BI Yakin Rupiah Bakal Menguat, Investor Asing Serbu SBN dan SRBI Usai BI Rate Naik 5,50 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Kabar baik datang dari pasar keuangan Indonesia. Bank Indonesia (BI) meyakini nilai tukar rupiah masih memiliki ruang penguatan yang cukup besar setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menarik minat investor asing untuk kembali menanamkan modal di instrumen keuangan domestik.

Pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, rupiah ditutup di level Rp17.865 per dolar Amerika Serikat. Posisi tersebut menunjukkan penguatan signifikan dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp18.010 per dolar AS. Penguatan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia mulai meningkat.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut penguatan rupiah tidak terlepas dari kombinasi berbagai kebijakan moneter yang diterapkan BI. Selain menaikkan BI Rate, bank sentral juga memperkuat instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), memberikan insentif lindung nilai bagi investor asing, hingga memperluas akses likuiditas melalui fasilitas repo perbankan.

Strategi tersebut terbukti efektif. Dalam periode 10 hingga 11 Juni 2026, aliran dana asing yang masuk ke SRBI mencapai lebih dari Rp15 triliun. Sementara itu, investasi asing pada Surat Berharga Negara (SBN) juga tercatat mendekati Rp4 triliun. Besarnya arus modal masuk menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga :  Daftar Asuransi Mobil Syariah Terbaik di Indonesia, Ini Pilihannya

Tidak hanya itu, optimisme investor juga terlihat dari suksesnya penerbitan obligasi internasional Danantara yang berhasil menghimpun dana sekitar Rp26,9 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa investor global masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia dan berbagai instrumen investasi yang ditawarkan.

Di tengah volatilitas pasar internasional, BI juga memperkuat kerja sama dengan bank sentral dan otoritas keuangan luar negeri. Kerja sama dengan People’s Bank of China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA) diarahkan untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan regional sekaligus memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan internasional.

Perluasan skema Local Currency Transaction (LCT) menjadi salah satu langkah strategis yang diyakini mampu mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Dengan semakin banyak transaksi menggunakan mata uang lokal, tekanan terhadap rupiah akibat gejolak global dapat diminimalkan sehingga stabilitas nilai tukar lebih terjaga.

Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas pasar keuangan melalui berbagai instrumen kebijakan yang tersedia. Dengan derasnya arus modal asing, meningkatnya minat investor terhadap aset domestik, serta koordinasi yang kuat dengan pemerintah, rupiah diproyeksikan terus bergerak menuju level fundamental yang lebih sehat dalam beberapa waktu mendatang.

Baca Juga :  The Fed Tahan Suku Bunga di 4%, Rupiah Tertekan dan Investor Menanti Keputusan Berikutnya

FAQ

Apakah rupiah benar-benar akan terus menguat?

Bank Indonesia optimistis penguatan rupiah masih berlanjut karena didukung arus modal asing yang besar, kebijakan suku bunga yang kompetitif, dan stabilitas ekonomi nasional.

Mengapa BI menaikkan BI Rate menjadi 5,50 persen?

Kenaikan BI Rate bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia.

Apa itu SRBI?

SRBI atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia merupakan instrumen investasi yang diterbitkan BI untuk menyerap likuiditas sekaligus menarik dana investor.

Mengapa investor asing kembali masuk ke Indonesia?

Investor melihat imbal hasil instrumen keuangan Indonesia semakin menarik setelah kenaikan suku bunga dan membaiknya prospek ekonomi domestik.

Apa dampak rupiah menguat bagi masyarakat?

Penguatan rupiah berpotensi menekan biaya impor, membantu menjaga harga barang, dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. (Tim )

Berita Terkait

Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima
BI Longgarkan GWM Bank Konvensional dan Syariah, Ini Dampaknya bagi Kredit
Investasi AI Membesar, Microsoft Buka Program Pengunduran Diri Sukarela
Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan
Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Mendagri dan Kemenkeu Siapkan Solusi
Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun
700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:00 WIB

BI Longgarkan GWM Bank Konvensional dan Syariah, Ini Dampaknya bagi Kredit

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Investasi AI Membesar, Microsoft Buka Program Pengunduran Diri Sukarela

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan

Berita Terbaru