Kerinci dan Sungai Penuh Kini Punya Harapan ke Adirozal, Kapan PAN Mewujudkannya?

Editorial Kayonews

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH-Kerinci dan Sungai Penuh sedang menunggu.

Bukan sekadar menunggu seorang politisi naik ke Senayan, tetapi menunggu kembalinya suara daerah di DPR RI.

Selama dua kali pemilu, Kerinci dan Sungai Penuh tidak memiliki putra daerah yang duduk di DPR RI. Padahal, daerah ini pernah mengalami masa ketika representasi politik di pusat cukup kuat.

Pada era Bupati Kerinci Fauzi Siin, setidaknya tiga putra Kerinci pernah menjadi anggota DPR RI, yakni Ami Taher, Rizal Jalil dan Muradi Darmaayah. Putra Kerinci lainnya, Nuzran Joher, juga pernah dipercaya menjadi anggota DPD RI.

Masa itu menjadi bagian penting dalam perjalanan Kerinci dan Sungai Penuh. Perjuangan politik di daerah bertemu dengan kekuatan jaringan di pusat, termasuk dalam proses lahirnya Kota Sungai Penuh sebagai daerah otonom.

Kini, situasinya berbalik.

Kerinci dan Sungai Penuh justru harus menyaksikan bagaimana kursi Senayan tidak lagi ditempati putra daerah.

Harapan Itu Kini Bernama Adirozal

Nama Adirozal kemudian muncul sebagai harapan baru.

Mantan Bupati Kerinci dua periode tersebut bukan figur yang datang tanpa modal politik. Adirozal disebut sebagai peraih suara terbanyak kedua setelah H. Bakri dalam kontestasi DPR RI dari PAN.

Fakta politik ini menjadi penting ketika muncul wacana pergantian H. Bakri.

Jika proses pergantian antarwaktu memang dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, posisi Adirozal sebagai peraih suara terbanyak kedua tentu menjadi alasan kuat mengapa namanya mendapatkan perhatian.

Tetapi di sinilah pertanyaan masyarakat mulai mengemuka.

Kapan?

Kapan Adirozal benar-benar duduk di Senayan?

Kapan Kerinci dan Sungai Penuh kembali memiliki wakil yang bisa membawa suara daerah ke pusat?

Dan kapan PAN memberikan kepastian kepada masyarakat?

Baca Juga :  IAIN Kerinci Kukuhkan 258 Wisudawan, Langkah Transformasi Menuju UIN Semakin Mantap

Jangan Biarkan Harapan Hanya Menjadi Wacana

Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh tentu memahami bahwa pergantian anggota DPR RI bukan perkara sederhana.

Ada mekanisme partai, administrasi, aturan perundang-undangan dan proses kelembagaan yang harus dilalui.

Namun, masyarakat juga memiliki hak untuk mengetahui perkembangan proses tersebut.

Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya kepentingan seorang Adirozal.

Lebih besar dari itu, ada harapan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh untuk kembali memiliki representasi di Senayan.

Masyarakat membutuhkan wakil yang bisa menyuarakan persoalan jalan, infrastruktur, pertanian, perkebunan, pariwisata, pendidikan, kesehatan hingga pembangunan ekonomi daerah.

Kerinci memiliki potensi besar.

Sungai Penuh juga memiliki kepentingan pembangunan yang tidak sedikit.

Tetapi tanpa suara yang cukup kuat di pusat, perjuangan mendapatkan perhatian pemerintah pusat tentu tidak mudah.

PAN Perlu Menjawab

Karena itu, wajar jika publik mulai mempertanyakan posisi PAN.

Jika Adirozal memang menjadi figur yang diproyeksikan menggantikan H. Bakri, apa yang membuat prosesnya belum juga mendapatkan kepastian?

Jika masih ada tahapan yang harus diselesaikan, publik tentu layak mengetahui.

Jika memang belum ada keputusan final, sampaikan secara terbuka.

Yang tidak boleh terjadi adalah masyarakat dibiarkan terus berada dalam ruang tunggu, sementara kabar mengenai Adirozal ke Senayan terus beredar.

Harapan politik tidak boleh dibiarkan menggantung tanpa kepastian.

Apalagi Adirozal bukan nama baru dalam politik Kerinci. Ia pernah memimpin Kerinci selama dua periode dan memiliki pengalaman pemerintahan serta basis dukungan politik.

Ditambah lagi, posisinya sebagai peraih suara terbanyak kedua setelah H. Bakri membuat wacana tersebut semakin menarik perhatian masyarakat.

