Bank Dunia: Porsi Pekerja Kelas Menengah RI Turun Jadi 7 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Bank Dunia menyoroti penurunan signifikan jumlah pekerja kelas menengah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dalam laporan terbaru Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026, lembaga tersebut menyebut porsi pekerja kelas menengah RI turun tajam dari 14,5 persen pada 2018 menjadi sekitar 7 persen pada 2025.

Penurunan ini dinilai berkaitan dengan melemahnya kualitas lapangan kerja, stagnasi sektor pekerjaan berupah tinggi, serta turunnya upah riil pekerja berketerampilan menengah dan tinggi.


Lapangan Kerja Bertambah, Tapi Kualitas Dinilai Menurun

Bank Dunia mencatat Indonesia berhasil menciptakan sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru selama periode Agustus 2024 hingga 2025.

Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,9 persen. Namun, sebagian besar pekerjaan baru justru berasal dari sektor dengan produktivitas rendah.

Beberapa sektor yang mendominasi penyerapan tenaga kerja baru antara lain:

  • Pertanian
  • Akomodasi
  • Jasa makanan dan minuman

Sementara itu, sektor yang membutuhkan keterampilan tinggi seperti jasa keuangan dan industri profesional disebut mengalami stagnasi bahkan kontraksi.


Pengangguran Terselubung Meningkat

Selain penurunan kelas menengah, Bank Dunia juga menyoroti meningkatnya angka pengangguran terselubung di Indonesia.

Pengangguran terselubung adalah kondisi ketika seseorang bekerja dengan jam kerja lebih sedikit dibanding kebutuhan atau harapannya.

Baca Juga :  IHSG Ambruk ke Level Terendah 5 Tahun, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun, Ancaman MSCI Bikin Pasar Berguncang

Menurut laporan tersebut, tingkat pengangguran terselubung terus meningkat sejak 2022 dan kini mencapai 32,7 persen.

Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya kualitas pekerjaan yang tersedia di pasar tenaga kerja nasional.


Upah Riil Pekerja Terus Menurun

Bank Dunia menyebut upah riil pekerja berketerampilan menengah dan tinggi mengalami penurunan sekitar 1 hingga 2 persen per tahun sejak 2018.

Akibatnya, banyak pekerja yang sebelumnya masuk kategori kelas menengah kini turun menjadi kelompok rentan miskin atau menuju kelas menengah.

Fenomena ini dianggap menghambat mobilitas sosial masyarakat dan mempersempit pertumbuhan kelas menengah di Indonesia.


Struktur Ekonomi Dinilai Belum Ideal

Laporan Bank Dunia menilai terdapat ketidaksesuaian struktural dalam perekonomian Indonesia.

Meski lapangan kerja terus bertambah, jumlah pekerjaan produktif dengan penghasilan layak masih belum mencukupi.

Padahal, pekerjaan dengan produktivitas tinggi dinilai penting untuk:

  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  • Memperluas kelas menengah
  • Menjaga daya beli
  • Mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang

Kelas Menengah Punya Peran Penting bagi Ekonomi

Kelas menengah selama ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki daya beli tinggi.

Jika jumlah kelas menengah terus menyusut, dampaknya bisa dirasakan pada:

  • Konsumsi rumah tangga
  • Sektor properti
  • Industri retail
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Investasi domestik
Baca Juga :  Tegas! Prabowo Minta Praktik Tambang Ilegal Dihentikan Total

Karena itu, penguatan kualitas pekerjaan dan peningkatan upah menjadi tantangan penting bagi pemerintah dan dunia usaha.


Pengamat Soroti Pentingnya Pekerjaan Formal

Sejumlah pengamat ekonomi menilai Indonesia perlu memperluas lapangan kerja formal dengan penghasilan layak agar kelas menengah tidak terus tertekan.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keterampilan digital juga dianggap penting untuk menghadapi perubahan pasar kerja global.

Transformasi industri berbasis teknologi dinilai dapat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi tenaga kerja Indonesia.


FAQ

Apa yang dimaksud kelas menengah?

Kelas menengah adalah kelompok masyarakat dengan tingkat pendapatan dan daya beli yang relatif stabil di atas kebutuhan dasar.

Berapa penurunan pekerja kelas menengah di Indonesia?

Menurut Bank Dunia, porsi pekerja kelas menengah turun dari 14,5 persen pada 2018 menjadi sekitar 7 persen pada 2025.

Apa penyebab penurunan kelas menengah?

Faktor utamanya meliputi penurunan upah riil, kualitas pekerjaan yang rendah, dan minimnya lapangan kerja formal bergaji tinggi.

Apa itu pengangguran terselubung?

Kondisi ketika seseorang bekerja dengan jam kerja atau pendapatan yang tidak sesuai kebutuhan.

Kenapa kelas menengah penting bagi ekonomi?

Karena kelompok ini menjadi pendorong konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Terkait

Bukan BI Checking Lagi, Ini Cara Cek Utang Online Lewat SLIK OJK
Era Baru Dunia Kerja: Pegawai Gaji Tinggi Kini Sulit Dapat Kerja
Kasus Chromebook Nadiem Makarim Jadi Perhatian Pebisnis Dunia
Batik Air Resmi Buka Rute Jakarta–Muara Bungo Mulai 15 Juni 2026, Terbang Setiap Hari dan Pangkas Waktu Perjalanan
BI Yakin Rupiah Bakal Menguat, Investor Asing Serbu SBN dan SRBI Usai BI Rate Naik 5,50 Persen
8 Fakultas Unair dengan Gaji Alumni Tertinggi 2026, FTMM Nomor Satu
10 Bisnis Online yang Lagi Viral 2026, Modal Minim Untung Maksimal
Cara Jadi Content Creator Pemula Modal HP, Bisa Cuan Jutaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:01 WIB

Bank Dunia: Porsi Pekerja Kelas Menengah RI Turun Jadi 7 Persen

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:00 WIB

Bukan BI Checking Lagi, Ini Cara Cek Utang Online Lewat SLIK OJK

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:05 WIB

Era Baru Dunia Kerja: Pegawai Gaji Tinggi Kini Sulit Dapat Kerja

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:30 WIB

Kasus Chromebook Nadiem Makarim Jadi Perhatian Pebisnis Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:48 WIB

Batik Air Resmi Buka Rute Jakarta–Muara Bungo Mulai 15 Juni 2026, Terbang Setiap Hari dan Pangkas Waktu Perjalanan

Berita Terbaru

Pendidikan

10 Jurusan Kuliah yang Dianggap Kurang Menjanjikan Setelah Lulus

Minggu, 14 Jun 2026 - 04:00 WIB