The Fed Naikkan Suku Bunga Jadi 3,75%-4%, Ini Dampaknya ke Rupiah, Emas dan Investasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada September 2026. Keputusan ini menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023.

Dalam rapat 15-16 September 2026, Federal Open Market Committee atau FOMC menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin. Kisaran suku bunga kini berada di 3,75%-4%. Keputusan tersebut disetujui secara bulat dengan suara 12-0.

The Fed menyebut inflasi Amerika Serikat masih berada pada level tinggi. Di sisi lain, aktivitas ekonomi tetap berkembang solid. Belanja domestik masih kuat dan investasi modal tetap kokoh.

Kondisi pasar tenaga kerja juga dinilai cukup stabil. Karena itu, The Fed memiliki ruang untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap pengendalian inflasi. Bank sentral Amerika tetap menargetkan inflasi kembali ke 2%.

Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan inflasi PCE 2026 berada di 3,7%. Angka tersebut naik dari proyeksi Juni sebesar 3,6%. Sementara itu, inflasi inti atau core PCE diperkirakan mencapai 3,4%.

The Fed juga menaikkan proyeksi suku bunga federal funds pada akhir 2026 menjadi 4,1%. Sebelumnya, proyeksi Juni berada di 3,8%. Data tersebut menunjukkan kebijakan moneter AS berpotensi tetap ketat hingga akhir tahun.

Baca Juga :  ATM dan M-Banking Terancam Ditutup? Ancaman AI Baru Bikin Bank Dunia Siaga

Meski demikian, proyeksi ekonomi AS justru membaik. Pertumbuhan PDB riil 2026 diperkirakan mencapai 2,3%, naik dari 2,2%. Tingkat pengangguran juga diproyeksikan sebesar 4,1%, turun dari perkiraan sebelumnya 4,3%.

Keputusan The Fed menjadi perhatian bagi pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Perubahan bunga AS dapat memengaruhi arus modal, nilai tukar rupiah, imbal hasil obligasi, harga emas dan aset berisiko. Dampak akhirnya tetap bergantung pada respons pasar dan kebijakan Bank Indonesia.

FAQ Suku Bunga The Fed September 2026

1. Berapa suku bunga The Fed September 2026?
The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4% pada September 2026.

2. Kapan terakhir kali The Fed menaikkan suku bunga sebelum September 2026?
Kenaikan September 2026 menjadi kenaikan pertama The Fed sejak Juli 2023.

3. Mengapa The Fed menaikkan suku bunga?
The Fed menaikkan bunga karena inflasi Amerika Serikat masih tinggi. Kebijakan ini diarahkan untuk membantu mengembalikan inflasi menuju target 2%.

4. Berapa proyeksi inflasi AS pada 2026?
The Fed memproyeksikan inflasi PCE 2026 sebesar 3,7%. Proyeksi core PCE berada di 3,4%.

5. Berapa proyeksi suku bunga The Fed pada akhir 2026?
Median proyeksi terbaru menunjukkan federal funds rate berada di sekitar 4,1% pada akhir 2026.

Baca Juga :  Hutama Karya Beri Diskon Tarif Tol Padang–Pekanbaru 10 Persen, Berlaku 4–6 September 2026

6. Apa dampak kenaikan suku bunga The Fed terhadap rupiah?
Kenaikan bunga AS dapat memengaruhi arus modal dan nilai tukar negara berkembang. Rupiah menjadi salah satu aset yang dapat terdampak oleh perubahan kondisi keuangan global.

7. Apakah kenaikan The Fed memengaruhi harga emas?
Kebijakan The Fed dapat memengaruhi harga emas melalui perubahan suku bunga, dolar AS dan ekspektasi investor. Namun, harga emas juga dipengaruhi faktor global lainnya.

8. Apakah suku bunga The Fed memengaruhi Bitcoin?
Perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi selera risiko investor. Bitcoin dan aset berisiko lainnya dapat mengalami perubahan harga ketika ekspektasi kebijakan moneter berubah.

9. Apakah bunga KPR dan kredit di Indonesia ikut naik?
Tidak otomatis. Suku bunga kredit Indonesia dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia, kondisi likuiditas perbankan, biaya dana dan kebijakan masing-masing bank.

10. Apakah The Fed akan menaikkan suku bunga lagi?
Belum dapat dipastikan. Keputusan berikutnya bergantung pada data inflasi, pasar tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi dan kondisi keuangan yang tersedia saat rapat FOMC berikutnya. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Harga Minyak Dunia Naik, Apakah Harga BBM Hari Ini, 1 November 2026 Ikut Naik? Cek Harga BBM di Jambi, Sumbar, Riau dan Bengkulu
Besok 1 November 2026, Apakah Harga BBM Naik? Ini Daftar
Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam
Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?

Minggu, 1 November 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram

Minggu, 1 November 2026 - 09:18 WIB

Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran

Minggu, 1 November 2026 - 08:36 WIB

Harga Minyak Dunia Naik, Apakah Harga BBM Hari Ini, 1 November 2026 Ikut Naik? Cek Harga BBM di Jambi, Sumbar, Riau dan Bengkulu

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Besok 1 November 2026, Apakah Harga BBM Naik? Ini Daftar

Berita Terbaru