Misteri Cacahan Uang di TPS Bekasi Terungkap, Polisi: Asli dari BI

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Temuan cacahan kertas menyerupai uang pecahan besar di TPS liar Desa Taman Rahayu, Kabupaten Bekasi, akhirnya terjawab. Polisi memastikan potongan tersebut merupakan uang asli yang pernah diterbitkan Bank Indonesia (BI).

Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni menyebut kepastian itu diperoleh setelah pihaknya berkoordinasi langsung dengan BI.

“Sudah kami pastikan, itu uang asli,” kata Sumarni, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, BI juga membenarkan bahwa cacahan tersebut berasal dari uang lama yang sudah tidak lagi diedarkan.

Baca Juga :  Pelaku Ditangkap di Sungaipenuh ! Ini Jejak Pengungkapan Penculikan Anak dari Makassar

“BI menyampaikan itu cacahan uang asli, uang lama,” ujarnya.

Berawal dari Dugaan Limbah Medis

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi mengungkap, temuan ini bermula saat mereka mendampingi tim penegakan hukum Kementerian Lingkungan Hidup yang menindaklanjuti laporan dugaan pembuangan limbah medis di lokasi TPS ilegal tersebut pada Jumat (30/1).

Juru bicara DLH, Dedi Kurniawan, mengatakan saat itu petugas menemukan kantong plastik kuning yang dicurigai berisi limbah medis seperti perban dan selang infus. Namun setelah diperiksa, isinya hanya sampah biasa.

Baca Juga :  Tim Film Pesta Babi Respons Sikap Mama Yasinta

“Awalnya dikira limbah medis, ternyata bukan,” jelas Dedi.

Saat penyisiran lanjutan, petugas justru menemukan cacahan kertas merah dan biru yang menyerupai potongan uang Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

DLH menyebut lokasi TPS liar itu sebelumnya sudah beberapa kali ditindak melalui penutupan area dan pemasangan peringatan. Pihaknya kini menunggu arahan lanjutan dari Kementerian LH terkait penanganan lokasi tersebut.

Kasus temuan cacahan uang ini kini didalami aparat kepolisian untuk menelusuri asal-usul serta mekanisme pembuangannya.

Berita Terkait

RANS Carnival Diboikot? Ini Deretan Isu yang Menyeret Nama Raffi Ahmad
Kasus Suket Ijazah Gibran Berlanjut, Mahfud MD Soroti Pasal 18 PKPU
Kepemilikan SPBU Shell Berubah, Ini Nasib BBM dan Bisnis Pelumasnya
MA Putuskan Surat Penyetaraan Gibran Tidak Sah, Ini Perkara dan Duduk Persoalannya
Prabowo Naikkan Bonus Emas Asian Games Jadi Rp3 Miliar, Atlet Indonesia Dapat Apresiasi
Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima
700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner
Dedi Mulyadi Pertimbangkan Tunda Bayar Proyek Jabar
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 05:05 WIB

RANS Carnival Diboikot? Ini Deretan Isu yang Menyeret Nama Raffi Ahmad

Minggu, 1 November 2026 - 04:00 WIB

Kasus Suket Ijazah Gibran Berlanjut, Mahfud MD Soroti Pasal 18 PKPU

Minggu, 1 November 2026 - 02:00 WIB

Kepemilikan SPBU Shell Berubah, Ini Nasib BBM dan Bisnis Pelumasnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:00 WIB

MA Putuskan Surat Penyetaraan Gibran Tidak Sah, Ini Perkara dan Duduk Persoalannya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Prabowo Naikkan Bonus Emas Asian Games Jadi Rp3 Miliar, Atlet Indonesia Dapat Apresiasi

Berita Terbaru