Ribuan ATM Bitcoin Tutup dan Bangkrut

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Bitcoin Depot, perusahaan operator ATM Bitcoin yang terdaftar di bursa Nasdaq, resmi menghentikan seluruh operasionalnya dan mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat.

Perusahaan yang berbasis di Atlanta itu mengajukan pailit ke Pengadilan Kebangkrutan Distrik Selatan Texas pada 18 Mei 2026 setelah mengalami tekanan bisnis berat akibat regulasi kripto yang semakin ketat.

Seluruh jaringan ATM Bitcoin milik perusahaan kini dilaporkan telah offline.


Pernah Operasikan Lebih dari 9.000 ATM Bitcoin

Sebelum bangkrut, Bitcoin Depot sempat menjadi salah satu operator ATM kripto terbesar di dunia.

Pada 2025 lalu, perusahaan mengoperasikan sekitar 9.276 kios ATM Bitcoin di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

ATM tersebut memungkinkan pengguna menukar uang tunai menjadi mata uang kripto seperti Bitcoin secara instan.

Namun, bisnis tersebut mulai tertekan setelah berbagai negara bagian di AS menerapkan aturan baru terkait transaksi aset digital.

Baca Juga :  5 Kripto Paling Bersinar Hari Ini 8 Juni 2026, Bitcoin dan Ethereum Melonjak Tajam, Investor Mulai Berburu Peluang

Pendapatan Anjlok dan Rugi Jutaan Dolar

Dalam laporan keuangan kuartal I-2026, Bitcoin Depot mencatat penurunan pendapatan hingga 49 persen secara tahunan.

Perusahaan juga mengalami kerugian sebesar 9,5 juta dolar AS setelah sebelumnya mencetak laba 12,2 juta dolar AS.

Sementara laba kotor perusahaan disebut merosot hingga 85 persen menjadi sekitar 45 juta dolar AS.

CEO Bitcoin Depot, Alex Holmes, menyebut model bisnis ATM kripto semakin sulit bertahan akibat kewajiban kepatuhan yang terus bertambah.

“Negara-negara bagian memberlakukan kewajiban kepatuhan yang makin ketat, termasuk batasan transaksi baru dan pembatasan operasi ATM Bitcoin,” ujarnya.


Regulasi dan Kasus Penipuan Jadi Tekanan Utama

Selain tekanan regulasi, Bitcoin Depot juga menghadapi gugatan hukum di beberapa wilayah seperti Massachusetts dan Iowa.

Perusahaan dituduh memfasilitasi penipuan berbasis aset kripto melalui jaringan ATM yang mereka operasikan.

Kasus penipuan menggunakan ATM kripto memang meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Harga Kripto 12 Mei 2026 Anjlok, Bitcoin dan Ethereum Melemah Saat Solana Cetak Kenaikan

Data yang dikutip CNBC Indonesia menyebut kerugian akibat penipuan ATM kripto mencapai 389 juta dolar AS pada 2025, naik 58 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat regulator dan aparat penegak hukum di berbagai negara mulai memperketat pengawasan industri aset digital.


Industri Kripto Berubah ke Jalur Investasi Institusional

Runtuhnya bisnis ATM Bitcoin terjadi di tengah perubahan besar industri kripto global.

Jika sebelumnya transaksi kripto banyak mengandalkan ATM fisik dan layanan retail, kini pasar mulai bergeser ke instrumen investasi institusional seperti ETF kripto dan platform perdagangan resmi.

Perubahan pola investasi tersebut membuat model bisnis ATM Bitcoin dinilai semakin sulit bersaing, terutama ketika biaya kepatuhan dan pengawasan regulasi terus meningkat.

Meski demikian, adopsi aset digital secara global masih terus berkembang, terutama di sektor investasi institusional dan layanan keuangan berbasis blockchain.

Berita Terkait

Lionel Scaloni Bongkar Rahasia Kebugaran Lionel Messi di Usia 39 Tahun
BRI Perkuat Keamanan Rekening Nasabah, Ini Cara Agar Rekening Tetap Aktif
Kebijakan B50 Topang Harga CPO Global, Permintaan Sawit Diproyeksikan Naik
Efek Ronaldo! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Turun Hingga 60 Persen
MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Menang, Peluang Juara Dunia Makin Besar
Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Messi dan The Three Lions Jadi Sorotan
Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah, Penumpang Wajib Tahu Sistem Baru
Penggerebekan Scam Center di Kamboja, 1.100 WNI Ditahan dan Ribuan Minta Dipulangkan
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:05 WIB

Lionel Scaloni Bongkar Rahasia Kebugaran Lionel Messi di Usia 39 Tahun

Senin, 13 Juli 2026 - 17:10 WIB

BRI Perkuat Keamanan Rekening Nasabah, Ini Cara Agar Rekening Tetap Aktif

Senin, 13 Juli 2026 - 14:00 WIB

Kebijakan B50 Topang Harga CPO Global, Permintaan Sawit Diproyeksikan Naik

Senin, 13 Juli 2026 - 12:00 WIB

Efek Ronaldo! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Turun Hingga 60 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 08:00 WIB

MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Menang, Peluang Juara Dunia Makin Besar

Berita Terbaru