WNI Kezia Syifa Jadi Tentara AS, Kemlu dan Menkumham Beri Penjelasan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akhirnya menanggapi polemik yang menyelimuti status kewarganegaraan Kezia Syifa, perempuan muda asal Indonesia yang menjadi sorotan publik setelah terlihat mengenakan seragam militer Amerika Serikat (AS).

Kezia, yang diketahui berusia 20 tahun, viral setelah sebuah video memperlihatkan ibunya memeluk erat dirinya sebelum ia berangkat menjalankan tugas sebagai anggota Army National Guard.

Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menjelaskan bahwa kewenangan utama terkait status Kezia berada di tangan Menteri Hukum dan HAM (Menkum), Supratman Andi Agtas. Ia menegaskan bahwa kementeriannya merujuk sepenuhnya pada keputusan Kementerian Hukum dan HAM. Menurutnya, persoalan kewarganegaraan adalah domain hukum yang harus ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, Menkum Supratman juga sudah memberikan penjelasan mengenai isu ini. Ia menyebut bahwa dugaan keterlibatan Kezia dalam dinas militer negara lain harus dipastikan kebenarannya melalui proses verifikasi. Ia mengingatkan bahwa aturan di Indonesia secara tegas menyatakan bahwa warga negara Indonesia tidak diperbolehkan bergabung dengan militer asing kecuali memiliki izin langsung dari Presiden.

Baca Juga :  Status Tahanan Rumah Yaqut, KPK Jelaskan Dasar dan Prosesnya

Supratman menambahkan bahwa jika terbukti bergabung tanpa izin Presiden, status kewarganegaraan Indonesia seseorang akan gugur secara otomatis. Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Imigrasi dapat mengambil tindakan administratif berupa pencabutan paspor apabila terdapat bukti kuat bahwa individu tersebut telah resmi menjadi bagian dari angkatan bersenjata negara lain.

Kasus Kezia menjadi perhatian luas setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Kezia tampak berpelukan dengan ibunya sebelum keberangkatan tugas. Penampilannya yang mengenakan hijab dan seragam militer membuat banyak orang bertanya-tanya tentang latar belakang dan statusnya.

Diketahui, Kezia merupakan diaspora Indonesia yang telah tinggal di Maryland, Amerika Serikat, bersama kedua orang tuanya sejak pertengahan 2023. Mereka berada di AS dengan status green card, yang memberinya akses legal untuk bersekolah dan memilih jalur karier di negara tersebut.

Baca Juga :  Lantik 10 Pejabat Eselon II, Bupati BBS Minta Integritas dan Terobosan di Tengah Tekanan Fiskal

Sebelum masuk ke Garda Nasional, Kezia menempuh pendidikan di Amerika dan mulai tertarik pada dunia kemiliteran karena menilai jalur tersebut dapat memberikan disiplin dan pengalaman hidup yang lebih mendalam. Ibunya, Safitri, mengungkapkan bahwa keputusan sang putri tidak dibuat secara tergesa-gesa. Menurutnya, Kezia telah melalui diskusi panjang dengan keluarga sebelum akhirnya memantapkan diri bergabung dengan kesatuan tersebut.

Viralnya kisah Kezia kembali membuka perdebatan mengenai batasan, hak, dan kewajiban WNI yang tinggal di luar negeri, terutama mereka yang memiliki akses legal seperti green card dan menghadapi pilihan karier yang berbeda dari standar umum di tanah air. Pemerintah kini menunggu proses verifikasi lebih lanjut untuk memastikan status Kezia di hadapan hukum Indonesia.

Berita Terkait

Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps Cuma Rp100.000 per Bulan
Kenaikan Pangkat ASN Oktober 2026, Begini Cara Mengecek Status di MyASN
Profil Tandyo Budi Revita, KSAD Baru yang Menggantikan Maruli Simanjuntak
Gaji KSAD 2026 Tembus Rp48,6 Juta? Ini Rincian Tunjangan dan Fasilitasnya
Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Ini Jabatan Barunya
DJP Kantongi Daftar Wajib Pajak Penerima Pengurangan Sanksi hingga 100 Persen, Cek Peluangnya
DJP Bidik 30 Bank dan Fintech Pungut PPN Transaksi Digital, Ini Dampaknya bagi Pengguna
DJP Bidik Rp40,2 Triliun dari Program Pengurangan Sanksi Pajak, Wajib Pajak Bisa Ajukan Penghapusan Denda
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps Cuma Rp100.000 per Bulan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kenaikan Pangkat ASN Oktober 2026, Begini Cara Mengecek Status di MyASN

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Profil Tandyo Budi Revita, KSAD Baru yang Menggantikan Maruli Simanjuntak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Gaji KSAD 2026 Tembus Rp48,6 Juta? Ini Rincian Tunjangan dan Fasilitasnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Ini Jabatan Barunya

Berita Terbaru

Kerinci

Polda Jambi Selidiki Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci

Sabtu, 17 Okt 2026 - 05:01 WIB