JAKARTA – Pemerintah menggunakan data desil untuk membantu menentukan sasaran penerima bantuan sosial atau bansos.
Data tersebut mengelompokkan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi.
Namun, kondisi ekonomi keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, data yang tercatat belum tentu selalu sesuai kondisi terbaru.
Masyarakat dapat mengecek posisi desil melalui layanan resmi Cek Bansos Kementerian Sosial. Jika terdapat ketidaksesuaian, data dapat diajukan untuk diperbarui.
Desil membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok kesejahteraan. Desil 1 mencakup kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Sementara itu, desil 2, 3, dan 4 mencakup kelompok berikutnya. Kelompok desil tersebut dapat diusulkan untuk sejumlah program bantuan sosial.
Desil 1-4 menjadi kelompok yang dapat diusulkan untuk PKH dan bantuan sembako. Adapun desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Sebaliknya, desil 6 hingga 10 berada pada kelompok kesejahteraan di atas 50 persen. Kelompok tersebut tidak termasuk prioritas penerima bansos berdasarkan pengelompokan desil.
Meski demikian, posisi desil bukan berarti menjadi satu-satunya penentu penerimaan bantuan. Pemerintah juga menggunakan ketentuan dan kriteria program masing-masing.
Cara Cek dan Sanggah Data Desil Bansos
Masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai dapat mengajukan pembaruan melalui pemerintah desa atau kelurahan.
Pengajuan juga dapat dilakukan melalui dinas sosial maupun aplikasi Cek Bansos.
Sebelum mengajukan perubahan, masyarakat sebaiknya memeriksa terlebih dahulu data sosial ekonomi yang tercatat.
Data tersebut mencakup sejumlah kondisi keluarga. Di antaranya pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, dan kepemilikan aset.
Informasi yang disampaikan harus menggambarkan kondisi keluarga secara faktual. Data yang tidak sesuai dapat memengaruhi hasil pengelompokan kesejahteraan.
Setelah pembaruan diajukan, perubahan desil tidak otomatis terjadi pada saat itu juga. Data akan melalui proses penghitungan ulang secara berkala.
Penghitungan tersebut dilakukan berdasarkan pemutakhiran data sosial ekonomi. Karena itu, masyarakat perlu menunggu proses verifikasi dan pengolahan data.
Penting dipahami, masuk Desil 1-4 tidak otomatis berarti bansos pasti cair. Desil merupakan salah satu dasar untuk menentukan sasaran program.
Sebaliknya, masyarakat yang berada di luar kelompok prioritas juga tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa datanya salah. Setiap program memiliki persyaratan dan mekanisme penetapan penerima masing-masing.
Dengan memahami sistem desil, masyarakat dapat lebih mudah memeriksa status data dan mengajukan pembaruan jika terdapat perubahan kondisi ekonomi keluarga. (*)
Editor : Fanda Yosephta









