25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Klaim, Begini Cara Mengenalinya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NASIONAL – Pemerintah menemukan adanya 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi kadar fortifikasi sesuai klaim pada label. Temuan tersebut menjadi perhatian karena konsumen dapat membayar lebih mahal untuk produk yang kandungan gizinya belum tentu sesuai dengan informasi yang tercantum pada kemasan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap 27 merek beras fortifikasi dengan melibatkan empat laboratorium.

Menurut Amran, hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat produk yang kadar fortifikasinya tidak sesuai dengan klaim.

“Katanya fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel. Kita cek ternyata tidak sesuai dengan levelnya,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026).

Harga Beras Fortifikasi Jadi Salah Satu Indikasi

Selain hasil pemeriksaan laboratorium, pemerintah juga menyoroti harga sejumlah produk beras fortifikasi yang beredar di pasaran.

Amran menyebut terdapat beras fortifikasi yang dijual sekitar Rp25 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram. Sementara itu, pemerintah memperkirakan harga yang seharusnya berada di sekitar Rp13.500 per kilogram.

Perbedaan harga tersebut menjadi salah satu hal yang diperhatikan pemerintah. Namun, harga semata tidak dapat digunakan untuk membuktikan bahwa suatu produk beras merupakan oplosan atau tidak sesuai standar.

Pemerintah menyatakan produk yang terbukti tidak memenuhi persyaratan akan ditarik dari peredaran.

“Pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses,” kata Amran.

Apa Itu Beras Fortifikasi?

Beras fortifikasi merupakan beras yang mendapatkan tambahan zat gizi mikro melalui proses teknologi pangan setelah padi digiling menjadi beras.

Tujuannya adalah meningkatkan kandungan zat gizi yang diperlukan tubuh. Beberapa zat yang dapat terdapat dalam beras fortifikasi antara lain:

  • Zat besi
  • Asam folat
  • Zinc
  • Vitamin A
  • Vitamin B

Dalam proses produksinya, zat gizi tersebut dicampurkan ke bahan beras dan kemudian dibentuk kembali menyerupai butiran beras.

Butiran yang mengandung zat gizi ini dikenal sebagai kernel fortifikan. Selanjutnya, kernel tersebut dicampurkan dengan beras biasa dalam perbandingan tertentu.

Baca Juga :  MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG

Apakah Beras Fortifikasi Bisa Dibedakan dengan Mata?

Secara visual, beras fortifikasi memang tidak mudah dibedakan dari beras putih biasa.

Beberapa kernel fortifikan mungkin tampak sedikit berbeda, misalnya lebih putih, agak opak, atau sedikit kekuningan dibandingkan butiran beras lainnya. Namun, perbedaan tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk memastikan kandungan fortifikasi.

Artinya, konsumen tidak dapat memastikan kadar vitamin dan mineral hanya dengan melihat warna atau bentuk butiran beras.

Pemeriksaan laboratorium tetap menjadi metode yang paling dapat diandalkan untuk mengetahui apakah kandungan fortifikasi sesuai dengan klaim dan standar yang berlaku.

Cara Mengenali Beras yang Patut Dicermati

Meski kadar fortifikasi tidak dapat dipastikan hanya dengan pengamatan sederhana, konsumen tetap dapat memperhatikan beberapa karakteristik produk sebelum membeli atau mengonsumsinya.

1. Periksa kemasan

Perhatikan informasi yang tercantum pada kemasan, termasuk:

  • Nama dan jenis produk
  • Klaim fortifikasi
  • Informasi nilai gizi
  • Izin atau keterangan resmi yang tercantum
  • Informasi produsen

Informasi pada kemasan dapat membantu konsumen memastikan produk yang dibeli memiliki identitas dan keterangan yang jelas.

2. Perhatikan bentuk butiran

Beras memiliki karakteristik alami yang dapat berbeda berdasarkan varietasnya. Konsumen dapat memperhatikan bentuk serta permukaan butiran.

Namun, pengamatan visual tidak cukup untuk menentukan apakah beras tersebut benar-benar memenuhi kadar fortifikasi yang diklaim.

3. Cermati aroma dan tekstur setelah dimasak

Bau kimia yang menyengat atau tekstur nasi yang sangat tidak lazim dapat menjadi alasan bagi konsumen untuk tidak melanjutkan konsumsi dan mencari informasi atau pemeriksaan lebih lanjut.

