Perbedaan Dexlite dan Biosolar, Mana yang Lebih Hemat? Ini Penjelasan Lengkap untuk Pengguna Kendaraan Diesel

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 01:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pengguna kendaraan diesel sering dihadapkan pada pilihan antara Dexlite dan Biosolar saat mengisi bahan bakar di SPBU. Meski sama-sama digunakan untuk mesin diesel, keduanya memiliki perbedaan dari sisi kualitas, harga, hingga peruntukannya.

Memahami perbedaan tersebut penting agar kendaraan tetap awet sekaligus biaya operasional lebih efisien. Selain itu, penggunaan BBM yang sesuai spesifikasi mesin juga dapat membantu menjaga performa kendaraan dalam jangka panjang.

Dexlite merupakan BBM nonsubsidi yang diproduksi Pertamina dengan angka cetane lebih tinggi dibanding Biosolar. Angka cetane yang lebih tinggi membuat proses pembakaran lebih sempurna sehingga mesin bekerja lebih halus, tenaga lebih responsif, dan emisi gas buang lebih rendah.

Sebaliknya, Biosolar merupakan BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi kendaraan tertentu sesuai ketentuan pemerintah. Harga Biosolar lebih murah karena mendapatkan subsidi, sehingga menjadi pilihan utama bagi sektor transportasi dan logistik yang berhak menggunakannya.

Dari sisi konsumsi, Dexlite umumnya lebih irit pada kendaraan modern berteknologi common rail karena pembakarannya lebih efisien. Meski harga per liter lebih mahal, konsumsi bahan bakarnya bisa lebih hemat sehingga biaya operasional tidak selalu lebih tinggi.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026 di Logam Mulia : Harga 1 Gram Tembus Rp2,75 Juta, Cek Lengkap Semua Ukuran

Sementara itu, Biosolar lebih ekonomis dari sisi harga beli. Namun, pada beberapa kendaraan diesel modern, penggunaan Biosolar dalam jangka panjang dapat memerlukan perawatan filter bahan bakar yang lebih rutin apabila kualitas bahan bakar tidak sesuai rekomendasi pabrikan.

Bagi pemilik kendaraan pribadi, pilihan terbaik sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan. Menggunakan BBM sesuai spesifikasi mesin dapat memperpanjang usia komponen injeksi, menjaga performa, dan mengurangi risiko kerusakan yang berbiaya mahal.

Jika tujuan utama adalah menghemat pengeluaran harian dan kendaraan memang memenuhi ketentuan penggunaan BBM subsidi, Biosolar menjadi pilihan lebih murah. Namun, bagi kendaraan diesel modern yang mengutamakan performa dan efisiensi, Dexlite sering menjadi pilihan yang lebih sesuai meski harganya lebih tinggi.

Perbandingan Dexlite dan Biosolar

Aspek Dexlite Biosolar
Status Nonsubsidi Bersubsidi
Harga Lebih mahal Lebih murah
Cetane Number Lebih tinggi Lebih rendah
Performa Mesin Lebih halus Standar
Emisi Lebih rendah Lebih tinggi
Cocok untuk Diesel modern Kendaraan yang memenuhi syarat BBM subsidi
Baca Juga :  Wall Street Melemah, Harga Minyak Melonjak akibat Ketegangan AS-Iran

FAQ

Apa perbedaan utama Dexlite dan Biosolar?

Dexlite adalah BBM nonsubsidi dengan kualitas lebih tinggi, sedangkan Biosolar merupakan BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi kendaraan tertentu.

Mana yang lebih hemat?

Jika dilihat dari harga per liter, Biosolar lebih hemat. Namun, dari sisi efisiensi pembakaran pada mesin diesel modern, Dexlite dapat memberikan konsumsi BBM yang lebih efisien.

Apakah semua kendaraan diesel boleh menggunakan Biosolar?

Tidak. Biosolar hanya boleh digunakan oleh kendaraan yang memenuhi ketentuan pemerintah mengenai BBM bersubsidi.

Apakah Dexlite lebih baik untuk mesin diesel modern?

Ya. Mesin diesel common rail umumnya lebih cocok menggunakan BBM dengan angka cetane lebih tinggi seperti Dexlite sesuai rekomendasi pabrikan.

Apakah menggunakan BBM yang sesuai bisa mengurangi biaya servis?

Ya. BBM yang sesuai spesifikasi mesin dapat membantu menjaga sistem injeksi tetap bersih, mengurangi risiko kerusakan, dan menekan biaya perawatan jangka panjang. Tim

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Harga Emas Antam Terbaru di Pegadaian Hari Ini 16 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,6 Juta
Harga BBM Hari Ini 16 Oktober 2026 di Sumbar, Jambi, dan Sumut: Pertamax hingga Rp16.650
Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah
BI Rate 5,75 Persen, Cadangan Devisa Indonesia Tembus US$146,32 Miliar per September 2026
Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?
ASX 200 Today: Australian Shares Slip as BHP and Rio Tinto Sink Nearly 5%
Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$459,3 Miliar pada Agustus 2026, Ini Penjelasan BI
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Harga Emas Antam Terbaru di Pegadaian Hari Ini 16 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,6 Juta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:20 WIB

Harga BBM Hari Ini 16 Oktober 2026 di Sumbar, Jambi, dan Sumut: Pertamax hingga Rp16.650

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:00 WIB

BI Rate 5,75 Persen, Cadangan Devisa Indonesia Tembus US$146,32 Miliar per September 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?

Berita Terbaru