Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina, Ditunjuk Urus Pengentasan Kemiskinan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANILA – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. melakukan perombakan kabinet dengan menunjuk mantan petinju dunia Manny Pacquiao untuk menangani agenda pengentasan kemiskinan.

Pacquiao resmi bergabung dalam pemerintahan Filipina pada Selasa, 8 September 2026. Mantan senator berusia 47 tahun tersebut dipercaya memimpin National Anti-Poverty Commission (NAPC) atau Komisi Anti-Kemiskinan Nasional.

Penunjukan itu menjadi babak baru dalam perjalanan politik Pacquiao. Sebelumnya, ia dikenal luas sebagai salah satu petinju paling sukses dalam sejarah sekaligus pernah menjalani karier sebagai anggota parlemen Filipina.

Pacquiao: Saya Berasal dari Kemiskinan

Pacquiao mengatakan pengalaman hidupnya menjadi salah satu alasan yang membuatnya terdorong untuk terlibat dalam upaya membantu masyarakat miskin.

Ia mengaku pernah menjalani kehidupan yang sangat sulit sebelum meraih kesuksesan sebagai atlet profesional.

“Saya berasal dari kemiskinan,” kata Pacquiao, seperti dikutip Reuters.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya pernah tidur di atas karton di jalanan, hanya minum air karena tidak memiliki makanan, serta mengumpulkan uang receh untuk membantu keluarganya.

Pengalaman tersebut kini menjadi modal personal bagi Pacquiao ketika dipercaya menangani lembaga pemerintah yang berkaitan langsung dengan kebijakan pengentasan kemiskinan.

Target Pemerintah Filipina Tekan Kemiskinan

Pacquiao mengambil alih NAPC ketika pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr. tengah berupaya menurunkan tingkat kemiskinan nasional.

Baca Juga :  China Tutup Wilayah Udara 40 Hari, Ada Apa?

Pemerintah Filipina menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan menjadi sekitar 8-9 persen pada 2028.

Data pemerintah yang dikutip Reuters menunjukkan tingkat kemiskinan Filipina berada di angka 9,7 persen pada 2025. Kondisi tersebut setara dengan sekitar 11,08 juta penduduk yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Tantangan tersebut membuat peran NAPC menjadi penting karena lembaga tersebut berkaitan dengan koordinasi program dan kebijakan pemerintah untuk membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Penunjukan Pacquiao juga menarik perhatian karena latar belakangnya sangat berbeda dengan pejabat pemerintahan pada umumnya.

Dari Kehidupan Sulit hingga Juara Dunia

Sebelum menjadi salah satu nama terbesar dalam dunia tinju, Pacquiao tumbuh dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Ia pernah melakukan berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup. Dalam perjalanan hidupnya, Pacquiao kemudian menekuni tinju dan secara bertahap membangun karier profesionalnya.

Namanya kemudian mendunia setelah meraih berbagai gelar juara.

Pacquiao tercatat sebagai satu-satunya petinju yang berhasil menjadi juara dunia dalam delapan kelas berat berbeda. Prestasi tersebut membuatnya menjadi salah satu atlet paling terkenal dari Filipina.

Popularitasnya bahkan melampaui dunia olahraga. Pertandingan-pertandingan besar yang melibatkan Pacquiao pernah menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari masyarakat Filipina hingga tokoh terkenal internasional.

Baca Juga :  Heboh Peternakan Kecoa Ilegal Dibongkar, Nilai Serangga Capai Rp2,5 Miliar

Pernah Maju sebagai Calon Presiden

Selain karier sebagai petinju, Pacquiao juga terjun ke dunia politik.

Ia pernah menjadi senator Filipina dan kemudian mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan umum 2022. Namun, upayanya untuk menduduki kursi kepresidenan tersebut tidak berhasil.

Kini, setelah bertahun-tahun berkarier di dunia politik, Pacquiao mendapatkan posisi eksekutif pertamanya di pemerintahan nasional.

Jabatan sebagai pimpinan NAPC memberinya tanggung jawab baru untuk membantu pemerintah menjalankan agenda pengentasan kemiskinan.

Tantangan Baru Manny Pacquiao

Masuknya Pacquiao ke dalam kabinet Marcos Jr. bukan hanya menjadi berita politik, tetapi juga menempatkan mantan juara dunia tersebut pada tantangan yang berbeda dari dunia olahraga.

Di atas ring, Pacquiao dikenal karena kemampuan bertarung dan prestasinya merebut gelar juara. Di pemerintahan, ia harus berhadapan dengan persoalan struktural seperti kemiskinan, akses terhadap pekerjaan, pendapatan masyarakat, serta efektivitas program bantuan sosial.

Keberhasilannya dalam posisi tersebut nantinya akan sangat bergantung pada kemampuan NAPC bekerja bersama berbagai lembaga pemerintah dan kelompok masyarakat.

Penunjukan ini sekaligus menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan Pacquiao setelah meninggalkan dunia tinju profesional dan membangun karier politik di Filipina.

Berita Terkait

C.L.A.Y. Angkat Kisah Peretas, Agnez Mo Satu Film dengan Nicolas Cage
Agnez Mo Resmi Punya Patung Lilin di Madame Tussauds Hollywood, Ini Maknanya
5 Pebalap Senior Tinggalkan MotoGP 2027
Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk Anak-Anak Amerika, Ini Rencananya
Kargo Nvidia RTX 5090 Senilai Rp 7,8 Miliar Hilang di Bandara Brasil
Singapura Soroti Karhutla di Indonesia, 7 Perusahaan Masuk Perhatian
Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla Indonesia, Wakil PM Sebut Belum Ada Respons
Trump Anugerahkan Penghargaan Sains dan Teknologi kepada 6 Bos Teknologi
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:00 WIB

C.L.A.Y. Angkat Kisah Peretas, Agnez Mo Satu Film dengan Nicolas Cage

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Agnez Mo Resmi Punya Patung Lilin di Madame Tussauds Hollywood, Ini Maknanya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:00 WIB

5 Pebalap Senior Tinggalkan MotoGP 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk Anak-Anak Amerika, Ini Rencananya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Kargo Nvidia RTX 5090 Senilai Rp 7,8 Miliar Hilang di Bandara Brasil

Berita Terbaru