Komdigi Terapkan Registrasi SIM Card Berbasis Biometrik, Ini Aturannya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pemerintah mengambil langkah besar dalam meningkatkan keamanan digital nasional melalui kebijakan baru registrasi kartu seluler. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026, sebuah regulasi yang mengubah total mekanisme pendaftaran nomor seluler di Indonesia.

Kebijakan ini dihadirkan sebagai respons atas meningkatnya kasus penipuan online, penyalahgunaan data pribadi, serta kemudahan pelaku kejahatan digital dalam mengakses nomor tanpa identitas jelas. Dengan aturan baru ini, masyarakat kini memiliki kontrol penuh untuk memantau, membatasi, dan melindungi nomor seluler yang terhubung dengan identitas mereka.

Registrasi SIM Card Berbasis Biometrik

Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa era registrasi kartu SIM berbasis data tekstual telah berakhir. Mulai 2026, proses registrasi diwajibkan menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah, sebagai bentuk penerapan prinsip know your customer (KYC) yang lebih ketat dan akurat.

“Registrasi pelanggan harus dapat memastikan bahwa pemilik identitas adalah pihak yang sah dan berhak. Teknologi biometrik menjadi fondasi verifikasi agar tidak ada lagi ruang untuk penyalahgunaan identitas,” ungkap Meutya dalam siaran pers, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga :  Alfin Minta Pemerintah Desa Tinggalkan Ego Sektoral

Salah satu poin penting dalam regulasi baru ini adalah kewajiban operator seluler untuk hanya menjual kartu perdana dalam keadaan tidak aktif. Aktivasi baru dapat dilakukan setelah proses registrasi tervalidasi oleh sistem Komdigi.

Syarat Registrasi: NIK, Paspor, hingga Biometrik Kepala Keluarga

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa:

WNI harus melakukan registrasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terhubung dengan sistem Dukcapil, ditambah verifikasi biometrik wajah.

WNA wajib menggunakan paspor dan dokumen izin tinggal yang sah.

Pengguna berusia di bawah 17 tahun harus mendaftar menggunakan identitas dan biometrik dari kepala keluarga.

Dengan integrasi biometrik, pemerintah berharap dapat memangkas potensi pemalsuan data dan pembuatan nomor palsu dalam jumlah besar yang kerap digunakan untuk aksi kriminal.

Kepemilikan Nomor Dibatasi Maksimal Tiga per Operator

Salah satu ketentuan yang paling disorot adalah pembatasan jumlah nomor. Setiap identitas hanya boleh mendaftarkan maksimal tiga nomor prabayar di setiap operator, serta tidak dibatasi untuk nomor pascabayar.

Kebijakan ini dibuat untuk mempersempit peluang pihak-pihak tertentu mendaftarkan puluhan bahkan ratusan nomor untuk kegiatan ilegal, seperti penipuan pinjaman online, spam, hingga peretasan akun.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Meroket, Sentimen Positif Dorong Kenaikan di Pasar Domestik

Komdigi juga mewajibkan operator menyediakan fitur cek nomor terdaftar, sehingga masyarakat dapat memantau seluruh nomor yang menggunakan identitas mereka. Jika ditemukan nomor yang bukan miliknya, pemilik NIK berhak mengajukan permintaan pemblokiran langsung.

Perlindungan Data Pribadi Diutamakan

Aturan ini juga mengatur kewajiban operator dalam menjaga keamanan data pelanggan. Operator wajib mengimplementasikan standar internasional:

  • Sistem keamanan informasi kelas enterprise
  • Teknologi fraud detection
  • Pencegahan kebocoran data
  • Mekanisme audit keamanan berkala

Selain itu, pelanggan lama akan diarahkan melakukan registrasi ulang (re-registration) untuk menyesuaikan dengan sistem biometrik terbaru.

Sanksi Tegas bagi Operator yang Melanggar

Komdigi memberikan batasan jelas: operator yang tidak menjalankan kebijakan registrasi baru akan dikenakan sanksi administratif, mulai dari teguran hingga pembatasan layanan tertentu. Sanksi ini diterapkan tanpa menghapus kewajiban operator untuk memperbaiki pelanggaran yang dilakukan.

Dengan diberlakukannya Permenkomdigi Nomor 7 Tahun 2026, pemerintah berharap Indonesia semakin siap menghadapi tantangan keamanan digital, sekaligus melindungi masyarakat dari kejahatan berbasis telekomunikasi.

Berita Terkait

Gaji ke 13 ASN Terbaru Cair Juni 2026, Ini Jadwal, Besaran, dan Siapa Saja yang Dapat
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tembus 2 Digit? Ini Jawaban Resmi Pemerintah
RESMI! Prabowo Subianto Bentuk Satgas Ekonomi 2026, Target Pertumbuhan RI Digenjot Besar-Besaran
Harga Tiket Haji 2026 Naik, Pemerintah Pastikan Jamaah Tidak Bayar Lebih
BBM Naik Tajam Hari Ini! Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Ini Daftar Harga Terbaru 18 April 2026
Terbaru Hari Ini! Arah MBG Diubah, Kini Fokus ke Anak Kurang Gizi — Ini Strategi Baru Pemerintah
5.476 Lowongan Kampung Nelayan MP Dibuka! Tanpa Biaya, Gaji & Peluang Karier BUMN Menanti
Resmi Dibuka! 30.000 Lowongan Kopdes Merah Putih 2026, Ini Syarat dan Cara Daftar Online
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 03:00 WIB

Gaji ke 13 ASN Terbaru Cair Juni 2026, Ini Jadwal, Besaran, dan Siapa Saja yang Dapat

Sabtu, 18 April 2026 - 21:00 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tembus 2 Digit? Ini Jawaban Resmi Pemerintah

Sabtu, 18 April 2026 - 18:00 WIB

RESMI! Prabowo Subianto Bentuk Satgas Ekonomi 2026, Target Pertumbuhan RI Digenjot Besar-Besaran

Sabtu, 18 April 2026 - 12:30 WIB

Harga Tiket Haji 2026 Naik, Pemerintah Pastikan Jamaah Tidak Bayar Lebih

Sabtu, 18 April 2026 - 07:06 WIB

BBM Naik Tajam Hari Ini! Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Ini Daftar Harga Terbaru 18 April 2026

Berita Terbaru

Oplus_131072

Asuransi Kendaraan

Daftar Asuransi Mobil Syariah Terdaftar OJK 2026, Lengkap dengan Keunggulannya

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:00 WIB