikembalikan ke konsep awal dengan tata kelola yang lebih baik.
3. Siapa yang menjadi prioritas Program MBG?
Wilayah 3T, daerah dengan angka stunting tinggi, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
4. Berapa jumlah dapur MBG yang sedang dibenahi?
Sekitar 13.000 SPPG atau dapur MBG, dengan sekitar 1.700 dapur telah siap dioperasikan secara bertahap.
5. Apa tujuan utama pembenahan MBG?
Meningkatkan kualitas makanan, memperkuat pengawasan, memastikan distribusi berjalan baik, dan mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









