Heboh Peternakan Kecoa Ilegal Dibongkar, Nilai Serangga Capai Rp2,5 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBAL – Otoritas satwa liar Australia menggerebek sebuah peternakan kecoa ilegal di wilayah pedesaan Bathurst, sebelah barat Sydney. Dalam operasi tersebut, petugas menyita lebih dari 100 ribu ekor kecoa eksotis yang diperkirakan memiliki nilai pasar gelap mencapai US$140 ribu atau sekitar Rp2,5 miliar.

Kasus ini langsung menjadi perhatian internasional karena melibatkan perdagangan serangga ilegal dalam jumlah sangat besar. Pemerintah Australia menilai aktivitas tersebut sebagai ancaman serius terhadap biosekuriti dan keanekaragaman hayati negara tersebut.

Ribuan Kecoa Eksotis Ditemukan

Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan berbagai jenis kecoa eksotis yang dilarang dipelihara secara ilegal.

Salah satu yang paling mencolok adalah kecoa Madagaskar mendesis atau Madagascar hissing cockroach.

Serangga berukuran besar tersebut dikenal karena mampu mengeluarkan suara mendesis sebagai mekanisme pertahanan alami.

Selain itu, ditemukan pula kecoa dubia yang biasa digunakan sebagai pakan reptil seperti kadal peliharaan.

Foto-foto hasil penggerebekan menunjukkan ukuran kecoa Madagaskar yang sangat besar hingga mampu menutupi telapak tangan orang dewasa.

Nilai Pasar Gelap Capai Rp2,5 Miliar

Departemen Lingkungan Hidup Australia memperkirakan seluruh kecoa yang disita memiliki nilai pasar gelap lebih dari US$140 ribu atau sekitar Rp2,5 miliar.

Permintaan terhadap serangga eksotis memang cukup tinggi di komunitas pecinta hewan unik dan kolektor satwa.

Kecoa tertentu bahkan dijual dengan harga mahal karena dianggap langka dan menarik untuk dipelihara.

Namun pemerintah Australia menegaskan bahwa perdagangan satwa eksotis tanpa izin dapat merusak keseimbangan ekosistem lokal.

Australia Punya Aturan Biosekuriti Ketat

Australia dikenal sebagai salah satu negara dengan aturan biosekuriti paling ketat di dunia.

Baca Juga :  Trump Umumkan Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran, Operasi Militer Besar Dimulai

Pemerintah sangat serius dalam mencegah masuknya spesies asing yang berpotensi menjadi hama invasif.

Menurut otoritas lingkungan hidup, banyak serangga eksotis dilarang karena dapat:

  • mengganggu ekosistem,
  • membawa penyakit,
  • merusak pertanian,
  • hingga mengancam spesies lokal.

Karena itu, pembiakan dan perdagangan kecoa eksotik tanpa izin dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap undang-undang lingkungan hidup nasional.

Otoritas Beri Peringatan Keras

Juru bicara Departemen Lingkungan Hidup Australia mengatakan pihaknya akan terus memantau perdagangan ilegal satwa eksotis.

Pemerintah juga memperingatkan para pelaku bisnis hewan peliharaan dan penghobi agar tidak memperjualbelikan spesies terlarang.

“Kami menjalankan tugas untuk melindungi keanekaragaman hayati unik Australia dan memandang serius setiap pelanggaran hukum lingkungan hidup,” ujar perwakilan otoritas setempat.

Pihak berwenang kini masih menyelidiki asal-usul kecoa tersebut dan kemungkinan adanya jaringan perdagangan ilegal yang lebih besar.

Kecoa Madagaskar Jadi Sorotan

Kecoa Madagaskar mendesis menjadi salah satu spesies yang paling menarik perhatian publik.

Serangga ini berasal dari Pulau Madagaskar dan dikenal memiliki ukuran besar serta suara khas mendesis.

Meski tampak menyeramkan bagi sebagian orang, kecoa ini cukup populer di komunitas pecinta hewan eksotis.

Beberapa orang memeliharanya sebagai koleksi unik, hewan edukasi, hingga pakan reptil tertentu.

Namun di Australia, spesies tersebut masuk kategori yang diawasi ketat.

Benarkah Kecoa Bisa Bertahan dari Ledakan Nuklir?

Kasus ini juga kembali memunculkan mitos lama bahwa kecoa dapat bertahan dari ledakan nuklir.

Mitos tersebut populer sejak era Perang Dingin.

Banyak orang percaya kecoa merupakan makhluk paling tangguh di dunia dan mampu hidup setelah perang nuklir.

Baca Juga :  Gempa Dahsyat Venezuela: 1.430 Orang Meninggal, Jutaan Warga Butuh Bantuan

Namun hingga kini belum ada bukti ilmiah yang benar-benar membuktikan klaim tersebut.

Meski beberapa jenis kecoa memang memiliki ketahanan tinggi terhadap radiasi dibanding hewan lain, mereka tetap tidak sepenuhnya kebal terhadap dampak nuklir.

Perdagangan Satwa Eksotis Semakin Marak

Kasus peternakan kecoa ilegal ini menjadi bukti bahwa perdagangan satwa eksotis masih marak terjadi secara global.

Tidak hanya reptil dan burung langka, serangga unik juga mulai menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar gelap.

Perdagangan ilegal seperti ini dinilai berbahaya karena:

  • meningkatkan risiko penyebaran spesies invasif,
  • mengancam ekosistem lokal,
  • serta berpotensi membawa penyakit baru.

Pemerintah Australia berjanji akan meningkatkan patroli dan pengawasan digital untuk mencegah perdagangan satwa ilegal melalui internet.

FAQ

Di mana peternakan kecoa ilegal digerebek?

Peternakan tersebut digerebek di Bathurst, wilayah pedesaan sebelah barat Sydney, Australia.

Berapa jumlah kecoa yang disita?

Lebih dari 100 ribu ekor kecoa eksotis berhasil disita.

Apa jenis kecoa yang ditemukan?

Petugas menemukan kecoa Madagaskar mendesis dan kecoa dubia.

Berapa nilai kecoa yang disita?

Nilai pasar gelap seluruh kecoa diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Mengapa kecoa eksotis dilarang di Australia?

Karena dapat menjadi spesies invasif yang mengancam ekosistem dan biosekuriti negara.

Apakah kecoa Madagaskar berbahaya?

Tidak berbahaya bagi manusia, namun tetap diawasi ketat karena merupakan spesies eksotis.

Benarkah kecoa bisa bertahan dari ledakan nuklir?

Belum ada bukti ilmiah yang benar-benar membuktikan klaim tersebut.

Berita Terkait

10 Best Online MBA Programs in the USA for 2026: Tuition, Rankings, and Admission Requirements
WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya
Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap
APBN Malaysia 2027: Subsidi Diperketat, Penghematan Dikembalikan ke Rakyat, Biaya Hidup Jadi Fokus
US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026
Ronaldo Cetak Rekor Baru
Kisah Hui Ka Yan: Dari Miliarder Dunia, Kini Divonis Seumur Hidup
Guardiola Ungkap Masa Sulit di Man City
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 05:00 WIB

10 Best Online MBA Programs in the USA for 2026: Tuition, Rankings, and Admission Requirements

Kamis, 3 September 2026 - 18:04 WIB

WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya

Selasa, 1 September 2026 - 19:12 WIB

Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap

Selasa, 1 September 2026 - 07:00 WIB

APBN Malaysia 2027: Subsidi Diperketat, Penghematan Dikembalikan ke Rakyat, Biaya Hidup Jadi Fokus

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:05 WIB

US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026

Berita Terbaru