Kariati Butuh Kita ! Hidup Sebatang Kara, Bertahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal 

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI-Hidup sebatang kara tak membuat Kariati (57), warga Desa Taman Jernih, Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur, menyerah. Namun penyakit gagal ginjal yang telah lama dideritanya kini membuat kondisinya semakin memprihatinkan. Ia harus menjalani perawatan intensif di RS Umum Kota Sungai Penuh karena kesehatannya terus menurun.

Dalam beberapa tahun belakangan, Kariati menjalani hidup di rumah sederhana dengan segala keterbatasan. Ketidakmampuannya menanggung biaya pengobatan membuat ia tak bisa lagi mengikuti terapi dan perawatan berkala yang sangat dibutuhkan pasien gagal ginjal.

Baca Juga :  Tiga Besar Hasil Seleksi Terbuka JPT Kerinci, Ini Daftarnya

Mengetahui keadaan tersebut, warga Desa Taman Jernih, pemuda setempat, hingga perantau Sungai Tutung di Malaysia bahu-membahu menggalang donasi. Aparat Babinsa juga ikut turun membantu proses pengumpulan dana.

Meski banyak pihak telah peduli, dana yang dibutuhkan untuk melanjutkan pengobatan Kariati masih jauh dari cukup.

Kepala Desa Taman Jernih, Ade Haryono, saat dikonfirmasi pada Jumat (28/11/2025), menyampaikan bahwa pihak desa terus berupaya mencari bantuan tambahan.

Baca Juga :  579 Pejabat Fungsional Pemkab Kerinci Dilantik, Bupati Monadi Tekankan Integritas dan Pelayanan Masyarakat

“Dia (Kariati) tinggal seorang diri dan kondisinya semakin berat. Kami bersama pemuda, masyarakat, dan Babinsa sudah berusaha mengumpulkan bantuan, tetapi masih belum mencukupi,” kata Ade Haryono.

Hingga kini, warga desa masih berusaha mengetuk pintu-pintu kebaikan agar pengobatan Kariati dapat terus dilakukan dan harapannya segera pulih.

Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui:
BRI – 555901022390530 a.n. Reka Afriani.

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BPKP Jambi, Tata Kelola dan Akuntabilitas Jadi Sorotan
Komdigi Atur Tarif Ojol Antar Makanan dan Barang, Ini Perinciannya
BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Joki Baca Buku Makin Ramai, Tarifnya Tembus Rp 700.000 per Buku
DPRD Sungai Penuh Bakal Panggil Kadis Pemdes soal Bimtek BPD di Jambi, Khaidir Soroti Keluhan Peserta
Sungai Penuh dan Kerinci Tak Masuk Daftar Bantuan Karhutla Rp85 Miliar, Dedi Dora: Kita Hanya Menikmati Asapnya
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum untuk Ketahanan Energi
Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Lancar, Langkah Wako Alfin Bantu Selamatkan Roda Ekonomi Tiga Wilayah
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BPKP Jambi, Tata Kelola dan Akuntabilitas Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Komdigi Atur Tarif Ojol Antar Makanan dan Barang, Ini Perinciannya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Joki Baca Buku Makin Ramai, Tarifnya Tembus Rp 700.000 per Buku

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:02 WIB

DPRD Sungai Penuh Bakal Panggil Kadis Pemdes soal Bimtek BPD di Jambi, Khaidir Soroti Keluhan Peserta

Berita Terbaru