QR Code BBM Kini Diawasi Ketat, Cegah Penyalahgunaan Pertalite

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Pemerintah memperketat pengawasan penggunaan QR Code BBM subsidi guna mengantisipasi lonjakan pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Kebijakan ini dilakukan menyusul naiknya harga Pertamax RON 92 menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter di wilayah Jawa sejak 10 Juni 2026. Sementara itu, harga Pertalite tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter.

Perbedaan harga yang cukup jauh membuat pemerintah memprediksi adanya potensi perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.


Pemerintah Akui Potensi Pergeseran Pengguna

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengakui kemungkinan pergeseran pengguna BBM memang tidak bisa dihindari.

Meski demikian, berdasarkan pemantauan awal bersama Pertamina Patra Niaga, peralihan konsumsi disebut belum terlalu signifikan.

“Potensi shifting memang ada, tetapi dalam dua hari pertama kenaikan harga, perpindahan konsumsi masih relatif terbatas,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian pengguna hanya turun dari Pertamax Turbo ke Pertamax reguler, bukan langsung beralih ke Pertalite.


Pengawasan QR Code Diperketat

Sebagai langkah mitigasi utama, pemerintah memperkuat sistem QR Code untuk pembelian BBM subsidi.

Baca Juga :  Promo ShopeePay Juni 2026: Cashback QRIS, Diskon Merchant hingga Serba Seribu

Menteri ESDM disebut telah meminta Pertamina dan pihak terkait meningkatkan pengawasan distribusi BBM subsidi di lapangan agar penyaluran tetap tepat sasaran.

QR Code selama ini digunakan sebagai sistem identifikasi kendaraan yang berhak membeli BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi.

Namun pemerintah juga mengakui masih terdapat oknum yang mencoba memanfaatkan celah dalam sistem tersebut.


Pengguna Mampu Diimbau Tidak Gunakan Pertalite

Pemerintah mengimbau masyarakat yang masih mampu membeli BBM nonsubsidi agar tidak beralih menggunakan Pertalite.

Menurut Kementerian ESDM, subsidi BBM seharusnya diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti:

  • Petani
  • Nelayan
  • Pelaku usaha kecil
  • Masyarakat berpenghasilan rendah

Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor penting selain pengawasan teknis di lapangan.

“Mana yang menjadi hak dan bukan hak harus dipahami bersama agar subsidi tepat sasaran,” kata Anggia.


Risiko Kuota Pertalite Membengkak

Kenaikan konsumsi Pertalite dikhawatirkan dapat memengaruhi kuota subsidi BBM nasional dan menambah beban fiskal pemerintah.

Karena itu, pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan konsumsi BBM di masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan publik dan kondisi anggaran negara.

Baca Juga :  Mobil 1.400 Cc Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026? Ini Penjelasan Pertamina

Selain itu, Pertamina juga diharapkan memperketat validasi data pengguna QR Code agar penyaluran subsidi tidak disalahgunakan.


Apakah Mobil Pertamax Boleh Isi Pertalite?

Banyak pemilik kendaraan kini mempertimbangkan beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran. Namun pengguna kendaraan perlu memperhatikan spesifikasi mesin kendaraan.

Mobil atau motor dengan kompresi mesin tinggi umumnya tetap direkomendasikan menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi seperti Pertamax agar performa mesin tetap optimal dan tidak memicu kerusakan jangka panjang.


FAQ

Mengapa QR Code BBM diperketat?

Untuk mencegah lonjakan pengguna Pertamax yang beralih ke BBM subsidi Pertalite setelah harga Pertamax naik.

Berapa harga terbaru Pertamax?

Harga Pertamax RON 92 naik menjadi Rp16.250 per liter di wilayah Jawa.

Apakah harga Pertalite ikut naik?

Tidak. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter.

Siapa yang berhak menggunakan Pertalite?

BBM subsidi diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan seperti petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil.

Apakah semua kendaraan bisa menggunakan Pertalite?

Tidak semua. Kendaraan dengan spesifikasi mesin tertentu lebih disarankan menggunakan BBM beroktan tinggi seperti Pertamax.

Berita Terkait

Simulasi KUR BSI Rp100 Juta Tenor 5 Tahun, Ketahui Angsuran dan Ketentuannya
BSU Kemnaker 2026: Syarat Penerima, Nominal Rp900 Ribu, dan Cara Cek
RANS Carnival Diboikot? Ini Deretan Isu yang Menyeret Nama Raffi Ahmad
Kepemilikan SPBU Shell Berubah, Ini Nasib BBM dan Bisnis Pelumasnya
Hack Binance Terbesar? Ini Kronologi Dugaan Pencurian Aset Kripto Rp114 Triliun
PNS Tidak Bisa Dapat BSU Rp900 Ribu, Simak Aturan Terbaru 2026
Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam
Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:00 WIB

Simulasi KUR BSI Rp100 Juta Tenor 5 Tahun, Ketahui Angsuran dan Ketentuannya

Minggu, 1 November 2026 - 13:00 WIB

BSU Kemnaker 2026: Syarat Penerima, Nominal Rp900 Ribu, dan Cara Cek

Minggu, 1 November 2026 - 05:05 WIB

RANS Carnival Diboikot? Ini Deretan Isu yang Menyeret Nama Raffi Ahmad

Minggu, 1 November 2026 - 02:00 WIB

Kepemilikan SPBU Shell Berubah, Ini Nasib BBM dan Bisnis Pelumasnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Hack Binance Terbesar? Ini Kronologi Dugaan Pencurian Aset Kripto Rp114 Triliun

Berita Terbaru