Ade Jona Resmi Jadi Ketua Umum HIPMI 2026-2029, Siap Bawa Pengusaha Muda Hadapi Tantangan Ekonomi Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang berlangsung di Bandar Lampung resmi menetapkan Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI periode 2026-2029. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi setelah Ade Jona memperoleh dukungan mayoritas dari Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI se-Indonesia.

Terpilihnya Ade Jona menjadi perhatian besar kalangan dunia usaha karena HIPMI merupakan salah satu organisasi pengusaha terbesar di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam mendorong investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan UMKM. Dukungan yang mengalir dari berbagai daerah menunjukkan tingginya kepercayaan kader terhadap kepemimpinan pengusaha muda asal Sumatera Utara tersebut.

Munas XVIII HIPMI sendiri digelar pada 10-11 Juni 2026 di Bandar Lampung dengan mengusung tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional”. Agenda ini dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia, termasuk jajaran pemerintah, tokoh bisnis nasional, serta para mantan ketua umum HIPMI.

Sebelum ditetapkan sebagai ketua umum, Ade Jona bersaing bersama tiga kandidat lainnya yakni Reynaldo Bryan, Afi Kalla, dan Anthony Leong. Namun menjelang proses pemilihan, dukungan dari sejumlah kandidat mengalir kepada Ade Jona sehingga proses penetapan berlangsung secara aklamasi tanpa voting terbuka.

Baca Juga :  Dana Transfer Daerah 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Dampaknya ke APBD dan Gaji ASN

Nama Ade Jona bukan sosok baru di lingkungan HIPMI. Ia pernah menjabat Ketua BPD HIPMI Sumatera Utara dan Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI. Selain aktif di dunia usaha, Ade Jona juga dikenal sebagai anggota DPR RI yang memiliki jaringan luas di tingkat nasional. Pengalaman organisasi dan bisnis tersebut menjadi modal penting dalam memimpin HIPMI menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif.

Dalam berbagai kesempatan, Ade Jona menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengusaha muda, pemerintah, dan sektor swasta untuk memperkuat ekonomi nasional. Ia juga menekankan bahwa HIPMI harus menjadi rumah besar bagi seluruh pengusaha muda Indonesia tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.

Terpilihnya Ade Jona terjadi di tengah tantangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Mulai dari perlambatan ekonomi dunia, transformasi digital, transisi energi hijau, hingga meningkatnya persaingan investasi antarnegara menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab oleh para pelaku usaha muda Indonesia.

Baca Juga :  Huawei nova 14 Pro Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Promo Rp 4,5 Juta

Banyak pihak berharap kepemimpinan baru HIPMI dapat melahirkan lebih banyak pengusaha muda yang inovatif, memperkuat sektor UMKM, meningkatkan investasi domestik, serta membuka lapangan kerja baru. Dengan dukungan luas dari daerah dan jejaring nasional yang kuat, Ade Jona diharapkan mampu membawa HIPMI menjadi kekuatan ekonomi yang semakin berpengaruh dalam pembangunan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

FAQ

Siapa Ketua Umum HIPMI periode 2026-2029?
Ade Jona Prasetyo terpilih sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029.

Bagaimana Ade Jona terpilih?
Ia terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan mayoritas BPD HIPMI dari seluruh Indonesia.

Di mana Munas XVIII HIPMI diselenggarakan?
Munas berlangsung di Bandar Lampung pada 10-11 Juni 2026.

Apa tema Munas XVIII HIPMI?
“Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional”.

Apa fokus kepemimpinan Ade Jona?
Memperkuat kolaborasi pengusaha muda, mendorong investasi, pengembangan UMKM, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional. (Tim)

Berita Terkait

Kepemilikan SPBU Shell Berubah, Ini Nasib BBM dan Bisnis Pelumasnya
MA Putuskan Surat Penyetaraan Gibran Tidak Sah, Ini Perkara dan Duduk Persoalannya
Prabowo Naikkan Bonus Emas Asian Games Jadi Rp3 Miliar, Atlet Indonesia Dapat Apresiasi
Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima
700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner
Dedi Mulyadi Pertimbangkan Tunda Bayar Proyek Jabar
Rumah Tasya Farasya Retak Setelah Dibangun 6 Tahun, Ini Temuan Awal Kontraktor
Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Besar, Indonesia Disebut Seluas Eropa
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:00 WIB

Kepemilikan SPBU Shell Berubah, Ini Nasib BBM dan Bisnis Pelumasnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:00 WIB

MA Putuskan Surat Penyetaraan Gibran Tidak Sah, Ini Perkara dan Duduk Persoalannya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:01 WIB

Prabowo Naikkan Bonus Emas Asian Games Jadi Rp3 Miliar, Atlet Indonesia Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner

Berita Terbaru