Kerinci Tidak Boleh Selamanya Menjadi Penonton

Ada satu hal yang perlu menjadi perhatian.

Baca Juga :  STIA-NUSA Sungai Penuh Wisuda 141 Mahasiswa S1 dan D3

Kerinci dan Sungai Penuh jangan sampai hanya menjadi lumbung suara ketika pemilu tiba, tetapi kehilangan suara ketika keputusan pembangunan dibuat di Jakarta.

Masyarakat memberikan suara karena berharap ada wakil yang memperjuangkan kepentingan mereka.

Karena itu, kehadiran putra daerah di DPR RI bukan sekadar simbol kebanggaan.

Itu adalah instrumen perjuangan.

Dari Senayan, seorang wakil bisa memperjuangkan anggaran, mengawal kebijakan pemerintah pusat, menyampaikan persoalan daerah dan membuka akses politik yang lebih luas.

Sejarah sudah memberikan pelajaran.

Ketika putra Kerinci memiliki representasi kuat di pusat, daerah mampu memiliki daya tawar lebih besar dalam memperjuangkan kepentingannya.

Kini peluang itu kembali muncul.

Dan nama yang sedang menjadi perhatian adalah Adirozal.

Bola Ada di Tangan PAN

Pada akhirnya, masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan.

Mereka hanya ingin kepastian.

Apakah Adirozal benar akan menggantikan H. Bakri?

Jika benar, kapan proses itu diwujudkan?

Dan jika belum, apa yang masih menjadi kendala?

PAN memiliki kewenangan politik untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sebab semakin lama kepastian ditunda, semakin besar pula ruang bagi spekulasi berkembang.

Kerinci dan Sungai Penuh sudah dua kali pemilu kehilangan wakil di DPR RI.

Kini ketika ada peluang untuk menghadirkan kembali putra daerah ke Senayan, jangan sampai peluang itu kembali lewat begitu saja.

Kerinci dan Sungai Penuh sudah cukup lama menunggu.

Adirozal telah memiliki modal elektoral dan pengalaman politik.

PAN memiliki mekanisme dan kewenangan.

Masyarakat memiliki harapan.

Tinggal satu yang mereka tunggu:

Kepastian.

Sebab bagi Kerinci dan Sungai Penuh, kursi DPR RI bukan sekadar kursi politik.

Itu adalah kursi untuk memperjuangkan masa depan daerah. (**)

Berita Terkait

Jadwal Pelantikan Hj. Helneti Mesra sebagai Anggota DPRD Sungai Penuh Ditetapkan 20 Oktober 2026
Kursi DPR RI Jambi di Tinggalkan Alm. H Bakri Masih Kosong, Adirozal Hadir di HUT – 28 PAN di Jakarta 
Golkar Sungai Penuh Tak Lagi di Bawah Kendali Trah AJB, Mampukah Hutri Randa Pertahankan 5 Kursi atau Kembali Jadi Satu?
Strategi Tukang Pilah Sampah Menang Pilkades, Kalahkan Petahana 2 Periode
KPU Kota Sungai Penuh Ikuti Persiapan Launching Transformasi Media Sosial JDIH se-Provinsi Jambi
Ambang Batas Parlemen RUU Pemilu: Nasdem Usul 7 Persen, Ada Opsi 5 Persen
1 Suara Jadi Penentu, Hj Helneti Mesra Segera Isi Kursi DPRD Kota Sungai Penuh
Ahmadi–Fikar Disebut Mulai Bertemu, Duet Pilwako Sungai Penuh Mulai Bergulir? Ini Sinyal Politik Terbarunya
Berita ini 155 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Jadwal Pelantikan Hj. Helneti Mesra sebagai Anggota DPRD Sungai Penuh Ditetapkan 20 Oktober 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Kursi DPR RI Jambi di Tinggalkan Alm. H Bakri Masih Kosong, Adirozal Hadir di HUT – 28 PAN di Jakarta 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Golkar Sungai Penuh Tak Lagi di Bawah Kendali Trah AJB, Mampukah Hutri Randa Pertahankan 5 Kursi atau Kembali Jadi Satu?

Sabtu, 26 September 2026 - 16:00 WIB

Strategi Tukang Pilah Sampah Menang Pilkades, Kalahkan Petahana 2 Periode

Jumat, 25 September 2026 - 12:10 WIB

KPU Kota Sungai Penuh Ikuti Persiapan Launching Transformasi Media Sosial JDIH se-Provinsi Jambi

Berita Terbaru