Meski demikian, kondisi tersebut juga tidak secara otomatis membuktikan bahwa beras merupakan produk palsu atau mengandung bahan non-beras.

Jangan Jadikan Tes Air sebagai Bukti Beras Palsu

Berbagai metode sederhana seperti merendam beras di dalam air atau memanaskannya kerap digunakan masyarakat untuk mencoba mengetahui keaslian beras.

Namun, hasil seperti beras mengambang, tenggelam, berubah bentuk, atau mengeluarkan aroma tertentu tidak dapat dijadikan bukti tunggal bahwa beras palsu atau mengandung plastik.

Baca Juga :  Tekanan Jual Menekan BUMI ke Level Terendah, Ada Apa?

Karena itu, konsumen sebaiknya tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan eksperimen sederhana tersebut.

Jika terdapat dugaan pelanggaran mutu atau kandungan produk, pengujian laboratorium diperlukan untuk mendapatkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ada Standar SNI untuk Beras Fortifikasi

Beras fortifikasi juga memiliki standar mutu yang menjadi acuan.

Dalam informasi yang disampaikan pemerintah, standar tersebut mencakup SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Standar tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan produk memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan.

Kesimpulan

Temuan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai klaim menunjukkan pentingnya kehati-hatian konsumen saat membeli produk pangan.

Masyarakat dapat memeriksa informasi pada kemasan dan memperhatikan kondisi fisik beras. Namun, kandungan fortifikasi tidak dapat dipastikan hanya dari warna, bentuk, tes air, atau cara sederhana lainnya.

Untuk mengetahui kesesuaian kadar vitamin dan mineral dengan klaim pada label, pemeriksaan laboratorium tetap menjadi metode yang paling dapat diandalkan.

FAQ Beras Fortifikasi

Apakah semua dari 25 merek tersebut sudah terbukti melanggar?

Temuan pemerintah menyebut 25 merek diduga tidak memenuhi kadar fortifikasi sesuai klaim. Pembuktian dan tindakan terhadap produk dilakukan melalui proses pemeriksaan serta penanganan sesuai ketentuan.

Apakah beras fortifikasi sama dengan beras biasa?

Beras fortifikasi berasal dari beras yang mendapatkan tambahan zat gizi mikro melalui proses teknologi pangan.

Bisakah beras fortifikasi dikenali dari warnanya?

Tidak dapat dipastikan. Beberapa kernel mungkin terlihat berbeda, tetapi warna dan bentuk tidak cukup untuk menentukan kadar fortifikasinya.

Apakah beras yang mengambang di air berarti palsu?

Tidak. Beras mengambang atau tenggelam tidak dapat menjadi bukti tunggal bahwa produk palsu atau mengandung plastik.

Bagaimana cara memastikan kandungan fortifikasi?

Cara yang paling dapat diandalkan adalah melalui pemeriksaan laboratorium.

Apa standar SNI beras fortifikasi?

Informasi yang disampaikan pemerintah mencantumkan SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Berita Terkait

Dirjen Pajak Minta Mutasi Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Ini Jawaban Menkeu
Hasil OMI 2026 Kabupaten/Kota Diumumkan, Begini Cara Ceknya
Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK
Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk Warga Usia 17 Tahun, Ada Saldo Rp50 Ribu
20 Link Twibbon HAORNAS 2026, Ramaikan Hari Olahraga Nasional
108 Penerbangan dari dan ke Bali Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 13.000 Penumpang Kena Imbas
Daftar 8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Cek Penerbangan Hari Ini
5 Direktur Baru Bank BTN 2026, Ada Eks Pejabat WIKA dan yang Termuda 43 Tahun
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:00 WIB

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Klaim, Begini Cara Mengenalinya

Kamis, 17 September 2026 - 02:00 WIB

Dirjen Pajak Minta Mutasi Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Ini Jawaban Menkeu

Sabtu, 12 September 2026 - 20:00 WIB

Hasil OMI 2026 Kabupaten/Kota Diumumkan, Begini Cara Ceknya

Jumat, 11 September 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK

Kamis, 10 September 2026 - 05:00 WIB

Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk Warga Usia 17 Tahun, Ada Saldo Rp50 Ribu

Berita Terbaru