Langit Jawa Digegerkan Kilatan Cahaya Diduga Meteor, Berikut Fakta dan Penjelasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PILIHAN– Fenomena cahaya terang disertai dentuman yang terlihat di sejumlah wilayah Pulau Jawa pada Sabtu (11/7/2026) malam menghebohkan masyarakat. Kilatan berwarna hijau kebiruan tersebut terekam kamera warga di berbagai daerah, mulai dari Bekasi, Cirebon, Kuningan, Yogyakarta hingga wilayah lainnya.

Peristiwa itu memicu beragam spekulasi. Banyak warga menduga benda bercahaya tersebut merupakan meteor yang memasuki atmosfer Bumi.

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, pada awalnya menyatakan masih memerlukan data tambahan untuk memastikan apakah seluruh laporan yang muncul berasal dari fenomena yang sama. Namun, berdasarkan analisis lanjutan, BRIN menyebut fenomena tersebut merupakan meteor besar yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

BRIN menjelaskan meteor itu diduga melintas dari arah Laut Jawa menuju tenggara. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan benda langit tersebut memancarkan cahaya putih, kemudian berubah menjadi biru hingga hijau akibat proses pembakaran unsur mineral di dalamnya.

Baca Juga :  Inilah Tujuh Negara di Dunia Tanpa Malam

Suara dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah berasal dari gelombang kejut (shockwave) atau sonic boom ketika meteor melaju dengan kecepatan sangat tinggi di atmosfer.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah PBNU, Ma’rufin Sudibyo, juga menilai fenomena tersebut memiliki karakteristik meteor superterang atau bolide. Menurutnya, meteor semacam ini dapat menghasilkan cahaya sangat terang, mengalami fragmentasi, dan menimbulkan dentuman ketika memasuki lapisan atmosfer.

Ia memperkirakan meteoroid yang memasuki atmosfer memiliki ukuran sekitar satu meter. Berdasarkan analisis awal, sebagian besar material diduga telah hancur pada ketinggian sekitar 46–48 kilometer sehingga tidak mencapai permukaan Bumi.

Fenomena bolide seperti ini tergolong jarang disaksikan masyarakat, tetapi bukan merupakan kejadian luar biasa dalam dunia astronomi. Peristiwa serupa dapat terjadi ketika batuan antariksa memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi hingga menghasilkan cahaya terang dan gelombang kejut.

BRIN juga mengimbau masyarakat tidak panik karena sebagian besar material meteor umumnya habis terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi. Berdasarkan analisis sementara, sisa material yang tidak habis terbakar diduga jatuh di wilayah perairan Samudera Hindia di selatan Jawa Timur atau Bali, meski hal tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Baca Juga :  PLN Minta Maaf, Ini Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

FAQ

Apa penyebab cahaya hijau di langit Jawa?
Diduga berasal dari meteor besar yang memasuki atmosfer sehingga menghasilkan cahaya terang dan dentuman.

Mengapa terdengar suara ledakan?
Dentuman berasal dari gelombang kejut (sonic boom) akibat meteor bergerak dengan kecepatan sangat tinggi.

Apakah meteor tersebut jatuh ke daratan?
Berdasarkan analisis awal BRIN, sebagian besar material telah habis terbakar di atmosfer. Sisa material diduga jatuh di perairan Samudera Hindia, namun masih memerlukan penelitian lanjutan.

Apakah fenomena ini berbahaya?
Tidak. BRIN menyatakan fenomena tersebut merupakan peristiwa astronomi alami dan masyarakat tidak perlu panik.

Berita Terkait

Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Resmi Kemendikdasmen dan Kemenag
Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi
Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter, Pemerintah Bergerak
Dana Transfer Daerah 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Dampaknya ke APBD dan Gaji ASN
4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang
Kemenag Usul Rp9,6 Triliun untuk Guru Agama pada 2027, Ini Rinciannya
Kode Redeem Free Fire 16 Agustus 2026, Klaim Sekarang Sebelum Kedaluwarsa
Anggaran Pendidikan 2027 Tembus Rp820,9 Triliun, Ini Rincian PIP, KIP Kuliah dan Tunjangan Guru
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:33 WIB

Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Resmi Kemendikdasmen dan Kemenag

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter, Pemerintah Bergerak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Dana Transfer Daerah 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Dampaknya ke APBD dan Gaji ASN

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:00 WIB

4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang

Berita Terbaru

Otomotif

Polytron Fox 500 Turun Jadi Rp38 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Senin, 17 Agu 2026 - 14:06 WIB