Hantavirus di Indonesia Tembus 23 Kasus, Ini Gejala dan Cara Penularannya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN-Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus telah ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni sindrom demam berdarah yang menyerang ginjal.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 20 pasien dinyatakan sembuh, sementara tiga pasien meninggal dunia dengan riwayat penyakit penyerta seperti kanker hati dan kegagalan multiorgan.

Gejala Hantavirus yang Ditemukan di Indonesia

Menurut keterangan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, gejala umumnya muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah terpapar virus.

Gejala yang paling banyak dilaporkan meliputi:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan badan
  • Lemas atau malaise
  • Jaundice atau tubuh menguning

Jenis Seoul Virus yang ditemukan di Indonesia disebut memiliki tingkat keparahan lebih ringan dibanding Andes Virus yang sempat menimbulkan wabah di kapal pesiar MV Hondius.

Baca Juga :  Kenali Gejala Virus Nipah Sejak Dini, Awalnya Flu Biasa Bisa Fatal

Andes Virus Lebih Mematikan dan Bisa Menular Antar Manusia

Berbeda dengan Seoul Virus, Andes Virus diketahui dapat menular antar manusia dan memiliki tingkat kematian lebih tinggi.

Kasus besar pernah terjadi di Argentina pada 2018. Saat itu, lebih dari 30 orang jatuh sakit di desa kecil Epuyen dan 11 orang meninggal dunia.

Penularan diduga terjadi saat seorang pria berusia 68 tahun menghadiri pesta ulang tahun bersama sekitar 100 orang. Penelitian menemukan virus dapat menular bahkan melalui kontak singkat dan jarak dekat.

Virus ini juga memiliki masa inkubasi panjang, yakni hingga dua sampai tiga minggu, sehingga menyulitkan pelacakan kontak.

Lokasi yang Berisiko Menjadi Sumber Penularan

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap area dengan populasi tikus tinggi karena hantavirus umumnya ditularkan melalui:

  • Urine tikus
  • Kotoran tikus
  • Air liur hewan pengerat
  • Debu yang terkontaminasi
Baca Juga :  Dinkes DKI Keluarkan Imbauan Penting Setelah 3 Kasus Hantavirus Terdeteksi

Beberapa lokasi berisiko tinggi antara lain:

  • Gedung lama
  • Area terbengkalai
  • Ruang bawah tanah
  • Gudang lembap
  • Lingkungan dengan banyak tikus

Cara Mencegah Penularan Hantavirus

Untuk mengurangi risiko terpapar Hantavirus, masyarakat dianjurkan:

  • Menjaga kebersihan rumah dan gudang
  • Menghindari kontak langsung dengan tikus
  • Menggunakan masker saat membersihkan area berdebu
  • Menutup makanan rapat
  • Membasmi sarang tikus di sekitar rumah

Jika mengalami gejala demam tinggi disertai nyeri tubuh setelah berada di lingkungan berisiko, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.

WHO Masukkan Hantavirus sebagai Ancaman Prioritas

World Health Organization atau WHO telah memasukkan hantavirus sebagai salah satu patogen prioritas yang berpotensi memicu darurat kesehatan global karena tingkat keparahan dan potensi penyebarannya.

Meski begitu, otoritas kesehatan menegaskan bahwa kasus di Indonesia saat ini masih terkendali dan belum menunjukkan pola penularan antar manusia seperti Andes Virus di Amerika Selatan.

Berita Terkait

Kota Sungai Penuh Bangun Gedung KJSU-KIA Senilai Rp14,2 Miliar di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Layanan Jantung hingga NICU Makin Lengkap
BGN Pecat 66 Kepala Dapur Program MBG, Diduga Terlibat Judi Online hingga Penipuan
128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana, WNI dari AS hingga Rusia Ikut Daftar
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Lampaui Prediksi
Cara Daftar Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Kuota 8.100 Orang
Nasib Gaji PPPK Akhirnya Terjawab, Tito Karnavian Siapkan Solusi untuk 79 Daerah, Apakah Kerinci dan Sungai Penuh Termasuk?
Innalillahi, Daniel Kaiser Mantan Suami Susi Pudjiastuti Meninggal Dunia
Mengapa Padang Tetap Diguyur Hujan Lebat saat Kemarau? Ini Penjelasan BMKG
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Kota Sungai Penuh Bangun Gedung KJSU-KIA Senilai Rp14,2 Miliar di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Layanan Jantung hingga NICU Makin Lengkap

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:30 WIB

BGN Pecat 66 Kepala Dapur Program MBG, Diduga Terlibat Judi Online hingga Penipuan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:22 WIB

128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana, WNI dari AS hingga Rusia Ikut Daftar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Lampaui Prediksi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:05 WIB

Cara Daftar Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Kuota 8.100 Orang

Berita Terbaru