Kronologi Dokter Muda Meninggal akibat Campak di Cianjur

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN-Seorang dokter muda peserta program internship berinisial AMW (25) dilaporkan meninggal dunia akibat Campak setelah sebelumnya tetap menjalankan tugas saat dalam kondisi sakit. Peristiwa ini terjadi di Cianjur dan menjadi perhatian publik serta otoritas kesehatan.

Kronologi Sakit hingga Meninggal Dunia

Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, AMW diketahui mulai mengalami gejala pada pertengahan Maret 2026.

Pada 8 Maret 2026, AMW masih aktif bertugas di RSUD Pagelaran dan menangani pasien campak. Sepuluh hari kemudian, tepatnya 18 Maret, ia mulai merasakan gejala awal berupa demam, flu, dan batuk.

Meski sempat meminta izin untuk tidak bertugas, AMW tetap masuk kerja pada 19 hingga 21 Maret 2026. Bahkan, saat ruam mulai muncul pada 21 Maret, ia masih menjalankan tugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menangani pasien dengan dugaan campak.

Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya pada 25 Maret 2026 mengalami penurunan kesadaran dan dilarikan ke RSUD Cimacan. Keesokan harinya, 26 Maret 2026, AMW dirujuk ke ruang ICU.

Baca Juga :  Menkes Budi Gunadi: Hantavirus di Jakarta Terkendali dan Tidak Mudah Menular

Sayangnya, meskipun telah mendapatkan penanganan intensif, kondisi pasien tidak tertolong. AMW dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.30 WIB dengan diagnosis campak yang disertai komplikasi pada jantung dan otak.

Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel serum yang dilakukan oleh pihak berwenang menunjukkan hasil positif campak. Pemeriksaan ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dinas Kesehatan daerah serta laboratorium Biofarma.

Temuan ini menguatkan dugaan bahwa infeksi virus campak menjadi penyebab utama kondisi yang dialami korban.

Tetap Bekerja Saat Sakit Jadi Sorotan

Kasus ini menjadi sorotan karena korban diketahui tetap menjalankan tugas medis meskipun sudah menunjukkan gejala penyakit menular.

Dalam praktik medis, kondisi ini berisiko tinggi, baik bagi tenaga kesehatan itu sendiri maupun pasien yang ditangani. Campak merupakan penyakit yang sangat menular, terutama melalui droplet saat batuk atau bersin.

Baca Juga :  Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.372, Menkes Ingatkan Bahaya Hoaks Vaksin

Para ahli kesehatan menilai, penting bagi tenaga medis untuk segera menghentikan aktivitas kerja saat mengalami gejala penyakit menular guna mencegah penyebaran lebih luas.

Pentingnya Vaksinasi dan Kewaspadaan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penularan campak. Selain itu, penerapan protokol kesehatan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) juga menjadi hal yang wajib diperhatikan oleh tenaga medis.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan harus menjadi prioritas, terutama saat menghadapi penyakit menular.

Evaluasi Sistem dan Perlindungan Tenaga Kesehatan

Peristiwa ini juga membuka ruang evaluasi terhadap sistem kerja tenaga kesehatan, khususnya bagi dokter internship yang sering menghadapi beban kerja tinggi.

Diperlukan kebijakan yang lebih tegas terkait izin sakit dan perlindungan tenaga medis agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Berita Terkait

WhatsApp Diretas Lalu Kena Suspend, Komdigi Desak Meta Beri Klarifikasi 24 Agustus 2026
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Film Horor Terbaru 2026
BMKG Ungkap Kondisi Kekeringan Agustus 2026, Bagaimana Jambi, Sumbar dan Riau?
Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Resmi Kemendikdasmen dan Kemenag
Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi
Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu
Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter, Pemerintah Bergerak
Dana Transfer Daerah 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Dampaknya ke APBD dan Gaji ASN
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:01 WIB

WhatsApp Diretas Lalu Kena Suspend, Komdigi Desak Meta Beri Klarifikasi 24 Agustus 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Sinopsis Insidious: Out of the Further, Film Horor Terbaru 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:02 WIB

BMKG Ungkap Kondisi Kekeringan Agustus 2026, Bagaimana Jambi, Sumbar dan Riau?

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:33 WIB

Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Resmi Kemendikdasmen dan Kemenag

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Berita Terbaru