Pengganti LPG Mulai Disiapkan, RI Bakal Pakai CNG 3 Kg

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan terobosan baru dalam sektor energi rumah tangga dengan menghadirkan tabung CNG (Compressed Natural Gas) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.

Jika terealisasi, Indonesia disebut akan menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan CNG ukuran 3 kg khusus untuk kebutuhan memasak rumah tangga.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sedang mematangkan peta jalan transisi dari LPG subsidi menuju penggunaan CNG yang dinilai lebih efisien dan dapat mengurangi ketergantungan impor energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah terus mengkaji berbagai aspek agar implementasi program dapat berjalan aman dan efektif.

“Pertama kali di dunia memang tantangannya banyak, tetapi kita tidak akan berhasil kalau tidak pernah menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.


CNG 3 Kg Pakai Teknologi Tabung Tipe 4

Dalam pengembangannya, tabung CNG 3 kg akan menggunakan teknologi tabung Tipe 4 berbahan serat fiber.

Teknologi ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:

  • Bobot lebih ringan
  • Mampu menahan tekanan gas tinggi
  • Lebih tahan korosi
  • Dinilai lebih aman dan efisien

Menurut Laode, teknologi serupa sebenarnya sudah digunakan di berbagai negara, namun umumnya hanya untuk kapasitas besar setara LPG 12 kg atau lebih.

Sementara penggunaan CNG dalam ukuran setara LPG 3 kg masih menjadi inovasi baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Baca Juga :  Pertalite Mulai Sulit Dicari, Pengamat Sebut Era BBM Subsidi Segera Berakhir

“Yang sudah dipakai di dunia itu untuk ukuran besar. Untuk ukuran setara LPG 3 kg ini memang belum ada,” jelasnya.


Pemerintah Klaim Bisa Kurangi Subsidi Hingga 40 Persen

Program konversi LPG ke CNG diproyeksikan mampu menekan beban subsidi energi nasional hingga 30–40 persen.

Hal ini karena bahan baku CNG berasal dari gas alam domestik, berbeda dengan LPG yang masih bergantung pada impor dalam jumlah besar.

Saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan memanfaatkan gas bumi dalam negeri, pemerintah berharap:

  • Ketahanan energi nasional meningkat
  • Impor LPG berkurang
  • Subsidi energi lebih efisien
  • Defisit neraca perdagangan energi menurun

“Subsidi tetap diperlukan, tetapi nilainya bisa berkurang karena CNG menggunakan sumber daya dalam negeri,” kata Laode.


Masyarakat Tidak Perlu Ganti Kompor

Pemerintah memastikan penggunaan tabung CNG 3 kg nantinya tidak akan menyulitkan masyarakat.

Desain katup atau valve tabung dibuat kompatibel dengan peralatan memasak yang sudah digunakan saat ini, sehingga masyarakat tidak perlu membeli kompor baru.

“Ide awalnya harus sama seperti LPG 3 kg supaya masyarakat tidak merasa keberatan,” ujarnya.

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah proses transisi energi tanpa membebani masyarakat, khususnya pengguna LPG subsidi.


Uji Coba Mulai Disiapkan

Pemerintah sebelumnya menyebut beberapa daerah akan menjadi lokasi awal uji coba penggunaan CNG 3 kg sebelum diterapkan secara lebih luas.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina 31 Maret 2026: Benarkah Pertalite Naik Rp14.000? Ini Faktanya di DKI Jakarta, Sumbar dan Jambi

Meski demikian, hingga kini pemerintah belum mengumumkan secara resmi wilayah prioritas maupun jadwal pasti implementasi nasional program tersebut.

Kementerian ESDM masih melakukan penyempurnaan regulasi, standar keamanan, hingga kesiapan distribusi tabung CNG ke masyarakat.


Tantangan Penggunaan CNG 3 Kg

Meski dinilai menjanjikan, implementasi CNG 3 kg juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti:

  • Infrastruktur distribusi gas
  • Sistem pengisian ulang tabung
  • Edukasi masyarakat
  • Standar keamanan penggunaan
  • Kesiapan industri pendukung

Karena itu, pemerintah menegaskan seluruh aspek teknis akan diuji secara menyeluruh sebelum program dijalankan secara massal.


FAQ

Apa itu CNG?

CNG atau Compressed Natural Gas adalah gas alam yang dikompresi hingga bertekanan tinggi dan digunakan sebagai bahan bakar.

Apa bedanya CNG dan LPG?

LPG berasal dari gas petroleum cair, sedangkan CNG berasal dari gas alam yang dikompresi.

Apakah CNG lebih murah dibanding LPG?

Pemerintah menilai penggunaan CNG dapat mengurangi subsidi energi hingga 30–40 persen sehingga berpotensi lebih efisien.

Apakah pengguna harus mengganti kompor?

Tidak. Pemerintah memastikan desain tabung CNG dibuat kompatibel dengan kompor LPG yang sudah digunakan masyarakat.

Kapan CNG 3 kg mulai digunakan?

Pemerintah masih menyiapkan peta jalan dan tahap uji coba sebelum implementasi nasional dilakukan.

Berita Terkait

Harga Laptop 2026 Melonjak, Produsen Beralih ke Teknologi Baru ala Smartphone
Resmi! Denda Rp100 Juta bagi Peserta Kopdes Merah Putih yang Mundur Dicabut
Airlangga Ungkap Bantuan Baru untuk Desil 4, Tidak Diberikan dalam Bentuk Uang Tunai
Nilai Tukar Rupiah Menguat, Bank Indonesia Yakin Stabilitas Terjaga
Harga Pertamax Bisa Turun? ESDM Ungkap Syarat dan Mekanismenya
Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun
Cek Harga Toyota Agya, Calya, Brio Satya, Ayla dan Sigra Juni 2026
Danantara Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Ini Nasib Karyawannya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:00 WIB

Harga Laptop 2026 Melonjak, Produsen Beralih ke Teknologi Baru ala Smartphone

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:00 WIB

Resmi! Denda Rp100 Juta bagi Peserta Kopdes Merah Putih yang Mundur Dicabut

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:00 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat, Bank Indonesia Yakin Stabilitas Terjaga

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:00 WIB

Harga Pertamax Bisa Turun? ESDM Ungkap Syarat dan Mekanismenya

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:04 WIB

Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun

Berita Terbaru