Ambang Batas Parlemen RUU Pemilu: Nasdem Usul 7 Persen, Ada Opsi 5 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLITIK – Partai Nasdem kembali menyampaikan sikapnya mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT). Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim mengatakan partainya sejak awal konsisten mengusulkan angka 7 persen.

Menurut Hermawi, usulan tersebut bukan sikap yang baru disampaikan. Nasdem telah beberapa kali menyampaikan angka tersebut dalam pembahasan mengenai ambang batas parlemen.

“Nasdem konsisten dengan angka PT (parliamentary threshold) 7 persen,” kata Hermawi saat dihubungi, Rabu (16/9/2026).

Nasdem Buka Ruang Pembahasan dengan Partai Lain

Hermawi menjelaskan, angka 7 persen yang diusulkan Nasdem masih dapat menjadi bagian dari pembahasan bersama partai politik lainnya.

Ia mengatakan Nasdem siap berdiskusi untuk mencari angka yang dapat disepakati bersama.

Menurut Hermawi, proses tersebut penting karena keputusan mengenai ambang batas parlemen berkaitan dengan aturan Pemilu dan membutuhkan kesepakatan dalam pembahasannya.

“Nasdem siap untuk terus berdiskusi dengan sesama partai untuk mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Dengan demikian, sikap Nasdem saat ini adalah tetap membawa usulan 7 persen, sembari membuka ruang dialog dengan partai politik lain.

Muncul Usulan Ambang Batas 5 Persen

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menyampaikan adanya pertemuan sejumlah ketua umum partai politik koalisi pemerintah untuk membahas sejumlah poin dalam RUU Pemilu.

Dalam pertemuan tersebut, Gerindra disebut diwakili Ketua Harian Partai Gerindra Dasco.

Baca Juga :  Federico Barba Respons Rumor Serie B: Fokus Masih Bersama Persib

Sugiono mengatakan salah satu poin yang dibahas adalah perubahan ambang batas parlemen dari 4 persen menjadi 5 persen.

Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menyampaikan sikap atas nama partai politik lain.

Menurut Sugiono, Gerindra menyetujui angka 5 persen. Ia juga menyebut bahwa Golkar dan PKS sebelumnya menyampaikan sikap yang serupa.

Perbedaan Usulan Masih Menjadi Bagian Pembahasan

Perbedaan angka antara usulan Nasdem dan pihak yang disebut menyepakati ambang batas 5 persen menunjukkan bahwa pembahasan mengenai parliamentary threshold masih berlangsung.

Nasdem menyatakan tetap membawa angka 7 persen sebagai usulannya. Di sisi lain, terdapat pernyataan dari Sugiono mengenai angka 5 persen dalam pertemuan sejumlah ketua umum partai koalisi pemerintah.

Hermawi sendiri tidak memberikan jawaban ketika ditanya mengenai pertemuan para ketua umum partai yang disebut menghasilkan kesepakatan ambang batas 5 persen.

Karena itu, angka final ambang batas parlemen dalam pembahasan RUU Pemilu masih bergantung pada proses pembahasan dan kesepakatan politik yang berlaku.

Apa Itu Parliamentary Threshold?

Parliamentary threshold adalah ambang batas perolehan suara yang digunakan sebagai salah satu ketentuan untuk menentukan partai politik yang dapat memperoleh kursi di parlemen.

Besaran ambang batas menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan sistem Pemilu karena dapat berkaitan dengan hasil perolehan kursi partai politik di DPR.

Baca Juga :  Rekayasa Ekspor CPO Terbongkar, Kejagung Tetapkan 11 Tersangka dari Pejabat hingga Pengusaha

Dalam perkembangan terbaru yang disampaikan dalam laporan tersebut, Nasdem mengusulkan angka 7 persen, sementara Sugiono menyebut adanya kesepakatan sejumlah partai koalisi pemerintah untuk mengusulkan angka 5 persen.

FAQ

1. Berapa ambang batas parlemen yang diusulkan Nasdem?
Sekjen Nasdem Hermawi Taslim mengatakan partainya konsisten mengusulkan parliamentary threshold sebesar 7 persen.

2. Apakah Nasdem bersedia membahas angka tersebut dengan partai lain?
Ya. Hermawi mengatakan Nasdem siap berdiskusi dengan partai politik lain untuk mencapai kesepakatan.

3. Berapa angka ambang batas yang disebut disepakati sejumlah partai koalisi pemerintah?
Sugiono menyebut angka 5 persen dalam pembahasan yang diikuti sejumlah ketua umum partai koalisi pemerintah.

4. Berapa ambang batas parlemen yang berlaku dalam konteks pembahasan tersebut?
Dalam laporan tersebut disebutkan angka 4 persen dan terdapat pembahasan untuk mengubahnya menjadi angka yang berbeda.

5. Apa kepanjangan PT dalam pembahasan Pemilu?
PT merupakan singkatan dari parliamentary threshold, yaitu ambang batas parlemen.

6. Apakah angka 5 persen sudah menjadi keputusan final?
Laporan tersebut menyebut adanya pernyataan mengenai kesepakatan sejumlah partai, tetapi pembahasan dan proses RUU Pemilu masih menjadi bagian dari proses politik dan legislasi. Nasdem sendiri tetap menyampaikan usulan 7 persen.

Berita Terkait

Jadwal Pelantikan Hj. Helneti Mesra sebagai Anggota DPRD Sungai Penuh Ditetapkan 20 Oktober 2026
Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop
Kursi DPR RI Jambi di Tinggalkan Alm. H Bakri Masih Kosong, Adirozal Hadir di HUT – 28 PAN di Jakarta 
DJP Beri Diskon Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Berlaku sampai 2028: Ini Syarat dan Cara Mengajukannya
BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum untuk Ketahanan Energi
Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla Indonesia, Wakil PM Sebut Belum Ada Respons
Film Digger Tayang di Indonesia, Tom Cruise Berusaha Selamatkan Dunia
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Jadwal Pelantikan Hj. Helneti Mesra sebagai Anggota DPRD Sungai Penuh Ditetapkan 20 Oktober 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Kursi DPR RI Jambi di Tinggalkan Alm. H Bakri Masih Kosong, Adirozal Hadir di HUT – 28 PAN di Jakarta 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:01 WIB

DJP Beri Diskon Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Berlaku sampai 2028: Ini Syarat dan Cara Mengajukannya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya

Berita Terbaru