Jambi Mantapkan Penerapan Pidana Kerja Sosial, Al Haris: Lebih Humanis dan Efektif

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi dan Kejaksaan Tinggi Jambi menegaskan komitmen bersama dalam menyiapkan penerapan Pidana Kerja Sosial (PKS) sebagai salah satu kebijakan baru dalam sistem pemidanaan nasional.

Komitmen tersebut dituangkan melalui penandatanganan MoU yang dilaksanakan pada pembukaan Rapat Koordinasi Camat se-Provinsi Jambi Tahun 2025 di Auditorium Rumah Dinas Gubernur, Selasa (02/12/2025).

Rangkaian acara berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat penting, mulai dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Robertus Melchisedek Yacoy, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, para bupati dan wali kota, camat dari seluruh wilayah Jambi, hingga jajaran Kejaksaan Negeri. Antusiasme peserta mencerminkan besarnya perhatian terhadap implementasi KUHP baru yang akan berlaku pada 2026.

Gubernur Jambi, Al Haris, menilai kehadiran Pidana Kerja Sosial sebagai titik balik dalam pendekatan pemidanaan. Menurutnya, tidak semua pelanggaran harus dibalas dengan hukuman penjara, terutama untuk perkara yang bersifat ringan. Melalui PKS, pelaku dapat mengembalikan manfaat langsung kepada masyarakat tanpa menghambat produktivitas mereka.

Baca Juga :  Pemprov Jambi dan BI Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi Daerah

“Ini bagian dari reformasi hukum yang membawa pendekatan lebih manusiawi. Kolaborasi pemerintah daerah dan kejaksaan menjadi kunci agar implementasinya berjalan baik,” ujar Al Haris di hadapan peserta Rakor.

Ia juga meminta para camat untuk memahami regulasi baru ini, sekaligus aktif membantu proses sosialisasi di wilayah masing-masing. Dalam kesempatan itu, Gubernur kembali menekankan pentingnya penguatan program nasional yang termasuk dalam Asta Cita Presiden, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan program pemberdayaan masyarakat lainnya. Menurutnya, sinkronisasi lintas sektor akan memberikan dampak yang lebih cepat dan terasa di tingkat kecamatan.

Sementara itu, JAM Pidum Robertus Melchisedek Yacoy menegaskan bahwa seluruh jajaran kejaksaan di daerah harus bersiap menghadapi pemberlakuan KUHP baru. Ia menilai Jambi menjadi salah satu provinsi yang cukup progresif karena telah mulai menyiapkan instrumen kerja melalui MoU ini.

“Kejaksaan memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan putusan berjalan sesuai aturan. Kerja sama dengan Pemprov Jambi merupakan langkah awal yang sangat baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Liga 4 Jambi 2026 Resmi Dibuka, 7 Klub Berebut Tiket Nasional

Kajati Jambi Sugeng Hariadi menambahkan bahwa Pidana Kerja Sosial sejalan dengan prinsip restorative justice yang selama ini digalakkan. Ia menilai PKS mampu menekan angka kepadatan lembaga pemasyarakatan sekaligus menghindarkan terpidana dari stigma sosial berkepanjangan.

“PKS memberikan kesempatan bagi pelaku untuk memperbaiki diri dengan langsung berkontribusi kepada masyarakat,” jelas Sugeng.

Penandatanganan MoU tersebut mendapat respons positif dari peserta Rakor. Banyak camat mengaku siap berperan, terutama dalam memetakan lokasi kegiatan sosial yang dapat menjadi tempat pelaksanaan PKS, seperti perawatan fasilitas publik, kebersihan lingkungan, hingga pemeliharaan sarana umum.

Rakor Camat Tahun 2025 ini bukan hanya menjadi forum koordinasi rutin, tetapi juga momentum penting menyongsong transformasi sistem hukum Indonesia. Pemprov Jambi berharap kolaborasi yang terjalin bisa menjadi model bagi daerah lain dalam persiapan penerapan KUHP baru.(ded)

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Cara Cek NIK KTP Terdaftar atau Tidak Secara Online, Ini Kanal Resmi Dukcapil
Cara Cek Desil DTSEN 2026 Lewat NIK KTP, Ketahui Status Bansos PKH dan BPNT
Jadwal Pencairan 6 Bansos September 2026: PKH, BPNT, PIP hingga BLT Kesra Rp900 Ribu
Bantuan Beras Rp17 Triliun Disiapkan, 33,2 Juta Keluarga Jadi Sasaran hingga Desember 2026
Pajak Kendaraan Bisa Dihapus? Cek Aturan Terbaru dan Siapa yang Terdampak
Gaji PPPK 2027 Terbaru: Mulai Januari Dibayar Pemerintah Pusat, Cek Besaran dan Tunjangannya
PPPK Paruh Waktu Tak Ada Lagi pada 2027? Semua Disebut Diangkat Penuh Waktu, Ini Nasib Guru Honorer
Purbaya Ungkap Kabar Besar PPPK: Mulai Januari 2027 Gaji Penuh Waktu Ditanggung Pemerintah Pusat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:00 WIB

Cara Cek NIK KTP Terdaftar atau Tidak Secara Online, Ini Kanal Resmi Dukcapil

Rabu, 9 September 2026 - 21:02 WIB

Cara Cek Desil DTSEN 2026 Lewat NIK KTP, Ketahui Status Bansos PKH dan BPNT

Rabu, 9 September 2026 - 16:02 WIB

Jadwal Pencairan 6 Bansos September 2026: PKH, BPNT, PIP hingga BLT Kesra Rp900 Ribu

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Bantuan Beras Rp17 Triliun Disiapkan, 33,2 Juta Keluarga Jadi Sasaran hingga Desember 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 15:01 WIB

Pajak Kendaraan Bisa Dihapus? Cek Aturan Terbaru dan Siapa yang Terdampak

Berita Terbaru