JAKARTA – Kenaikan harga Dexlite dan sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat penyaluran solar subsidi meningkat signifikan sepanjang semester pertama 2026 karena banyak pengguna beralih dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
Data tersebut menjadi perhatian karena tingginya konsumsi solar subsidi dapat memengaruhi kuota nasional hingga akhir tahun. Di sisi lain, masyarakat dan pelaku usaha transportasi berupaya menekan biaya operasional akibat meningkatnya harga energi.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan realisasi penyaluran minyak solar subsidi hingga 30 Juni 2026 mencapai 9,48 juta kiloliter (KL) atau sekitar 50,85 persen dari kuota tahunan sebesar 18,64 juta KL.
Menurutnya, angka tersebut merupakan realisasi tertinggi dibandingkan jenis BBM subsidi maupun BBM kompensasi lainnya pada periode yang sama. Lonjakan ini terjadi setelah harga Dexlite, Pertamax Series, dan beberapa BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian.
“Kami melihat adanya perubahan perilaku konsumen. Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi kini beralih ke solar subsidi,” kata Wahyudi dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (16/7/2026).
Selain solar subsidi, BPH Migas mencatat penyaluran minyak tanah mencapai 0,26 juta KL atau 48,91 persen dari kuota sebesar 0,53 juta KL. Sementara itu, penyaluran Pertalite mencapai 13,96 juta KL atau 47,68 persen dari kuota nasional sebesar 29,27 juta KL.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak hanya memengaruhi pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berdampak pada sektor logistik, transportasi, dan usaha kecil yang bergantung pada kendaraan berbahan bakar solar.
Para pengamat energi menilai pemerintah perlu memastikan distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran agar kuota tidak cepat habis. Pengawasan di lapangan juga dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi oleh pihak yang tidak berhak.
Bagi pemilik kendaraan diesel, kenaikan harga Dexlite membuat biaya operasional meningkat. Oleh karena itu, pengguna disarankan melakukan perawatan rutin kendaraan, menjaga tekanan ban, serta mengemudi dengan kecepatan stabil agar konsumsi bahan bakar lebih efisien. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi pengeluaran di tengah kenaikan harga BBM.
FAQ
Mengapa konsumsi solar subsidi meningkat?
Karena sebagian pengguna Dexlite dan BBM nonsubsidi beralih menggunakan solar subsidi setelah terjadi kenaikan harga.
Berapa realisasi penyaluran solar subsidi pada semester I 2026?
Sebesar 9,48 juta kiloliter atau 50,85 persen dari kuota tahunan.
Berapa kuota solar subsidi tahun 2026?
Pemerintah menetapkan kuota sebanyak 18,64 juta kiloliter.
Berapa penyaluran Pertalite hingga Juni 2026?
Mencapai 13,96 juta kiloliter atau 47,68 persen dari kuota nasional.
Apa dampak kenaikan harga Dexlite?
Kenaikan harga meningkatkan biaya operasional kendaraan diesel, mendorong peralihan ke BBM subsidi, dan berpotensi mempercepat penyerapan kuota solar subsidi.
Bagaimana cara menghemat biaya bahan bakar kendaraan diesel?
Servis kendaraan secara berkala.
Gunakan tekanan ban sesuai rekomendasi.
Hindari akselerasi dan pengereman mendadak.
Kurangi beban kendaraan yang tidak diperlukan.
Gunakan rute paling efisien untuk mengurangi konsumsi BBM.
Editor : Fanda Yosephta









