EKONOMI-Bank Dunia menyoroti penurunan signifikan jumlah pekerja kelas menengah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dalam laporan terbaru Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, lembaga tersebut menyebut porsi pekerja kelas menengah RI turun tajam dari 14,5 persen pada 2018 menjadi sekitar 7 persen pada 2025.
Penurunan ini dinilai berkaitan dengan melemahnya kualitas lapangan kerja, stagnasi sektor pekerjaan berupah tinggi, serta turunnya upah riil pekerja berketerampilan menengah dan tinggi.
Lapangan Kerja Bertambah, Tapi Kualitas Dinilai Menurun
Bank Dunia mencatat Indonesia berhasil menciptakan sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru selama periode Agustus 2024 hingga 2025.
Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,9 persen. Namun, sebagian besar pekerjaan baru justru berasal dari sektor dengan produktivitas rendah.
Beberapa sektor yang mendominasi penyerapan tenaga kerja baru antara lain:
- Pertanian
- Akomodasi
- Jasa makanan dan minuman
Sementara itu, sektor yang membutuhkan keterampilan tinggi seperti jasa keuangan dan industri profesional disebut mengalami stagnasi bahkan kontraksi.
Pengangguran Terselubung Meningkat
Selain penurunan kelas menengah, Bank Dunia juga menyoroti meningkatnya angka pengangguran terselubung di Indonesia.
Pengangguran terselubung adalah kondisi ketika seseorang bekerja dengan jam kerja lebih sedikit dibanding kebutuhan atau harapannya.
Menurut laporan tersebut, tingkat pengangguran terselubung terus meningkat sejak 2022 dan kini mencapai 32,7 persen.
Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya kualitas pekerjaan yang tersedia di pasar tenaga kerja nasional.
Upah Riil Pekerja Terus Menurun
Bank Dunia menyebut upah riil pekerja berketerampilan menengah dan tinggi mengalami penurunan sekitar 1 hingga 2 persen per tahun sejak 2018.
Akibatnya, banyak pekerja yang sebelumnya masuk kategori kelas menengah kini turun menjadi kelompok rentan miskin atau menuju kelas menengah.
Fenomena ini dianggap menghambat mobilitas sosial masyarakat dan mempersempit pertumbuhan kelas menengah di Indonesia.
Struktur Ekonomi Dinilai Belum Ideal
Laporan Bank Dunia menilai terdapat ketidaksesuaian struktural dalam perekonomian Indonesia.
Meski lapangan kerja terus bertambah, jumlah pekerjaan produktif dengan penghasilan layak masih belum mencukupi.
Padahal, pekerjaan dengan produktivitas tinggi dinilai penting untuk:
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Memperluas kelas menengah
- Menjaga daya beli
- Mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Kelas Menengah Punya Peran Penting bagi Ekonomi
Kelas menengah selama ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki daya beli tinggi.
Jika jumlah kelas menengah terus menyusut, dampaknya bisa dirasakan pada:
- Konsumsi rumah tangga
- Sektor properti
- Industri retail
- Pendidikan
- Pariwisata
- Investasi domestik
Karena itu, penguatan kualitas pekerjaan dan peningkatan upah menjadi tantangan penting bagi pemerintah dan dunia usaha.
Pengamat Soroti Pentingnya Pekerjaan Formal
Sejumlah pengamat ekonomi menilai Indonesia perlu memperluas lapangan kerja formal dengan penghasilan layak agar kelas menengah tidak terus tertekan.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keterampilan digital juga dianggap penting untuk menghadapi perubahan pasar kerja global.
Transformasi industri berbasis teknologi dinilai dapat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi tenaga kerja Indonesia.
FAQ
Apa yang dimaksud kelas menengah?
Kelas menengah adalah kelompok masyarakat dengan tingkat pendapatan dan daya beli yang relatif stabil di atas kebutuhan dasar.
Berapa penurunan pekerja kelas menengah di Indonesia?
Menurut Bank Dunia, porsi pekerja kelas menengah turun dari 14,5 persen pada 2018 menjadi sekitar 7 persen pada 2025.
Apa penyebab penurunan kelas menengah?
Faktor utamanya meliputi penurunan upah riil, kualitas pekerjaan yang rendah, dan minimnya lapangan kerja formal bergaji tinggi.
Apa itu pengangguran terselubung?
Kondisi ketika seseorang bekerja dengan jam kerja atau pendapatan yang tidak sesuai kebutuhan.
Kenapa kelas menengah penting bagi ekonomi?
Karena kelompok ini menjadi pendorong konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.









