Non Job Bukan Akhir, Kesehatan Adalah Prioritas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak semua perjalanan karier berjalan lurus. Ada masa ketika seseorang berada di posisi strategis, ada pula fase ketika harus berhenti sejenak, menunggu, atau bahkan kehilangan jabatan. Namun satu hal yang sering terlupakan: jabatan bisa datang dan pergi, tetapi kesehatan adalah fondasi utama yang menentukan kualitas hidup.

Bagi yang sedang non job di pemerintahan, ingatlah bahwa kondisi ini bukan akhir dari pengabdian, melainkan jeda yang bisa dimaknai sebagai ruang untuk menata ulang energi, pikiran, dan arah hidup. Tekanan, rasa kecewa, atau kecemasan adalah hal manusiawi. Tapi jangan biarkan semua itu menggerus kesehatan fisik dan mental.

Baca Juga :  Kariati Butuh Kita ! Hidup Sebatang Kara, Bertahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal 

Gunakan waktu ini untuk hal-hal yang sering tertunda: memperbaiki pola tidur, berolahraga, memeriksa kesehatan, mempererat hubungan keluarga, dan mengembangkan kapasitas diri. Banyak orang justru menemukan perspektif baru, keahlian baru, bahkan peluang baru saat berada di fase yang tak terduga.

Harga diri tidak ditentukan oleh kursi jabatan. Integritas, pengalaman, dan dedikasi yang telah dibangun selama ini tetap melekat. Jabatan hanyalah amanah sementara, sementara nilai diri adalah sesuatu yang jauh lebih permanen.

Baca Juga :  Robusta Kerinci Masuk Panen Raya, Harga Green Bean Tembus Rp50 Ribu per Kilogram

Tetaplah menjaga semangat, merawat kesehatan, dan memelihara optimisme. Karena saat kesempatan berikutnya datang, yang paling siap bukan hanya yang paling pintar, tetapi juga yang paling sehat — lahir dan batin.

Pesan sederhana:
Jangan ukur hidup dari jabatan yang dimiliki hari ini. Ukurlah dari kesehatan yang terjaga, keluarga yang harmonis, dan hati yang tetap kuat menghadapi perubahan. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Nasib Gaji dan Kontrak PPPK 2026 Masih Menggantung, Pemkot Sungai Penuh Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat
Proyek Pengendalian Banjir Batang Merao Dikebut, Selesai Akhir 2026
Tiga Mantan Pejabat Berebut Kursi Ketua Lembaga Adat Pondok Tinggi, Dusun Baru Masih Tunggu Figur Pengganti
Tito Karnavian Pastikan Tak Ada Pemecatan PPPK Meski Efisiensi Anggaran
Pemerintah Bidik 64 Juta UMKM Masuk Sistem Pajak Formal, Tax Ratio Dikejar 13%
Masyarakat Adat 6 Luhah Sungai Penuh Sambut Bambu Karamentang 30 Meter, Simbol Persatuan Jelang Kenduri Sko
Mendagri Ungkap Penyebab Puluhan Pemda Kesulitan Bayar PPPK
Harapan Pemekaran Kerinci Hilir Menguat, DPR RI Desak Pemerintah Tuntaskan Aturan Daerah Otonom Baru
Berita ini 182 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:06 WIB

Nasib Gaji dan Kontrak PPPK 2026 Masih Menggantung, Pemkot Sungai Penuh Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:36 WIB

Proyek Pengendalian Banjir Batang Merao Dikebut, Selesai Akhir 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:29 WIB

Tiga Mantan Pejabat Berebut Kursi Ketua Lembaga Adat Pondok Tinggi, Dusun Baru Masih Tunggu Figur Pengganti

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:05 WIB

Tito Karnavian Pastikan Tak Ada Pemecatan PPPK Meski Efisiensi Anggaran

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pemerintah Bidik 64 Juta UMKM Masuk Sistem Pajak Formal, Tax Ratio Dikejar 13%

Berita Terbaru

Teknologi

Mudah! Ini Cara Melacak HP dan Lokasi Orang Pakai WhatsApp

Sabtu, 13 Jun 2026 - 08:00 WIB