Harga Cabai di Pekanbaru Tembus Rp150 Ribu per Kg Paska Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PEKANBARU – Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Pekanbaru melonjak hingga Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan ini dipicu terganggunya pasokan dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh setelah bencana banjir dan longsor melanda tiga provinsi tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Riau, Taufik OH, menyebut harga cabai sudah merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Cabai yang biasanya berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram kini berada pada level dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi.

Baca Juga :  Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran di Sungai Penuh Masih Stabil, Wawako Sidak Pasar Tanjung Bajure dan Gudang Bulog

“Kami melihat pergerakan harga di pasar memang terus naik. Hari ini cabai mencapai Rp150 ribu per kilogram. Pasokan dari Sumbar dan Sumut terhambat karena akses jalan terputus,” ujar Taufik, Minggu (30/11).

Untuk menstabilkan harga, pihaknya berkoordinasi dengan pedagang besar di pasar induk guna mencari pasokan alternatif, termasuk dari Brebes dan wilayah Jawa lainnya. Meski demikian, jumlah pasokan dari luar Sumatera diperkirakan belum mampu menutup kekurangan pasokan dari daerah terdampak bencana.

Baca Juga :  5 Aplikasi AI Pembuat Suara Terbaik, Cocok untuk Konten TikTok dan YouTube

Menurut Taufik, komoditas lain seperti beras, minyak goreng, dan telur relatif stabil. Distribusi beras Bulog juga dipastikan mencukupi hingga akhir tahun dan menjelang hari besar keagamaan.

Sementara itu, sejumlah warga mengeluhkan lonjakan harga cabai yang berlangsung cepat. Diana, warga Pekanbaru, mengaku harus mengurangi konsumsi cabai untuk kebutuhan sehari-hari. “Mau tidak mau harus hemat. Kami berharap pemerintah bisa segera mencari solusi agar harga kembali normal,” ujarnya.( ****)

Berita Terkait

DJP Libatkan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Ini Isi Lengkap Surat Edaran SE-8/PJ/2026
Yusril Jelaskan Mengapa Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Presiden Prabowo Jawab Kritik MBG, Singgung Kebocoran Kekayaan Negara
Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah, Ini Profil dan Harta Kekayaannya
Status Febrie Adriansyah Masih Didalami, Kejagung Terbitkan Sprindik Baru
Jaksa Agung Resmi Ajukan Kuntadi ke Prabowo sebagai Jampidsus, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Langit Jawa Digegerkan Kilatan Cahaya Diduga Meteor, Berikut Fakta dan Penjelasannya
Berapa Total Emas Monas? Ini Penjelasan Lengkap dan Sejarahnya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:05 WIB

DJP Libatkan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Ini Isi Lengkap Surat Edaran SE-8/PJ/2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:25 WIB

Yusril Jelaskan Mengapa Febrie Adriansyah Belum Ditahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:02 WIB

Presiden Prabowo Jawab Kritik MBG, Singgung Kebocoran Kekayaan Negara

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:06 WIB

Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah, Ini Profil dan Harta Kekayaannya

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:08 WIB

Status Febrie Adriansyah Masih Didalami, Kejagung Terbitkan Sprindik Baru

Berita Terbaru