Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 25 September 2026. IHSG naik 0,28 persen atau 17,61 poin ke level 6.316,22.
Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat bergerak pada level terendah 6.311,98 dan mencapai posisi tertinggi 6.323,62 pada awal perdagangan. Pergerakan tersebut terjadi setelah IHSG melemah tajam pada perdagangan sebelumnya.
Pada awal perdagangan, sebanyak 220 saham tercatat menguat. Sebanyak 155 saham melemah, sementara 257 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp11.070,07 triliun.
Sejumlah saham LQ45 mencatat penguatan. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) naik 1,95 persen menjadi Rp1.305. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menguat 1,60 persen ke Rp955.
Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik 1,53 persen menjadi Rp8.275. Sementara itu, PT Indosat Tbk. (ISAT) menguat 0,83 persen ke Rp2.420 dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 0,74 persen ke Rp4.100.
Pelaku pasar juga mencermati level teknikal IHSG setelah indeks turun 1,2 persen pada perdagangan sebelumnya. Berdasarkan riset BNI Sekuritas yang dikutip Bisnis.com, IHSG berpotensi kembali terkoreksi apabila gagal bertahan di atas area 6.300. Area support berada di sekitar 6.220–6.280, sedangkan resistance berada di kisaran 6.300–6.330.
Sentimen pasar turut dipengaruhi kondisi global. Bank Indonesia menyebut ketidakpastian pasar keuangan global masih tinggi. Harga minyak juga mengalami kenaikan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. BI mencatat harga minyak sempat menyentuh US$132 per barel sebelum turun kembali di bawah US$100 pada 22 September 2026.
Dari sisi kebijakan moneter domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen dalam RDG 22–23 September 2026. Deposit Facility tetap 4,75 persen dan Lending Facility berada di 6,50 persen.
Keputusan tersebut menjadi salah satu perhatian investor karena suku bunga acuan berpengaruh terhadap likuiditas, nilai tukar, biaya pendanaan, dan valuasi aset keuangan. BI juga masih menempatkan stabilitas rupiah dan pengendalian inflasi sebagai bagian penting dari bauran kebijakannya.
Dengan demikian, perhatian investor pada perdagangan Jumat tertuju pada kemampuan IHSG mempertahankan level 6.300. Pergerakan AMRT, CUAN, INKP, ISAT, BMRI, serta saham berkapitalisasi besar lainnya juga menjadi perhatian sepanjang sesi perdagangan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi merupakan tanggung jawab masing-masing investor.
Editor : Fanda Yosephta









