Mendagri Ungkap Penyebab Puluhan Pemda Kesulitan Bayar PPPK

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap alasan puluhan pemerintah daerah (pemda) mengalami kesulitan membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurut Tito, terdapat 39 daerah yang kondisi keuangannya cukup berat karena porsi belanja pegawai di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah melebihi 50 persen.

“Kalau tidak salah kita itu 39 daerah. Ada 39 daerah yang perlu kita pikirkan,” ujar Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Senin (8/6/2026).

Belanja Pegawai Membengkak

Tingginya belanja pegawai menjadi penyebab utama daerah kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran gaji PPPK.

Beberapa daerah bahkan memiliki rasio belanja pegawai jauh di atas batas ideal yang ditetapkan pemerintah.

Contohnya:

  • Sulawesi Tengah: 56,65 persen
  • Kabupaten Donggala: 53,1 persen
  • Kabupaten Sigi: 60 persen

Kondisi tersebut membuat ruang fiskal daerah semakin sempit untuk membiayai program pembangunan lainnya.

Pemerintah Siapkan Solusi Tambahan Dana

Untuk membantu daerah yang kesulitan, pemerintah mempertimbangkan penambahan Transfer ke Daerah (TKD) dari APBN.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu 2026 Terancam Dirumahkan, Ini Dampaknya bagi Gaji dan Masa Depan ASN

Langkah ini dilakukan agar pembayaran gaji PPPK tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan publik.

Menurut Tito, beberapa daerah memang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terbatas sehingga membutuhkan bantuan tambahan dari pemerintah pusat.

Aturan Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen

Pemerintah saat ini juga tengah mendorong penerapan aturan belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD.

Kebijakan tersebut mengacu pada Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

Namun hingga kini, Kemendagri mencatat:

  • 367 kabupaten masih memiliki belanja pegawai di atas 30 persen
  • Hanya 48 kabupaten yang sudah berada di bawah batas tersebut

Aturan ini direncanakan mulai diterapkan penuh pada Januari 2027.

Pemda Diminta Efisiensi Anggaran

Sebelum aturan diberlakukan penuh, pemerintah meminta daerah melakukan efisiensi anggaran.

Baca Juga :  Semangat Baru Korpri: Azhar Hamzah Serukan Pengabdian ASN yang Berkualitas

Kemendagri telah mengeluarkan surat edaran agar pemda mengurangi pengeluaran yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat, seperti:

  • Perjalanan dinas
  • Kegiatan seremonial
  • Pengeluaran non-prioritas lainnya

Efisiensi tersebut diharapkan dapat membantu daerah menjaga kemampuan fiskal dan memenuhi kewajiban pembayaran pegawai.

FAQ

Mengapa 39 daerah tidak mampu membayar gaji PPPK?

Karena porsi belanja pegawai di APBD terlalu besar, bahkan ada yang melebihi 50 persen.

Apa solusi pemerintah untuk daerah yang kesulitan?

Pemerintah mempertimbangkan penambahan Transfer ke Daerah (TKD) dari APBN.

Apa batas maksimal belanja pegawai menurut pemerintah?

Pemerintah menetapkan batas ideal belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD.

Kapan aturan belanja pegawai 30 persen mulai berlaku penuh?

Aturan tersebut direncanakan diterapkan penuh mulai Januari 2027.

Apa saja pengeluaran yang diminta untuk diefisiensi?

Pemerintah meminta daerah mengurangi perjalanan dinas, kegiatan seremonial, dan pengeluaran non-prioritas lainnya.

Berita Terkait

Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Mendagri dan Kemenkeu Siapkan Solusi
Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun
700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner
Rumah Tasya Farasya Retak Setelah Dibangun 6 Tahun, Ini Temuan Awal Kontraktor
DJP Buka Program Penghapusan Sanksi Pajak 2026, UMKM Perlu Tahu Syarat dan Ketentuannya
Sido Muncul Bagikan Dividen Interim Rp300 Miliar, Ini Jadwal Cair dan Nilai per Saham
BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Pengunjung Tembus 65.800 Orang
PMK 71/2026 Berlaku, 3 Sanksi Pajak Ini Tak Bisa Dihapus DJP
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:02 WIB

Rumah Tasya Farasya Retak Setelah Dibangun 6 Tahun, Ini Temuan Awal Kontraktor

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:00 WIB

DJP Buka Program Penghapusan Sanksi Pajak 2026, UMKM Perlu Tahu Syarat dan Ketentuannya

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Sido Muncul Bagikan Dividen Interim Rp300 Miliar, Ini Jadwal Cair dan Nilai per Saham

Berita Terbaru