Pengadaan Lahan Whoosh Dibongkar KPK, Ada Indikasi Mark Up dan Manipulasi Aset

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 01:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan modus korupsi dalam pengadaan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Salah satu pola yang sedang diselidiki adalah dugaan praktik negara membeli kembali tanah yang sebenarnya merupakan asetnya sendiri.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyelidikan terus dilakukan untuk menelusuri sejumlah lahan yang diduga awalnya milik negara, namun kemudian dijual kembali dalam proses pembebasan lahan proyek strategis nasional tersebut.

“Kita telusuri tanah-tanah yang diduga punya negara kemudian dijual kembali. Artinya negara membeli kembali tanah yang sebetulnya adalah milik negara,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Baca Juga :  IHSG Hari Ini 10 April 2026 Naik 2,07% ke 7.458, Saham Ini Bikin Investor Panen Cuan

Budi menegaskan bahwa dugaan rekayasa dalam pengadaan lahan, termasuk potensi penggelembungan harga, menjadi fokus utama penyelidikan. Meski demikian, KPK belum mengungkap pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.

“Karena masih tahap penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan siapa saja yang didalami. Nanti akan disampaikan jika ada perkembangan,” kata Budi.

Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, juga mengungkap indikasi serupa. Ia menyebut adanya oknum yang diduga menjual kembali tanah milik negara kepada negara dengan harga yang lebih tinggi dari nilai sebenarnya.

Baca Juga :  Dari Panggung Dangdut ke Gedung KPK, Perjalanan Fadia Arafiq

“Ada oknum-oknum yang seharusnya tanah itu milik negara, tetapi dijual lagi ke negara,” ujar Asep.

Ia menambahkan, dalam sejumlah kasus, lahan milik negara — termasuk kawasan hutan — seharusnya dapat langsung dimanfaatkan untuk proyek pemerintah tanpa harus dibeli kembali.

“Kalaupun itu kawasan hutan, dikonversi dengan lahan lain. Tidak perlu dibayar,” jelasnya.

KPK memastikan penyelidikan akan diperluas untuk mengungkap dugaan kejanggalan dalam pengadaan lahan proyek Whoosh dan memastikan tidak ada kerugian negara yang terus berlanjut.(***)

Berita Terkait

All New Daihatsu Ayla 2026 Resmi Dipasarkan, Desain Sporty dan BBM Irit
SpaceX Tambah 29 Satelit Baru, Starlink Kini Tembus 10.400 Unit dan Kuasai Internet Global
Midea Resmi Operasikan Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia, Buka Ribuan Lapangan Kerja
Google Core Update Mei 2026 Resmi Rilis, Trafik Website Bisa Naik atau Hilang Mendadak
MacBook Neo vs Air vs Pro 2026, Mana yang Paling Worth It untuk Dibeli?
Oppo Reno16 Pro Resmi Rilis, Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh Bikin Pesaing Ketar-ketir
Saingan Baru Agya dan Ayla Muncul, Tawarkan Fitur Premium Harga Murah
Pemerintah Resmi Ubah Aturan PPh Final UMKM, PT dan CV Tak Lagi Dapat Fasilitas Baru
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

All New Daihatsu Ayla 2026 Resmi Dipasarkan, Desain Sporty dan BBM Irit

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:00 WIB

SpaceX Tambah 29 Satelit Baru, Starlink Kini Tembus 10.400 Unit dan Kuasai Internet Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:30 WIB

Midea Resmi Operasikan Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia, Buka Ribuan Lapangan Kerja

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:00 WIB

Google Core Update Mei 2026 Resmi Rilis, Trafik Website Bisa Naik atau Hilang Mendadak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:00 WIB

MacBook Neo vs Air vs Pro 2026, Mana yang Paling Worth It untuk Dibeli?

Berita Terbaru