BGN Setop Penambahan Dapur MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI+Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara penambahan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Kebijakan tersebut disampaikan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran tanpa mengurangi target layanan program MBG.

“Efisiensi dilakukan melalui moratorium titik baru dan dapur-dapur baru,” ujar Nanik, Senin (8/6/2026).

Fokus Penataan Dapur yang Sudah Ada

Saat ini tercatat sebanyak 27.877 dapur MBG telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Di tengah moratorium tersebut, pemerintah akan fokus melakukan evaluasi dan penataan dapur yang telah berjalan.

BGN akan menghitung kembali kebutuhan dapur di setiap provinsi agar distribusi layanan lebih merata dan tepat sasaran.

“Kita tata apakah dapur ini sudah bisa melayani penerima manfaat yang ada atau sudah kelebihan. Kita tidak buka yang baru ataupun pendaftarannya,” kata Nanik.

Menurutnya, saat ini dapur MBG masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sehingga diperlukan penataan ulang sebelum memutuskan pembukaan dapur baru di masa mendatang.

Baca Juga :  U.S. Mortgage Refinance Rates Today (April 12, 2026): Latest Trends, Expert Insights, and How to Lock the Best Deal

Penerima Manfaat Akan Direfocusing

Selain menghentikan sementara pembangunan dapur baru, BGN juga melakukan refocusing penerima manfaat program MBG.

Program ini nantinya akan lebih diprioritaskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

BGN akan mengevaluasi apakah target penerima manfaat saat ini sudah tepat atau masih perlu disesuaikan agar bantuan lebih efektif.

Anggaran MBG Tembus Rp88 Triliun

Hingga Mei 2026, realisasi anggaran program MBG tercatat telah mencapai Rp88,15 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk melayani:

  • 48,9 juta siswa
  • 14,3 juta penerima manfaat non-siswa

Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang pembiayaannya berasal dari APBN.

Pembangunan Dapur di Daerah 3T Akan Cari Sumber Alternatif

BGN juga berencana mengurangi penggunaan APBN untuk pembangunan dapur MBG di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Baca Juga :  Kontroversi Nobar Film Pesta Babi, Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Pelarangan

Sebagai gantinya, pembangunan dapur di daerah tersebut akan didorong menggunakan:

  • Dana CSR BUMN
  • Hibah luar negeri
  • Dukungan pihak ketiga lainnya

Langkah ini dilakukan agar efisiensi anggaran tetap terjaga tanpa menghentikan layanan gizi masyarakat.

FAQ

Mengapa pemerintah menghentikan penambahan dapur MBG?

Pemerintah melakukan moratorium sebagai bagian dari efisiensi anggaran dan evaluasi distribusi dapur MBG yang dinilai belum merata.

Apakah program MBG dihentikan total?

Tidak. Program MBG tetap berjalan, namun penambahan dapur baru dihentikan sementara.

Berapa jumlah dapur MBG saat ini?

Saat ini terdapat sekitar 27.877 dapur MBG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia.

Berapa anggaran MBG hingga Mei 2026?

Realisasi anggaran MBG hingga Mei 2026 mencapai Rp88,15 triliun.

Siapa yang menjadi prioritas penerima MBG?

BGN akan memfokuskan program kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

Berita Terkait

Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam
Prabowo Naikkan Bonus Emas Asian Games Jadi Rp3 Miliar, Atlet Indonesia Dapat Apresiasi
Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima
BI Longgarkan GWM Bank Konvensional dan Syariah, Ini Dampaknya bagi Kredit
Investasi AI Membesar, Microsoft Buka Program Pengunduran Diri Sukarela
Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan
Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Mendagri dan Kemenkeu Siapkan Solusi
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Prabowo Naikkan Bonus Emas Asian Games Jadi Rp3 Miliar, Atlet Indonesia Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:00 WIB

BI Longgarkan GWM Bank Konvensional dan Syariah, Ini Dampaknya bagi Kredit

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Investasi AI Membesar, Microsoft Buka Program Pengunduran Diri Sukarela

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder

Berita Terbaru