Bukan Nasi, 12 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Perut Buncit

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Perut buncit bukan hanya soal konsumsi nasi atau makanan berlemak. Banyak kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele ternyata berperan besar dalam penumpukan lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam. Faktor genetik juga memengaruhi, tetapi gaya hidup tetap menjadi kunci utama untuk menjaga perut tetap rata.

Salah satu penyebab utama perut buncit adalah kebiasaan makan sambil menggunakan ponsel. Saat fokus pada layar, otak tidak menangkap sinyal kenyang, sehingga orang cenderung makan berlebihan tanpa sadar. Sebaiknya nikmati makanan dan perhatikan setiap suapan agar konsumsi tetap terkendali.

Makan terburu-buru juga meningkatkan risiko perut buncit. Otak membutuhkan sekitar 20 menit untuk memproses pesan bahwa perut sudah kenyang. Dengan memperlambat tempo makan, tubuh memiliki waktu cukup untuk memberi sinyal kenyang, sehingga kemungkinan makan berlebihan dapat dikurangi.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Perjelas Proses CSR PetroChina untuk Pembangunan Gedung Operasi RSJD H.M. Syukur

Kurang tidur menjadi faktor lain yang tak kalah penting. Penelitian menunjukkan orang dewasa yang tidur kurang dari lima jam per malam lebih berisiko menumpuk lemak perut. Namun, tidur terlalu lama juga tidak baik, sehingga durasi ideal sekitar 6-8 jam setiap malam.

Kebiasaan makan tengah malam dan konsumsi roti putih juga berperan. Makan larut malam membuat tubuh tidak sempat membakar kalori, sementara roti putih cepat dicerna sehingga kadar gula darah meningkat dan lemak mudah menumpuk. Pilihan biji-bijian utuh lebih aman untuk menjaga berat badan.

Kebiasaan lain yang perlu diwaspadai adalah minum soda diet, melewatkan sarapan, dan mengonsumsi makanan rendah lemak. Pemanis buatan dapat meningkatkan lemak perut, sementara melewatkan sarapan memperlambat metabolisme. Makanan bebas lemak seringkali tinggi karbohidrat, yang bisa menambah lemak di bagian tengah tubuh.

Baca Juga :  Menkes Budi Gunadi: Hantavirus di Jakarta Terkendali dan Tidak Mudah Menular

Selain itu, merokok, makan di piring besar, malas bergerak, dan sering stres juga berkontribusi. Merokok meningkatkan penumpukan lemak perut, piring besar menipu otak sehingga makan berlebihan, dan kurang aktivitas fisik membuat lingkar pinggang membesar. Stres melepaskan hormon kortisol, yang memicu penambahan lemak visceral.

Mencegah perut buncit bukan hal yang mustahil. Fokus pada pola makan seimbang, tidur cukup, mengurangi stres, dan rajin bergerak bisa membantu. Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang disebutkan, perut rata dan tubuh ideal bukan sekadar impian, melainkan hasil nyata dari perubahan gaya hidup sehari-hari.

Berita Terkait

Sri Kartini Alfin Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Stunting di Kota Sungai Penuh
Kelas 1, 2, 3 Resmi Dihapus, Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan Selama Masa Transisi
Daftar Lengkap Batas Kolesterol Normal, Cara Menjaga, hingga Rekomendasi Penanganannya
8 Makanan Pencegah Stroke yang Direkomendasikan Dokter, Bantu Turunkan Kolesterol dan Tekanan Darah
Siloam Siapkan Investasi Rp1 Triliun untuk Bedah Robotik, Target Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri
Biaya Operasi Tanpa BPJS Bisa Berapa? Ini Komponen Biaya yang Perlu Disiapkan
Biaya Operasi Kista Ovarium 2026, Berapa Estimasi Tarif dan Apakah Ditanggung BPJS?
Lionel Scaloni Bongkar Rahasia Kebugaran Lionel Messi di Usia 39 Tahun
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:27 WIB

Sri Kartini Alfin Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Stunting di Kota Sungai Penuh

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:06 WIB

Kelas 1, 2, 3 Resmi Dihapus, Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan Selama Masa Transisi

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:00 WIB

Daftar Lengkap Batas Kolesterol Normal, Cara Menjaga, hingga Rekomendasi Penanganannya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:04 WIB

8 Makanan Pencegah Stroke yang Direkomendasikan Dokter, Bantu Turunkan Kolesterol dan Tekanan Darah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:58 WIB

Siloam Siapkan Investasi Rp1 Triliun untuk Bedah Robotik, Target Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri

Berita Terbaru

Teknologi

GPU China Lisuan LX 7G100 Resmi Diuji, Harga Rp8,5 Juta

Jumat, 31 Jul 2026 - 08:00 WIB