PPPK Paruh Waktu Terancam! Daerah Mengaku Tak Sanggup Bayar Gaji, TPP ASN Dipotong 50 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Krisis fiskal mulai dirasakan banyak pemerintah daerah di Indonesia. Beban pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu (P3K PW) dinilai semakin berat sehingga mengganggu kemampuan daerah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kondisi ini bahkan memaksa sejumlah daerah mengambil langkah penghematan agar kewajiban pembayaran gaji tetap berjalan.

Salah satu daerah yang mengungkap kondisi tersebut adalah Kabupaten Siak, Riau. Bupati Siak Afni Zulkifli menyebut pemerintah daerah telah memangkas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) aparatur sipil negara hingga 50 persen. Langkah itu dilakukan agar pemerintah daerah masih mampu membayar gaji PPPK Paruh Waktu yang kini menjadi tanggungan APBD.

Menurut Afni, kemampuan fiskal daerah terus melemah akibat kebijakan efisiensi anggaran dan berkurangnya penerimaan daerah. Salah satu sumber pendapatan terbesar Kabupaten Siak berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH). Namun, berkurangnya alokasi DBH membuat ruang fiskal semakin sempit sehingga pemerintah daerah menghadapi tekanan yang lebih besar dalam memenuhi kewajiban belanja pegawai.

Pemerintah Kabupaten Siak juga telah menyampaikan kondisi keuangan tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri. Afni menilai persoalan ini bukan hanya dialami daerahnya. Banyak pemerintah kabupaten dan kota menghadapi tantangan serupa karena belanja wajib atau mandatory spending dalam APBD terus meningkat, sementara pendapatan daerah belum mampu mengimbanginya.

Baca Juga :  Kontrak PPPK Paruh Waktu Diperpanjang? Ini Syarat, Hak, dan Faktor Penentu yang Wajib Diketahui ASN 2026

Ia berharap pemerintah pusat memperkuat kemampuan fiskal daerah melalui kebijakan yang lebih berpihak kepada pemerintah daerah. Salah satu usulan yang disampaikan ialah peningkatan porsi Dana Bagi Hasil sehingga daerah memiliki ruang anggaran yang lebih longgar untuk membiayai pelayanan publik, termasuk pembayaran gaji PPPK dan PPPK Paruh Waktu.

Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Merah Putih Fadlun Abdillah mengungkapkan hasil audiensi dengan Kementerian Dalam Negeri menunjukkan sebagian besar pemerintah daerah mengalami tekanan fiskal. Menurutnya, sekitar 84 persen pemerintah daerah diklaim menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pembayaran gaji pegawai setelah penerapan kebijakan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran baru bagi tenaga PPPK maupun PPPK Paruh Waktu di berbagai daerah. Meski belum ada kebijakan nasional mengenai penghentian pembayaran gaji atau pembatalan pengangkatan, tekanan terhadap APBD diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting yang dibahas pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam menentukan skema pembiayaan ASN ke depan.

Baca Juga :  DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Ini Isi dan Tahapan Pengesahannya

Pemerintah pusat hingga kini masih terus mengevaluasi berbagai kebijakan terkait manajemen ASN dan kemampuan fiskal daerah. Para tenaga PPPK maupun PPPK Paruh Waktu diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari kementerian terkait agar memperoleh kepastian mengenai penggajian, status kepegawaian, serta kebijakan terbaru yang akan diterapkan.

FAQ

1. Mengapa banyak daerah kesulitan membayar gaji PPPK?
Karena kemampuan APBD menurun akibat efisiensi anggaran, berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH), dan meningkatnya belanja wajib daerah.

2. Apa itu PPPK Paruh Waktu?
PPPK Paruh Waktu adalah skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja dengan pengaturan waktu tertentu sesuai kebijakan pemerintah.

3. Benarkah TPP ASN dipotong?
Di Kabupaten Siak, pemerintah daerah menyatakan telah memangkas TPP ASN hingga 50 persen untuk membantu membiayai gaji PPPK Paruh Waktu.

4. Apakah semua daerah mengalami masalah yang sama?
Sejumlah pemerintah daerah mengaku menghadapi tekanan fiskal. Namun, kondisi kemampuan keuangan setiap daerah berbeda-beda.

5. Apakah gaji PPPK akan dihentikan?
Belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat mengenai penghentian pembayaran gaji PPPK. Pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap skema pembiayaan ASN. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Mendagri dan Kemenkeu Siapkan Solusi
700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner
PMK 71/2026 Berlaku, 3 Sanksi Pajak Ini Tak Bisa Dihapus DJP
Resmi Tax Holiday Masih Berlanjut, Airlangga Ungkap Dampak Pajak Minimum Global bagi Investor
Denda Pajak Bisa Dihapus hingga 100%! Begini Cara Mengajukan Lewat Coretax, Batasnya 1 Oktober 2028
Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Besar, Indonesia Disebut Seluas Eropa
Kemenkeu Bakal Wajibkan Konsultan Pajak Buka Kantor, Aturan Baru Disiapkan
Empat Marketplace Mulai Pungut PPh 22 Seller, idEA Soroti 3 Masalah
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Mendagri dan Kemenkeu Siapkan Solusi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Kemenkum karena Belum Lapor Beneficial Owner

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:00 WIB

PMK 71/2026 Berlaku, 3 Sanksi Pajak Ini Tak Bisa Dihapus DJP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Resmi Tax Holiday Masih Berlanjut, Airlangga Ungkap Dampak Pajak Minimum Global bagi Investor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Denda Pajak Bisa Dihapus hingga 100%! Begini Cara Mengajukan Lewat Coretax, Batasnya 1 Oktober 2028

Berita Terbaru