Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.347 Triliun per Februari 2026, Ini Penyebab dan Dampaknya ke Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali mengalami kenaikan pada Februari 2026. Data terbaru dari Bank Indonesia menunjukkan posisi ULN mencapai US$437,9 miliar atau setara Rp7.347,5 triliun, naik 2,5 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya pinjaman dari sektor publik, termasuk aktivitas bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Aliran modal asing yang masuk ke instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga turut berkontribusi terhadap lonjakan tersebut.

Secara rinci, utang luar negeri pemerintah tercatat sebesar US$215,9 miliar atau tumbuh 5,5 persen YoY. Pemerintah memanfaatkan pembiayaan ini untuk mendukung sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, konstruksi, hingga transportasi guna menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil di tengah tekanan global.

Menariknya, struktur utang pemerintah masih tergolong aman karena hampir seluruhnya merupakan utang jangka panjang. Hal ini dinilai mampu mengurangi risiko pembiayaan dalam jangka pendek sekaligus menjaga stabilitas fiskal Indonesia.

Baca Juga :  Bank Dunia: Porsi Pekerja Kelas Menengah RI Turun Jadi 7 Persen

Di sisi lain, utang luar negeri swasta justru mengalami penurunan. Nilainya tercatat sebesar US$193,7 miliar atau turun 0,7 persen secara tahunan. Penurunan ini terjadi pada sektor lembaga keuangan maupun non-keuangan, mencerminkan kehati-hatian pelaku usaha dalam mengambil pinjaman luar negeri.

Meski demikian, sektor industri pengolahan, jasa keuangan, energi, serta pertambangan masih menjadi kontributor terbesar dalam utang luar negeri swasta dengan porsi lebih dari 80 persen dari total ULN swasta.

Secara keseluruhan, rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berada di level 29,8 persen, sedikit meningkat dibanding bulan sebelumnya. Namun, angka ini masih dalam kategori aman dan terkendali dibandingkan banyak negara berkembang lainnya.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam memantau perkembangan utang luar negeri. Langkah ini penting untuk memastikan ULN tetap sehat dan mampu mendukung pembiayaan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Pecah Rekor Sepanjang Masa, Tembus Rp2,5 Juta

FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)

1. Berapa total utang luar negeri Indonesia 2026?

Total ULN Indonesia per Februari 2026 mencapai sekitar Rp7.347,5 triliun atau US$437,9 miliar.

2. Kenapa utang luar negeri Indonesia naik?

Kenaikan dipicu oleh peningkatan pinjaman sektor publik dan masuknya modal asing ke instrumen moneter Bank Indonesia.

3. Apakah utang Indonesia masih aman?

Masih relatif aman karena rasio terhadap PDB hanya 29,8 persen dan didominasi utang jangka panjang.

4. Sektor apa yang paling banyak menyumbang utang?

Dari pemerintah: kesehatan, pendidikan, dan konstruksi. Dari swasta: industri, keuangan, energi, dan pertambangan.

5. Apa dampaknya ke masyarakat?

Utang digunakan untuk pembangunan dan program prioritas, sehingga dapat berdampak positif pada ekonomi, infrastruktur, dan lapangan kerja. (Tim)

Berita Terkait

Mau Ambil KPR Sekarang atau Tunggu? Simulasi Cicilan Rumah Rp500 Juta di Tengah Bunga Tinggi
Punya Cicilan KPR? Cek Bunga Terbaru Juli 2026, Angsuran Bisa Berubah Setelah Masa Fixed Berakhir
BRI Perkuat Keamanan Rekening Nasabah, Ini Cara Agar Rekening Tetap Aktif
Kebijakan B50 Topang Harga CPO Global, Permintaan Sawit Diproyeksikan Naik
Efek Ronaldo! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Turun Hingga 60 Persen
Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah, Penumpang Wajib Tahu Sistem Baru
Lowongan BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan S1 hingga S3 Bisa Daftar
Forbes Rilis Orang Terkaya Indonesia Juli 2026, Ini 10 Nama dengan Harta Fantastis
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:30 WIB

Mau Ambil KPR Sekarang atau Tunggu? Simulasi Cicilan Rumah Rp500 Juta di Tengah Bunga Tinggi

Rabu, 15 Juli 2026 - 01:11 WIB

Punya Cicilan KPR? Cek Bunga Terbaru Juli 2026, Angsuran Bisa Berubah Setelah Masa Fixed Berakhir

Senin, 13 Juli 2026 - 17:10 WIB

BRI Perkuat Keamanan Rekening Nasabah, Ini Cara Agar Rekening Tetap Aktif

Senin, 13 Juli 2026 - 14:00 WIB

Kebijakan B50 Topang Harga CPO Global, Permintaan Sawit Diproyeksikan Naik

Senin, 13 Juli 2026 - 12:00 WIB

Efek Ronaldo! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Turun Hingga 60 Persen

Berita Terbaru