JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi angkat suara terkait beredarnya sebuah surat terbuka yang mengatasnamakan Gubernur Jambi Al Haris di media sosial Facebook.
Surat tersebut menyinggung kasus pengeroyokan guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur yang melibatkan beberapa siswa, serta berisi desakan kepada Presiden dan Kapolri untuk mengambil tindakan tegas.
Melalui unggahan akun Facebook bernama Nedi Guci Sinergy, surat itu tersebar luas dan memicu berbagai reaksi publik. Namun, Pemprov Jambi menegaskan bahwa dokumen tersebut bukan berasal dari Gubernur Al Haris maupun pejabat pemerintah provinsi.
Juru Bicara Pemprov Jambi, Drs. Ariansyah, ME, memastikan bahwa surat tersebut adalah informasi palsu.
“Gubernur maupun Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jambi tidak pernah membuat atau mengirim surat terbuka seperti yang beredar. Itu jelas hoaks, bersifat provokatif, dan berpotensi mengadu domba,” tegas Ariansyah, Minggu (18/1/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi dari media sosial. Menurutnya, setiap kabar yang beredar perlu diverifikasi kebenarannya sebelum disebarluaskan.
“Kami meminta masyarakat untuk bijak, menyaring informasi, dan mencari sumber berita yang kredibel sebelum mempercayai serta membagikannya,” tambahnya.
Sementara itu, kasus dugaan pengeroyokan tersebut masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Baik guru maupun siswa yang terlibat diketahui saling melaporkan kejadian tersebut pada pihak berwajib.
Editor : Dedi Dora









